
Aku tak pernah meminta sosok pendamping sempurna. Cukup, dia yang selalu mau menerima, segala kekurangan ku.
Namun, Tuhan menghadirkan kamu pendamping sempurna kuat tak pernah mengeluh bahagiaku selalu bersamamu
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kayhan dan Ara meninggalkan kantor polisi. Mobil itu berjalan sangat lambat, Kayhan ingin menikmati waktu lebih lama bersama gadis disampingnya ini. Meskipun gadis itu hanya diam dengan tatapan kosong kearah jendela mobil.
"Bisa temani aku?". Pinta Kayhan.
Ara mengarahkan pandangan kearah Kayhan "Kemana Tuan?". Tanya Ara.
"Ikut saja". Sahut Kayhan singkat.
Mobil mereka pun melaju, dan sampai disebuah pantai. Kayhan memarkir mobilnya.
Mereka berdua turun dari mobil dan langsung menjadi pusat perhatian. Ara tersenyum lebar menikmati udara dingin dipantai ini, Ara memang menyukai pantai dan bahkan sangat suka.
Kayhan mengajak Ara untuk duduk diatas pasir, terik sinar matahari membakar tubuh keduanya, tapi mereka malah asyik memainkan pasir ditepi pantai sambil duduk dan menatap kedepan.
"Ra".
"Iya Tuan?".
"Apa kau pernah merasakan jatuh cinta?". Tanya Kayhan tapi matanya tertuju pada kedepan menikmati indahnya pantai ini.
"Pindah dulu yuk". Kayhan kasihan melihat Ara yang tampak kepanasan, dia mengajak gadis itu untuk berteduh dikursi payung yang tersedia ditepi pantai, sembari memesan es kelapa muda untuk mereka berdua.
"Terima kasih Tuan". Senyum Ara menikmati air es kelapa muda yang membasahi tenggorokan nya itu
"Kau belum menjawab pertanyaan ku?". Ucap Kayhan sambil menyeruput minumannya.
Ara menghela nafas pelan lalu menghembuskannya seketika.
"Saya tidak pernah jatuh cinta, karena saya memang tidak ingin jatuh cinta". Jawab Ara.
"Kenapa?". Tanya Kayhan heran
"Tuan pasti sudah tahu jawabannya". Ara tersenyum kecut "Mana ada pria yang mau mencintai wanita mandul seperti saya". Lagi-lagi Ara hanya tersenyum gentir memikirkan nasibnya.
Kayhan menatap Ara dengan lekat. Setiap kali menatap wajah polos Ara, Kayhan selalu merasa damai dan nyaman saat berada didekat Ara.
"Ra".
Ara beralih menatap Kayhan "Iya Tuan?". Tanya Ara. Mereka berdua saling menatap.
"Aku... Aku...".
"Aku kenapa Tuan?". Tanya Ara heran saat mendengar ucapan Kayhan yang terputus-putus.
"Bolehkah aku mengenalmu?". Pinta Kayhan menatap Ara.
Ara tersendak mendengar permintaan Kayhan. Ini pertama kalinya seorang pria mengatakan ingin mengenalnya? Dan pria itu Boss nya sendiri, CEO diperusahaan tempatnya bekerja.
Ara mengalihkan pandangannya kedepan, dia berusaha menetralisir perasaan nya. Ara tak bisa membohongi hatinya sendiri bahwa dia merasa sangat nyaman berada didekat Kayhan, apalagi saat Kayhan memeluk nya, membuat hati Ara kian menghangat.
"Ra".
"Jangan bicara sembarangan Tuan. Mengenal maksudmu bagaimana?". Ara berusaha menahan gugupnya, padahal hatinya sudah meronta.
"Aku mencintaimu". Pengakuan Kayhan seketika membuat Ara membeku ditempatnya. Bahkan gadis itu sampai tak bisa mengedipkan matanya.
"Ra". Kayhan memegang tangan Ara "Aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini muncul. Kau adalah gadis satu-satunya yang berhasil membuat jantungku berdebar dan membuat duniaku teralihkan. Aku menyukaimu tanpa sebab dan alasan, aku mencintaimu tulus apa adanya". Ungkap Kayhan penuh harap dan bahkan matanya berkaca-kaca saat menatap manik mata Ara.
"Tuan...........".
"Ra, aku tahu hatimu sangat berat untuk menerimaku. Tapi percayalah Ra, aku tulus mencintaimu apa adanya". Ungkap Kayhan lagi.
Ara menelan salivanya kasar. Jantungnya sudah seperti orang lari maraton yang kian berdegup, apalagi saat tangan Kayhan mengenggam erat tangannya membuat Ara panas dingin.
"Ra, bagaimana? Mau kah kau menikah dengan ku?". Kali ini Ara benar-benar menatap Kayhan tak percaya. Yang benar saja pria ini mengajaknya menikah? Artinya Kayhan melamar Ara secara langsung.
Ara melepaskan tangan Kayhan "Tuan, apa yang kau ucapkan? Bagaimana mungkin kau mengajakku menikah? Apa kau tidak tahu siapa aku?". Cecar Ara sambil menggelengkan kepalanya.
"Ra, aku mencintaimu apa adanya. Aku sudah lama memendam rasa padamu. Aku cemburu saat Nickho memelukmu, aku sakit saat melihat kau menangis kala itu. Aku terluka saat mengetahui penderitaan mu". Jelas Kayhan lagi, dia ingin mengungkapkan semuanya pada Ara.
