
Jika memilikimu hal tersulit lantas untuk apa aku berjuang mendapatkan mu..
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Bagaimana?". Tanya Seem.
"Sepertinya dugaan kita benar Tuan, jika Tuan Jovan dan Tuan Roger membawa Nona Ara ke Belanda. Ini rekaman CCTV yang berhasil saya reta". John menunjukkan iPad nya pada Seem.
Seem melihat dengan seksama "Tidak terlihat jika Ara dan Jovan bermesraan disini. Malah Jovan dia menyentuh Ara sama sekali".
"Iya benar Tuan. Hubungan mereka memang sebatas Kakak dan Adik. Karena Tuan Jovan sahabat SMA Tuan Roger".
"Berarti rekaman yang sebelumnya itu editan?".
"Iya Tuan".
"Apa kau sudah tahu dimana Ara tinggal?".
"Belum Tuan. Orang kita sedang mencari tahu nya". Sahut John "Tuan Jovan bukan pria sembarangan Tuan, dia putra pertama dari Van Derg. Pengusaha IT terbesar di Belanda".
"Apa?!!! Jadi Jovan itu putra nya Van Derg?". Tanya Seem memastikan ditengah keterkejutan nya.
"Iya Tuan. Anda tahu Tuan Van Derg, juga turun tangan dalam menyembunyikan identitas Nona Ara".
"Kenapa Van Derg bisa turun tangan?". Seem penasaran.
"Menurut orang suruhan kita, dulu Tuan Jovan pernah menaruh rasa pada Nona Ara. Seluruh keluarga Van Derg mengenal Ara melalui cerita Tuan Jovan. Sebab itu lah mereka sangat menyanyangi Nona Ara".
Seem mengepalkan tangannya. Kenapa banyak sekali yang menyukai gadis pujannya itu?
"Apa sekarang masih?".
"Sepertinya tidak Tuan, karena Nona Ara menganggap Tuan Jovan hanya sebatas Kakak nya, sama seperti Tuan Roger".
"Baik!!! Apa tua bangka itu juga menemukan dimana Ara?".
"Tidak Tuan. Saya bisa menemukan jejak nya, ini pun melalui berbagai tahap proses yang panjang. Sebab tak ada yang berani menyebarkan identitas yang berhubungan dengan keluarga Van Derg". Sahut John lagi menjelaskan.
"Baik John!! Jangan beritahu siapapun dimana keberadaan Ara. Terus cari dimana dia tinggal, aku hanya memastikan dia baik-baik saja. Jika waktunya sudah tiba maka aku akan menemuinya disana".
"Baik Tuan". Jawab John "Mari Tuan, saya sudah menyiapkan Apartement untuk anda". John mempersilahkan Seem berjalan kedepannya.
Seem melangkah dengan lebar tatapannya sangat dingin "Bagaimana perkembangan Kay?". Tanya Seem sambil berjalan.
"Sudah ada perubahan Tuan. Cody dan Dokter Nickho masih memantau kesehatan Tuan Kay". Sahut Cody.
Seem masuk kedalam mobil dan meluncur ke Apartement pribadinya. Sengaja menghindar dan tidak mau bertemu dengan orangtuanya. Seem sangat membenci mereka.
Ditempat lain, William meninggalkan kantor KMB Group. Setelah gosip yang beredar tentang Ara yang menghilang, dia memutuskan resign dari perusahaan itu. Meski harus melewati berbagai urusan karena dia termasuk karyawan baru dan berprestasi tapi William tidak peduli.
"Will tunggu". Martha mencengkeram lengan William.
"Ada apa?". Tanya William dingin.
"Jangan tinggalkan aku Will. Aku mohon, aku mencintaimu".
William menatap Martha dengan intens. Wanita ini sebenarnya cantik, jika tidak egois.
"Maafkan aku Will. Aku tidak bermaksud melakukan itu, aku hanya ingin kamu menjadi milik ku tanpa ada Ara diantara kita".
"Tapi harus kah dengan menghilangkan nyawanya? Kau tahu Mar, karena ego dan obsesi mu Ara pergi dan hilang". William menunjuk wajah Martha dengan benci.
"Sahabat macam apa yang tega mencelakai sahabat nya sendiri". William melengang pergi dari sana.
Martha terduduk mendengar bentakan William. Pria yang dia cintai sangat membenci nya.
