Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 80. Rencana Martha dan Bagaskara



Teman dekat adalah munsuh yang harus diwaspadai......


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Martha melangkah meninggalkan gedung perusahaan KMB Group. Sejak William mengundurkan diri, Martha berubah menjadi gadis yang dingin dan juga jahat.


Gadis itu tak lagi peduli terhadap perasaan apapun dan resiko yang akan dia ambil. Dia ingin William kembali padanya dan apapun alasannya.


Martha menjalankan mobilnya, menuju sebuah Mansion mewah khas Eropa. Bangunan indah bak istana dongeng itu, terlihat begitu memukau.


Martha turun dari mobil dengan wajah angkuhnya. Dia tak merespon para pelayan yang menyapa dan memberi hormat padanya.


"Kau sudah datang?". Suara baritone seorang pria lanjut usia melihat kedatangan gadis itu kerumahnya.


"Iya Tuan". Martha menjawab sambil membungkukkan badan dan memberi hormat.


"Silahkan duduk".


Pria lanjut usia itu adalah Bagaskara. Mereka berdua sepakat untuk kerja sama mencari dan menyingkirkan Ara.


"Bagaimana?". Tanya Bagaskara setelah duduk disofa.


"Saya belum bisa melacak keberadaan nya Tuan".


Bagaskara menghela nafas "Apa kau punya cara lain supaya gadis mandul itu bisa keluar dari persembunyiannya?".


Martha tampak berpikir dan mencoba mencari cara agar Ara mau bertemu dengan nya.


"Sedekat apa kau dengan gadis mandul itu?".


Martha menautkan kedua alisnya "Sangat dekat". Sahut Martha.


"Bagaimana jika kau pura-pura sakit saja! Bukankah gadis itu sangat menyayangi mu?". Saran Bagaskara.


"Bagaimana dia tahu kalau aku sakit?". Gerutu Martha.


Bagaskara terkekeh ternyata gadis ini tidak hanya mau dimanfaatkan tapi juga bodoh akut.


"Kau lupa aku siapa? Aku akan membuatnya mengetahui jika kau sakit dan ku pastikan dia akan datang menjengguk mu saat itulah kita habisi dia tanpa sisa".


"Caramu menarik Tuan! Tapi kau tahu kan Roger takkan membiarkan adiknya datang kesini sendirian. Kau lihat sendiri bagaimana dia mengamuk saat tahu kau memisahkan Ara dan Kayhan". Gerutu Martha memutar bola mata malas.


"Hahahaha". Bagaskara justru tergelak. Membuat Martha merinding saja.


"Tenanglah, aku punya rencana yang tidak akan bisa ditebak oleh Roger. Kau tahu kekuasaan ku tak main-main. Jadi apapun bisa aku lakukan termasuk menyingkirkan gadis itu". Bagaskara tersenyum smirk.


"Asal itu tidak merugikan ku dan kau bisa mengembalikan William padaku. Maka aku juga tak kan ragu membantu mu menyingkirkan Ara". Martha juga menampilkan senyum sinis.


Kedua nya tertawa dengan rencana mereka. Dan selalu percaya bahwa rencana mereka berhasil. Terbukti mereka bisa memfitnah Ara dan Kayhan membencinya.


Namun mereka berdua tidak puas juga karena Ara belum tersingkirkan dari dunia ini. Bisa saja Ara kembali lagi.


Martha menaruh dendam pada Ara. Karena gadis itu selalu menang dari dirinya. Jika dilihat dari fisik atau pendidikan tentu Martha pemenang nya. Tapi kenapa Ara selalu saja unggul darinya.


Awalnya Martha menganggap hal itu biasa karena memang Ara memiliki banyak kelebihan. Namun saat dia tahu bahwa laki-laki yang dia cintai juga mencintai Ara membuat Martha mengamuk dan tidak terima. Dia bahkan tega mencelakai sahabat nya. Ya dibalik kecelakaan Kayhan dan Ara, Martha lah yang menjadi pemicu nya dan bekerja sama dengan Bagaskara.


Martha meninggalkan kediaman Bagaskara dia tersenyum penuh kemenangan.


"Sebentar lagi aku menemukan mu perempuan perebut. Ku pastikan kali ini kau benar-benar akan tersingkir kan". Ucap Martha dengan senyum licik dibibirnya.


Martha memarkir mobilnya di garasi mobil rumah nya.


Dia masuk kedalam rumah dan mendapati Ibu nya sedang bercumbu dengan pria lain. Ya karena Ibu nya Martha memang sudah lama menjanda jadi sering bergonta-ganti pasangan.


Martha melewati saja dua orang yang tak menyadari kedatangan nya itu. Sudah biasa dan hampir setiap hari begitu selalu mendapati mereka sedang melakukan adengan dewasa didepannya.


Awalnya Ibu Martha sama seperti janda pada umumnya yang bekerja dan perhatian pada Martha. Namun karena marak nya keuangan mereka membuat wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu mengambil jalan yang salah.


Martha menghempaskan tubuhnya diatas kasur miliknya.


"Arghhhhhhhhh". Martha melempar bantal-bantal itu meluapkan semua emosinya "Kenapa hidupku jadi begini?". Nafas Martha memburu.


"Kapana aku bisa bahagia seperti orang lain. Kapan?".


Dia melempar semua barang-barang yang ada didalam kamarnya. Kekurangan kasih sayang dari Ibu nya menjadikan Martha gadis yang keras. Ditambah lagi setelah Ara menikah keduanya menjadi renggang dan ketika Martha tahu bahwa William mencintai Ara juga, membuat Martha semakin kesepian dan merasa tidak ada orang yang menyayangi nya.


Martha mengambil sebatang rokok di lacinya, lalu menghidupkan rokok itu dan menyesapnya beberapa kali sambil air mata bertetesan dipipinya.


"William".


Martha sangat mencintai William. Namun, William benar-benar tidak memiliki perasaan apapun pada Martha. Dia hanya menganggap Martha sebagai sahabatnya sendiri.


"William hiks". Martha membuang rokoknya, lalu menelungkupkan wajahnya dikedua lutut yang dia lipat.


"Aku mencintaimu Will". Tangis Martha menggema didalam kamarnya. Tetap saja sang Ibu tak menyadari rintihan Martha.


Hubungan mereka memang renggang setelah kematian Ayah Martha. Bahkan tak jarang keduanya tak saling bicara jika tidak ada sesuatu yang akan dibahas.


Bersambung..........


Kayhan ❤️ Kimara