
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kayhan meninggalkan gedung perusahaannya bersama Nathan dan Cody. Mereka akan pergi ke rumah Nathan karena Nickho juga sudah sampai ke Indonesia.
"Apa yang Nickho lakukan kembali ke sini?". Tanya Kayhan sedikit ketus
"Mungkin merindukanmu". Goda Nathan dia terkekeh melihat Kayhan yang kesal.
Mereka sampai dikediaman Nathan dan Naira. Segera Cody membukakan pintu untuk kedua Tuan-nya itu.
"Kay". Nickho berjingkrak senang bertemu dengan sepupu dinginnya itu.
Kayhan malah memutar bola matanya malas "Apa yang kau lakukan disini?". Tanya Kayhan menyelidik wajah sepupunya. Dia yakin jika Nickho sedang melakukan sesuatu karena tidak biasanya sepupunya itu pulang ke Indonesia.
"Minum dulu Kak". Naira meletakkan beberapa gelas minuman keatas meja.
"Terima kasih Nai". Ucap Kayhan.
Dia mengabaikan tatapan kedua sahabatnya itu. Kayhan menyenderkan punggung belakangnya sambil menarik nafas dalam.
Tanpa ada yang tahu jika Leon dari tadi menatap tak suka Kayhan. Dia seperti pria yang memiliki dendam pada Paman-nya itu. Menurut Leon, Kayhan sangat sombong tidak seperti Nickho yang ramah dan juga humble padanya.
Mereka berbincang-bincang sambil menikmati cemilan yang dibuat oleh Naira. Sesekali juga mereka menyesap minuman dalam gelasnya.
ditempat lain....
Seem juga sudah sampai di Indonesia. Dia kembali ke Negara ini tentu dengan sebuah tujuan yang tidak bisa ditebak oleh orang lain. Selain akan menjadi juri disebuah event melukis dia juga akan mencari seseorang yang dia yakini sedang berada di Negara ini.
Seem masuk kedalam Apartementnya. Sebelum pulang ke Indonesia dia sudah memerintahkan John untuk membeli apartemen baru. Seem tidak mau satu rumah dengan tua bangka yang menyebabkan penderitaannya.
"Bagaimana John?".
"Bulan depan Tuan".
Seem langsung menatap John "Apa itu tidak terlalu lama? Aku tidak suka berlama-lama disini?". Ucap Seem lagi.
"Tidak bisa dipercepat Tuan". Jawab John takut-takut jika pria yang ada didepannya ini marah padanya
Seem tak menjawab dia malah memejamkan matanya lelah. Bayangan kejadian sepuluh tahun lalu masih terngiang.
"John, apa kau sudah menemukan siapa gadis yang menghabiskan malam denganku sepuluh tahun lalu?". Tanya Seem. Sejak lima tahun lamanya dia mencari gadis itu namun hingga kini tidak menemukan dimana dan siapa gadis itu.
"Saya hanya mendapat sedikit informasi Tuan".
"Namanya Marchelle Lavigne, dia keturunan Indonesia-Inggris, setelah kejadian itu dia hamil dan diusir oleh keluarganya".
"Hamil?". Potong Seem sebelum John selesai membacakan informasi.
"Iya Tuan".
"Lanjutkan".
"Wanita itu pindah ke Indonesia sampai anaknya lahir. Tapi setelah itu dia menghilang sampai sekarang".
Seem menatap John ketika mendengar penjelasan dari asistennya itu.
"Apa tidak bisa kau memastikan dimana dia John?". Tatap Seem tajam.
"Maaf Tuan, saya sudah mencarinya. Namun saya tidak menemukan dimana keberadaan Nona Michelle". Jawab John gugup melihat tatapan mematikan Seem.
Seem membuang muka menahan emosinya.
"Lalu bagaimana dengan Ara-ku?".
"Belum ada informasi yang saya dapatkan Tuan".
Seem memejamkan matanya. Kenapa sulit sekali mencari dia gadis itu? Dimana dan kemana mereka? Apa mereka masih tinggal di bumi?.
"Cari sampai ketemu. Aku tidak mau tahu". Tintah Seem.
"Baik Tuan".
Seem melangkah menuju kamarnya. Akhir-akhir ini pikirannya sangat kacau begitu banyak hal yang berlarian dikepalanya. Entah apa yang membuatnya kembali ke Indonesia. Padahal dia sudah berjanji meninggalkan negara tersebut.
Seem menguyur tubuhnya dibawah shower menghilangkan rasa penat dikepalanya yang terasa berat.
Setelah selesai membersihkan diri, Seem segera menyambar kunci mobil dan jacket nya. Entah kemana dia akan pergi.
**Bersambung...
Kayhan ❤️ Kimara
Sekian dulu guys**....