Ya Martha bekerja sama dengan Bagaskara untuk membunuh Ara. Malam itu saat Ara dan Kayhan keluar dari restourant, Martha diam-diam mengikuti mereka dan memberi tahu pada anak buah Bagaskara bahwa mereka berjalan kaki. Kesempatan itu tak sia-siakan, mobil Lamborghini menabrak tubuh Kayhan hingga terpental diaspal.
Ketika salah sasaran, Martha langsung pergi dari sana karena takut jika ada yang melihatnya.
Saat Bagaskara tahu jika salah sasaran, Bagaskara meminta Martha untuk mengubah rencana dan menanyakan apa kelemahan Ara. Martha memberi saran agar Ara mengugat cerai Kayhan dan membuat sebuah berita yang memojokkan Ara.
Martha dengan senang hati beracting menjadi Ara, dalam video yang menampilkan wajah Ara dan Jovan. Sedangkan pria yang mirip dengan Jovan itu adalah anak buah Bagaskara yang wajahnya sengaja diedit mirip dengan Jovan.
William mengetahui hal itu ketika media digemparkan dengan Ara yang tiba-tiba mengugat cerai suaminya yang masih dalam keadaan koma. William tidak sengaja mendengar percakapan Martha dan Bagaskara ditelpon, ketika dia hendak berkunjung kerumah Martha.
William melajukan mobil nya "Argghhhh". Dia memukul stir mobil melampiaskan kekesalan dan kemarahan nya "Maafkan aku Ra. Gara-gara wanita iblis itu, kau jadi menderita". William mencengkeram dengan keras stir.
William memarkir mobilnya dan masuk kedalam rumahnya.
"Sudah pulang Boy?". Wirna menyambut putranya.
"Iya Mom". Sahut William "William masuk kamar dulu Mom". Tanpa menunggu jawaban Wirna, William langsung naik keatas.
"Astaga, anak itu...". Wirna menggeleng kepala.
William melempar tubuhnya keatas kasur king size miliknya. Benda pipih miliknya berbunyi, dengan segera dia merongkoh saku celananya dan mengambil benda itu sambil mengeser tombol hijau dilayar.
"Bagaimana apa sudah ditemukan?".
"Maaf Tuan, semua informasi tentang Nona Ara sengaja disembunyikan".
William menghela nafas kasar "Baik, terus cari informasi tentangnya. Bila perlu cari sampai keujung dunia. Pastikan Ara baik-baik saja". Setelah berbicara William langsung menghempaskan tubuhnya.
"Dimana kamu Ra? Apa kau baik-baik saja?". Gumam William menatap langit-langit kamarnya "Aku harus menghubungi Kak Seem". William mencari nama kontak Seem diponselnya.
"Ada apa?". Suara dingin diseberang sana.
"Jangan terlalu dingin padaku Kak".
"Aku tidak suka basa-basi katakan ada apa kau menelponku?".
"Cih, Kakak tidak pernah berubah ternyata". Cibir William "Aku punya informasi tentang Ara. Nanti aku kirim". William langsung mematikan panggilannya dan mengirim data pada Seem.
William cukup akrab dengan Seem, dia mengenal Seem karena sering membeli lukisan digaleri milik Seem. William sangat mengagumi bakat yang ada pada Seem. William juga tahu jika Seem mencintai Ara. Sejak William tahu jika Seem jatuh cinta pada rekan kerjanya, saat itulah William bertekad mendekati Ara untuk Seem.
Sebenarnya William tidak mencintai Ara. Itu hanya peralihan supaya orang tidak curiga jika dirinya diutus oleh Seem untuk menjaga Ara. Sayangnya William gagal dan dia mendapat ceramah dari pria yang sudah dianggap Kakaknya itu. Malah dia yang jatuh cinta pada Ara. Namun, dia berusaha menyingkirkan perasaannya tersebut.
"William aku menugaskanmu menjaga Ara-ku bukan untuk kau lirik-lirik. Ingat tugasmu hanya menjaga nya bukan mencintai nya. Jika kau juga sampai jatuh cinta padanya, bersiaplah aku akan mengirim mu ke Antarika. Kayhan takkan becus menjaga istri kecilnya itu, maka nya aku mengirim mu. Kau paham William".
Pesan itu dan itu terus yang selalu Seem ucapkan pada William. Hingga William jenggah. Kadang William heran, Ara adalah adik ipar Seem tapi kenapa Seem sangat ingin menjaga gadis itu seperti permata? Bukan kah sudah ada Kayhan sebagai suaminya? Tapi apa yang dikatakan Seem memang ada benarnya juga jika Kayhan tak bisa menjaga Ara dengan baik faktanya saat ini Ara hilang dan mereka terpisah.
Bersambung....