Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 107. Tidak ada hak.



Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Dua orang pria tengah perang dingin, wajah keduanya kompak tampak dingin tak berekpresi. Namun sesekali keduanya saling tatap dengan tajam dan seakan siap melahap satu sama lain.


Aira menatap kedua Kakak nya dengan malas dan juga jengkel. Dia harus terbang ke Belanda saat mendapat laporan dari Cody dan John bahwa kedua Kakak nya bangku hantam, sehingga wajah Seem dan Kayhan biru-biru dan lebam, tak lupa juga sudut bibirnya terluka dan mengeluarkan darah segar. Ingin rasanya Aira menenggelamkan kedua pria itu kedasar laut, saking geramnya.


“Sekarang aku tanya Kak Kay, apa tujuan Kakak mencari Kakak ipar seperti orang gila begini?”. Tanya Aira mengintrgasi Kayhan yang sedang duduk tanpa ekspresi, wajahnya berantakkan dan tak terurus.


“Tentu saja karena dia istriku, apa lagi”. Jawab Kayhan ketus.


“Kau yakin Kak jika mencari Kakak ipar hanya karena dia istri Kakak tidak ada maksud lagi?”. Aira memincingkan matanya curiga dan menyelidik.


“Apa pun yang akan aku lakukan padanya, itu bukan urusanmu”. Ucap Kayhan dingin dia tak mentap Aira sama sekali. Sementara Seem diam saja, tak ada niat untuk ikut campur.


“Tentu saja urusanku Kakak. Jika tujuanmu mencari Kakak ipar adalah untuk menyiksanya sebaiknya Kakak mundur saja, karena aku tidak mau Kakak menyakiti dia. Meskipun aku belum mengenalnya tapi aku yakin dia tidak sejahat yang Kakak pikir”. Geram Aira. Bukannya tersinggung Kayhan malah santai tanpa dosa.


“Kau tidak berhak ikut campur Aira”. Timpal Kayhan.


“Kakak yang sudah tidak ada hak lagi pada Kakak ipar. Apa Kakak lupa jika kalian sudah berpisah dan Kakak ipar bukan istri Kakak lagi, jangan lupakan itu Kak dan Kakak juga yang mengatakan membenci Kakak ipar dan mengatakan dia mendua”. Jelas Aira dengan nafas memburu dan penuh emosi “Jangan menyesal suatu saat nanti saat Kakak tahu kebenarannya dan Kak Ara sudah jadi milik orang lain”. Sambung Aira. Kayhan menatap adiknya tajam, tidak Ara tidak boleh jadi milik orang lain dan siapapun tidak berhak memiliki nya.


“Kak Seem”. Aira beralih pada Seem yang sejak tadi terdiam, wajahnya luka-luka dan untung saja sudah dibersihkan oleh John.


Seem tak menjawab dia masih menampilkan wajah dingin esnya.


“Apa tujuan Kakak mencari Kak Ara?”. Tanya Aira mengintrogasi Kakak nya.


“Apa perlu ku jawab?”. Seem menatap adiknya tajam “Ara milikku jadi aku berhak mencarinya”. Tegas Seem.


“Apa kau bilang……”. Kayhan langsung berdiri hendak memukul Seem.


“Cukup Kak!!!!”. Bentak Aira. Dia menggeleng menatap kedua pria itu dengan kecewa.


“Jika kalian mau mencari Kak Ara, cari lah bersama-sama dan temukan dia. Tapi jika kalian tak ingin mencarinya maka lepaskan dan ikhlaskan dia menjadi milik orang lain”. Tandas Aira. Kayhan kembali duduk.


“Ara masih istriku, jadi biarkan aku yang mencarinya dan dia masih milikku”. Ujar Kayhan.


Kayhan mengepalkan tangannya dan rahangnya sudah mengeras saat kata-kata itu tertangkap oleh kedua telinganya.


“Aku tidak pernah menandatangani surat cerai itu. Jadi artinya aku dan Ara belum bercerai”. Bantah Kayhan.


Seem tertawa lucu “Kau dan dia tetap sudah bercerai Kay. Karena pengadilan sudah mengeluarkan surat cerai dan benar atau tidak nya kau tandatangan itu sudah tidak ada artinya lagi”. Tungkas Seem tak mau kalah.


Aira memijit pelipihnya, dia jenggah menghadapi kedua pria keras kepala ini. Sedangkan John dan Cody hanya menyaksikan perdebatan ketiga nya.


