
Akan ku perjuangkan untukmu yang terhebat kekasih impian......
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ara memakai hoddie, dengan celana jeans berwarna biru. Rambutnya dia jempol asal, dan tak lupa tas selempang kecil menemani dirinya.
Ara melangkah keluar, mengunci pintu kontrakannya dan hari ini dia akan berbelanja kebutuhan dirinya dan suami.
Tidak lupa buku kecil Ara bawa, sebagai catatan semua kebutuhan dan pengeluaran nya. Ara akan membuat laporan keuangan sendiri, seperti dulu agar dia bisa menghitung laba untuk tabungan.
Ara berjalan kepasar, untuk membeli kebutuhan nya. Bisa saja ke supermarket tapi uang dua ratus ribu hanya akan dapat beberapa bahan belanjaan saja.
"Ini, sepertinya ambil dua saja untuk stok satu bulan". Dia mengambil detergen berukuran sedang "Ini juga". Dia mengambil beberapa barang lagi.
Ara menghitung dan mencatat semua pengeluaran nya. Uang yang diberikan suaminya harus cukup untuk membeli kebutuhab mereka berdua.
"Ehem, masih ada sisa. Sebaiknya aku simpan saja untuk kebutuhan mendadak". Gumam Ara menenteng kantong belanjaannya.
Belanja Ara cukup banyak, berkat bakat tawar menawar nya dia bisa mendapatkan beberapa belanjaan dengan harga murah. Meskipun harus mengajukan tawar menawar yang absolut.
"Sekilo sepuluh ribu saja Paman, dari pada tidak laku lebih baik dijual murah. Sayang kan kalau barangnya kelamaan, nanti bisa kadaluarsa dan Paman mengalami rugi". Celetuk Ara sambil mengambil beberapa makanan yang terbungkus plastik. Begitulah cara Ara menawar dan alhasil, pendangang mau menjual dengan harga murah dari pada tidak laku.
Ara kembali melanjutkan jalannya. Sudah dua bulan dia dan Kayhan tinggal dikontrakkan, Kayhan digaji perhari dengan gaji seratus sambil dua ratus ribu dan tergantung dari banyaknya pengunjung caffe. Ara dengan kemampuan menggelola keuangan memanage keuangan suaminya. Sehingga mereka berdua tidak pernah kekurangan.
Ara berhenti didepan sebuah toko buku "Sedang mencari karyawati" Ara tersenyum.
Gadis itu masuk kedalam sambil membawa kantong belanjaannya.
"Permisi Nona, ada yang bisa saya bantu?". Sapa seorang wanita cantik, sambil tersenyum kearah Ara. Penampilannya sederhana.
"Maaf Kak, apakah disini sedang membutuhkan karyawan?". Tanya Ara.
Wanita itu tersenyum dan mengangguk "Benar Nona! Apa anda ingin melamar?". Tanya sang wanita ramah.
Ara mengangguk cepat "Iya Kak. Aku sedang membutuhkan pekerjaan sangat membutuhkan malah". Ucap Ara dengan semangat.
"Siapa namamu Nona?". Tanya sang wanita ramah
"Kimara Ferarer Kak". Jawab Ara "Tapi aku tidak punya CV". Jelas Ara dengan sendu.
Wanita itu malah tersenyum "Tidak apa Nona. Anda boleh bekerja disini, mulai besok". Senyum wanita itu.
"Ahh benar kah, terima kasih Kak". Ucap Ara kesenangan dengan senyuman mengembang "Nama Kakak siapa?". Tanya Ara.
"Saya Michelle. Nona bisa panggil saya Shella". Della mengulurkan tangan kearah Ara
"Kimara Kak, sering dipanggil Ara". Sambut Ara dengan senyum sumringah.
Ara kembali kerumahnya, dia terus saja tersenyum bahagia. Karena dia bisa membantu suaminya untuk mencari nafkah.