"Aku selalu bertanggung jawab pada semua ucapanku". Sahut Kayhan menyakinkan.
"Ra, bagaimana?". Tanya Kayhan sekali "Aku tidak menerima penolakkan mu Ra. Kau harus bertanggung jawab karena kau yang sudah membuat hati ini bergejolak". Seru Kayhan tetap pada pendiriannya. Tidak, Ara tidak boleh menolaknya.
"Tuan, bisakah kau memberiku waktu? Aku, tidak akan bisa memberi mu keturunan jika kita menikah. Kau sendiri sudah tahu kan bahwa aku gadis mandul?". Tegas Ara, Ara tidak mau Kayhan menyesal saat menikah dengannya.
"Aku tidak peduli Ra". Ucap Kayhan tak mau kalah.
"Beri aku waktu Tuan. Aku butuh waktu untuk mengambil keputusan. Hidup kita berbeda". Ucap Ara.
Kayhan malah menarik Ara dalam pelukkannya. Dia membenamkan kepala gadis itu didada bidangnya. Ara adalah gadis luar biasa menurut Kayhan, jika wanita lain yang dilamar Kayhan mungkin akan melompat-lompat kesenangan karena akan menjadi Nyonya Muda Bagaskara.
"Aku akan menunggu jawaban mu Ra". Kayhan melepaskan pelukkannya, lalu mengecup kening Ara dengan penuh sayang.
Ara harus jadi milik nya. Kayhan akan melakukan segala cara untuk bisa hidup bersama Ara. Meski kemungkinan besar nya keluarga Kayhan akan menolak kehadiran Ara, tapi Kayhan tidak peduli selama Ara terus berada disampingnya, Kayhan akan siap menghadapi apa saja.
Kayhan kembali melajukan mobilnya meninggalkan pantai, tangan Kayhan sebelah kiri terus saja mengenggam tangan Ara sesekali Kayhan mengecup punggung tangan Ara dengan lembut. Padahal Ara belum memberi jawaban atau balasan tentang perasaan Kayhan, tapi pria itu dengan kepercayaan diri yang tinggi sudah menganggap Ara sebagai kekasihnya.
"Tuan.....".
"Jangan memanggilku Tuan Ra. Kau sekarang bagian terpenting dalam hidupku, bukan hanya sebatas karyawan". Sanggah Kayhan.
"Kak Han". Kayhan tersenyum mendengar panggilan Ara "Kak, boleh tidak jangan beri tahu siapa pun tentang kita. Maksudku, karena aku tidak mau orang lain berprasangka buruk tentang kita". Ara berusaha mencari kata-kata yang tepat, takut Kayhan tersinggung.
Kayhan hanya tersenyum. Meskipun dia tidak setuju dengan perkataan Ara, tapi dia tidak mau gadis itu merasa tertekan olehnya
"Baiklah sayang, selagi ini yang terbaik untukmu". Ucap Kayhan lembut. Ara sama sekali tidaj baper dengan panggilan sayang Kayhan. Menurutnya itu hal biasa saja, dan tidak harus dimasukin dalam hati.
"Terima kasih Kak". Senyum Ara juga.
"Langsung pulang kerumah saja ya istirahat". Suruh Kayhan.
"Tapi Kak......".
"Jangan menolak sayang. Kau sebaiknya istirahat. Aku tahu kau lelah". Kayhan tak mau kalah.
Sampai dirumah Ara, Kayhan langsung turun dari mobil. Lalu mengitari mobil itu dan membuka kan pintu untuk seorang gadis special baginya.
"Terima kasih Kak". Ara turun dan tersenyum manis.
"Ehem, besok aku jemput berangkat kekantor". Ucap Kayhan.
"Kak, jangan".
"Kenapa?". Tanya Kayhan kecewa.
"Kak, seperti kesepakatan kita tadi, kita rahasiakan hubungan kita. Sampai aku menjawab pertanyaan Kakak. Kakak tahu kan kita jauh berbeda". Jelas Ara.
Kayhan menghela nafasnya kasar. Lalu dia memegang pundak gadis yang tingginya hanya sedada itu.
"Baiklah sayang". Kayhan mengelus kepala Ara dengan lembut dan penuh sayang. Ah kenapa Kayhan jadi bucin seperti remaja baru jatuh cinta?
"Aku pamit". Tak lupa satu kecupan mendarat dikening Ara, dan Kayhan sangat bahagia bisa mencium kening ara. Dia tahu Ara adalah gadis baik-baik dan Kayhan takkan merusak miliknya itu.
"Hati-hati Kak".
"Nanti, kalau sampai aku kabarin ya".
"Iya Kak". Ara mengecup punggung tangan Kayhan dengan sopan, membuat Kayhan membeku dan jantungnya berpacu dengan kencang.
Meskipun Ara belum memiliki perasaan apapun terhadap pria itu, tapi entah kenapa Ara merasa sangat nyaman berada didekat Kayhan apalagi saat pria itu memeluknya erat.
**Bersambung........
Udah mau sampai ke bucinnya ya guys😁 Tenang saja, ada bucin plus air mata Kayhan. huhuhu
Yuk ikuti terus.
Salam hangat.
Kayhan ❤️ Kimara**