“Kak Kay, apa yang dikatakan Kak Seem itu benar. Kakak sudah tidak ada hubungan lagi dengan Kak Ara, karena Kak Ara sudah menadatangani surat cerai itu dan surat cerai itu sudah dikeluarkan oleh pengadilan. Jadi Kakak sudah tidak berhak lagi atas Kak Ara dan Kakak juga jangan lagi mencari keberadaan Kak Ara”. Aira menghela nafas dan Kayhan terdiam “Kakak juga yang mengatakan jika Kakak membenci Kak Ara, jadi Kak mulai sekarang please stop mencari keberadaannya karena dia tidak akan mungkin kembali lagi pada Kakak”.


Deg


Jantung Kayhan berdenyut sakit. Kenapa hatinya sangat sakit mendengar ucapan Aira? Apa benar Ara-nya takkan kembali lagi.


“Lupakan Kak Ara. Mungkin dia memang bukan jodoh Kakak. Jika kalian berjodoh, kalian akan bertemu kembali dititik terbaik menurut takdir. Mulai hidup yang baru Kak, mungkin memang benar cinta tidak harus memiliki. Jika Kakak mencintainya maka lepaskan dia dan biarkan dia bahagia bersama orang lain, kadang cinta memang harus melepaskan demi kebaikkan”. Nasehat Aira, Kayhan masih terdiam. Seperti ada luka yang tergores dihatinya dan serasa ditumpahi cuka, terasa sangat sakit dan perih. Sedangkan Seem tersenyum smirk dan mengejek.


“Kakak jangan larut dalam kesedihan, Kakak pasti bisa. Sudah setengah tahun lebih kepergian Kak Ara, faktanya sampai hari ini Kakak masih bisa hidup. Kakak bukan tak bisa hidup tanpanya, Kakak hanya terbiasa hidup dengannya”. Jelas Aira lagi. Kayhan menatap Aira tak sanggup, tapi apa yang dikatakan Aira ada benarnya.


“Kak Seem”. Aira menghela nafas melihat kearah pria penderita OCD itu “Kakak juga tidak berhak terhadap Kak Ara. Kak Ara bukan milik Kakak, meskipun Kak Kay dan Kak Ara sudah bercerai, Kakak tidak berhak mengambil Kak Ara begitu saja. Karena belum tentu Kak Ara mencintai Kak Seem. Mungkin Kakak bisa mendapatkan raga Kak Ara, tapi Kakak tidak akan bisa mendapatkan hati dan jiwanya”. Kali ini Seem yang terdiam, ada rasa aneh dan sakit yang tidak bisa Seem jelaskan.


“Kak Seem harus berherhenti berharap, aku yakin suatu saat nanti Kak Seem pasti akan menemukan kebahagiaan Kakak, dan mungkin Kak Ara bukan kebahagiaan itu. Jadi aku mohon stop mencari tahu dimana keberadaan Kak Ara, karena itu percuma meskipun dengan kekuasaan Kakak, Kak Ara takkan mungkin bisa Kakak temukan lagi. Dia sudah memilih pergi dari hidup kita semua dan artinya dia tidak ingin kita ada dalam hidupnya”. Keduanya terdiam.


Aira menghela nafas pelan, dia menatap kedua Kakak nya secara bergantian. Aira tahu jika kedua Kakak nya itu sangat mencintai Ara. Terlebih Kayhan, dia sudah banyak berkorban untuk Ara tapi bagaimana lagi jika memang tidak tertakdir untuk bersama.


Aira berdiri dari duduknya “Setelh ini kembalilah ke tempat kalian masing-masing dan jangan cari keberadaan Kak Ara lagi. Kak Kay dan Kak Seem, aku tunggu di bandara”. Aira melenggang pergi dari sana.


Seem dan Kayhan masih terdiam ditempat masing-masing. Haruskah keduanya berhenti mencari dimana keberadaan Ara? Haruskah keduanya merelakan Ara bersama orang lain? Benar kata Aira jika Ara memang tak ingin ada didalam kehidupan mereka.


Cody menunduk merasa bersalah, andai saja dia bisa jelaskan semua yang terjadi pasti tidak akan salah paham. Andai saja dia berani mengatakan dimana keberadaan Ara, pasti Ara dan Kayhan akan kembali bersama. Namun, Cody tak memiliki keberanian itu karena keluarganya sedang dalam pengawasan Bagaskara.


**Bersambung.....


Kayhan ❤️ Kimara**