Ara menyusun barang belanjaan dan dia juga memasak untuk menyambut sang suami datang. Suaminya biasa datang jam sembilan malam. Jadi Kayhan bekerja dari jam enam sampai jam sembilan malam.
Kayhan sengaja mengambil dua ship agar gajinya bisa double, karena Kayhan berencana ingin membangun sebuah bisnis. Sebenarnya Jolenta ingin membantu dan bahkan mengangkat Kayhan menjadi manager di caffenya. Namun, Kayhan menolak karena dia ingin berjuang dengan kemampuannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
Tok tok tok tok tok
Ara membuka pintu dengan cepat, dia bahkan sedikit berlari.
Ara tersenyum melihat suaminya sudah berdiri didepan pintu, dengan senyuman manis diwajah lelahnya.
"Selamat malam istriku". Kayhan langsung nyosor mencium kening Ara.
Ara menggeleng melihat suaminya yang suka membuatnya terkejut "Selamat malam juga Hubby". Balas Ara "Ayo, mandi dulu sudah aku siapkan air hangat, dan setelah itu kita makan malam bersama". Ara menarik tangan suaminya, dia melepaskan jaket yang menempel ditubuh suaminya. Kayhan-nya Ara memang sangat manja.
"Terima kasih sayang, maaf merepotkan". Kayhan melingkarkan tangannya di pinggang Ara, agar lebih menempel padanya.
Kayhan melepaskan pangutannya, setelah melihat istrinya yang hampir kehabisan nafas. Dia menyatukan keningnya dengan kening Ara.
"Maaf ya sayang". Kayhan merasa bersalah saat melihat Ara terengah-engah akibat ulahnya.
"Sudah, mandi sana. Kita makan". Ara malah melepaskan pelukan suaminya dan menyuruh Kayhan mandi.
Ara memang selalu menunggu suaminya datang untuk makan bersama. Dia menahan lapar agar bisa makan sepiring bersama Kayhan.
Bagi Ara Kayhan lebih penting dari pada rasa laparnya. Bagi Kayhan Ara lebih penting dari rasa gengsinya, dia akan melakukan segala cara untuk membuat istri nya bahagia.
Kayhan sudah selesai mandi, baju kaos berwarna hitam melekat ditubuhnya dengan celana pendek sampai lutut.
"Maaf ya sayang menunggu lama". Kayhan sambil duduk dikursi plastik samping.
"Tidak apa-apa Bby. Ayo makan". Seperti biasa mereka akan makan sepiring berdua dan saling suap-suapan. Jika ada yang melihat keromantisan suami istri itu pasti akan iri, karena mereka sangat harmonis dan saling mengasihi.
Selama kurang lebih tiga bulan membangun bahtera rumah tangga, tak pernah terdengar pertengkaran diantara keduanya. Jika ada masalah mereka selalu mendiskusikan secara baik-baik.
Ara menjadi teman bicara yang baik untuk Kayhan, dia selalu mendengar curahan suaminya. Dari mulai Jolenta yang menerima Kayhan bekerja dicaffe, dan ingin mengangkatnya menjadi manager, sampai ingin membantu Kayhan membuka bisnis dan tawaran Bagaskara untuk Kayhan kembali dengan syarat harus meninggalkan Ara.
Kayhan juga selalu membantu istri kecilnya membereskan rumah, meskipun Ara menolak tapi Kayhan takkan membiarkan istrinya kecapean. Kayhan memang melarang Ara untuk bekerja, meskipun istri kecilnya itu selalu merenggek ingin bekerja agar bisa membantunya.
Tak ada yang disembunyikan keduanya. Mereka saling terbuka satu sama lain. Saling bercerita dan berbagi pendapat. Mereka adalah pasangan yang tidak sempurna tapi ketika saling mencintai dan menerima kekurangan keduanya menjadi pasangan yang saling melengkapi satu sama lain.
"Bby". Saat ini mereka sudah berada dikamar saling memeluk erat.
"Iya sayang". Kayhan menyelipkan anak rambut Ara kedaun telinga istrinya.
"Aku dapat kerja, boleh?". Wajah Kayhan langsung masam, bahkan pria itu terduduk dan menatap istrinya tajam.
"Sayang aku tidak mau...".
Ara bangun dan mengenggam tangan suaminya "Bby, izinkan aku berjuang bersamamu. Bukan aku tidak percaya Hubby bisa memenuhi kebutuhan, hanya saja izinkan aku juga memikul beban seperti mu agar kita saling merasakan bagaimana sakitnya berjuang. Aku ingin, kita mengumpulkan uang bersama dan membangun bisnis dari nol. Bukankah bisnis butuh uang?". Ara menjelaskan dengan menatap wajah kesal suaminya.
"Tapi sayang, bagaimana jika kau kecapean?". Kayhan masih saja tidak terima "Aku merasa gagal sebagai suami". Lirih Kayhan menunduk.
Ara memeluk suaminya, sambil mengelus punggung suaminya.
Ara melepaskan pelukkannya dan menatap Kayhan "Bby, kita akan berjuang bersama. Aku dan kamu, dan kita berdua adalah partner in life, so kita harus berjalan beriringan. Saling merangkul satu sama lain, dan berpegangan tangan agar kita kuat. Dengan aku bekerja, aku bisa sedikit membantumu. Setidaknya yang tabungan kita bertambah, bukankah Hubby bilang ingin berjuang tanpa bantuan orang lain, dan aku ini istrimu bukan orang lain. Jadi izinkan aku membantu ya. Pekerjaan ku tidak berat, hanya duduk sambil menunjukkan buku-buku yang bagus untuk dibaca". Jelas Ara panjang, tangannya masih mengenggam tangan suaminya.
"Tapi sayang....".
"Percaya padaku Bby. Aku ingin menjadi istri, teman perjuangan, sekaligus sahabat yang bisa membantumu dalam segala hal.
Kayhan menghela nafas. Dia menarik istrinya kedalam pelukkan hangatnya. Kayhan sungguh bangga memiliki istri seperti Ara, meski usia mereka terpaut sembilan tahun tapi istrinya selalu bisa menjadi segalanya untuk Ara.
"Terim kasih sayang, sudah mau berjuang denganku". Ucap Kayhan mengecup kepala Ara.
Ara mengangguk "Terima kasih juga Bby, sudah mau menerimaku berjuang denganmu". Balas Ara.
Kayhan terharu mendengar ucapan istri kecilnya ini. Ara-nya luar biasa dan Kayhan tak bisa bayangkan jika hidup terpisah dari Ara.
Dulu Kayhan pikir harta adalah segalanya, dan dsngan harta dia bisa bahagia dan memiliki apapun. Itulah sebabnya kenapa Kayhan bekerja keras membangun perusahaan agar hidupnya terjamin dan bahagia tanpa kekurangan dan meminta pada orangtua.
Namun, sekarang Kayhan sadar harta bukanlah sumber kebahagiaan. Faktanya tanpa harta dia sangat bahagia, walau hidup dikontrak kan kecil dengan gaji seratus sampai dua ratus perhati. Faktanya tanpa harta Kayhan bisa menikmati hidup tanpa beban dan justru setelah kehilangan segalanya Kayhan menemukan segalanya, yaitu istrinya Ara.
Sekarang tujuan Kayhan hanya satu, yaitu membahagiakan Ara dan hidup selamanya bersama Ara. Bukan Kayhan tak mengimpikan memiliki anak dan menjadi seorang Ayah, namun malah Kayhan merasa lebih bahagia tak memiliki anak bukan berarti tidak ingin, karena artinya cinta keduanya takkan terbagi untuk yang lain.
**Bersambung.......
Salam hangat.
Kayhan ❤️ Kimara**