Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 131. Masa lalu Bagaskara 2



Happy Reading đź’—đź’—đź’—đź’—đź’—đź’—đź’—đź’—


Bagaskara bekerja keras. Meski seorang pemuda miskin yang tidak memiliki apa-apa tapi dia yakin jika dia bisa sukses. Harta kekayaan sang Kakek direbut paksa oleh orang-orang yang haus akan uang. Tapi Bagaskara tak menginginkan semua itu. Dia akan berjuang dan memulai semuanya dari nol.


Waktu terus berjalan, Bagaskara membangun usaha kecil-kecilan. Dia kadang berjualan dipelabuhan atau bahkan menjadi pendagang kaki lima. Tidak ada waktu istirahat baginya. Bagi Bagaskara waktu adalah uang, istirahat sebentar akan membuatnya merasa rugi besar. Berbagai usaha dicoba oleh Bagaskara, beberapa kali jatuh bangun. Namun dia tetap bangkit. Tidak ada yang menopang, hanya Ayahnya yang mengsuport namun pria paruh baya itu tak bisa membantu banyak, dia rentan sakit.


Bagaskara juga merawat sang Ayah dengan sabar dan telaten. Beberapa tahun terakhir Ayahnya mengalami kelumpuhan total diseluruh tubuhnya. Bagaskara tak mampu membawa Ayahnya keruamah sakit, sebab biaya rumah sakit sangat mahal. Usahanya juga bangkrut karena uangnya dihabiskan untuk mengobati sang Ayah.


Waktu terus berjalan, kondisi Ayahnya Bagaskara tidak juga berubah. Semakin hari semakin menurun. Uang yang dimiliki Bagaskara juga sudah habis, bahkan hanya untuk sekedar makan saja dia tidak memiliki uang. Kadang dia harus menjadi buruh dipasar mengangkut-angkut barang dan dibayar perhari.


“Son?”.


“Iya Dad?”. Bagaskara mengenggam tangan Ayahnya. Dia tidak mau kehilangan sang Ayah. Hanya Ayahnya yang dia miliki didunia ini.


“Ada yang ingin Daddy bicarakan padamu?”.


“Katakanlah Dad”.


“Jika Daddy pergi, lanjutkan hidupmu dengan baik. Daddy ingin kau pergi ke Australia, disana ada teman Daddy. Dia akan membantumu”. Ucap sang Ayah.


“Tidak Daddy tidak boleh pergi. Daddy tidak boleh meninggalkanku”. Tolak Bagaskara tegas.


Sang Ayah malah tersenyum “Tugas Daddy sudah selesai Son. Maaf belum bisa menjadi Daddy yang baik untukmu. Jaga diri baik-baik”.


Setelah mengatakan hal itu, sang Ayah menutup mata dan pergi untuk selamanya.


“DADDY”.


“DADDY”.


“DADDY”.


Teriak Bagaskara memeluk Ayahnya dengan isak tangis yang menggema. Seketika dunianya terasa hancur dan merasakan kehampaan dalam hati dan jiwanya.


“DADDY”.


Entah akan bagaimana hidupnya tanpa seorang Ayah. Selama ini hanya Ayahnya orang selalu peduli padanya. Orang yang selalu mengsuport dan tidak pernah meninggalkannya.


Bebera tahun kemudian Bagaskara sudah berada di Australia. Dia memulai bisnis dengan bantuan sahabat Ayahnay. Meski harus jatuh bangun. Dia tetap berusaha.


Selang lima tahun kemudian. Bagaskara berhasil mengembangkan bisnisnya. Dia menjadi salah satu pengusaha yang sedang buming diperbincangkan. Perusahaan yang dia kembangkan telah merajai dunia bisnis. Bahkan perusahaanya berkembang dengan pesat hanya dalam waktu lima tahun. Bagaskara berhasil membangun beberapa perusahaan besar diberbagai Negara termasuk Indonesia dan Australia. Namanya menjadi nama yang paling banyak dikejar oleh para pembisnis dunia. Tidak heran karena terdaftar dalam pengusaha muda yang sukses dalam waktu singkat.


Hingga Bagaskara memiliki hubungan dengan artis dan model ternama, Wena George. Seorang model cantik yang tengah naik daun. Selain model dan artis dia juga pengusaha fashion. Dia memiliki beberapa butik dan juga salon di Australia. Dia salah satu artis yang memiliki job banyak dan bahkan sudah mendapat penghargaan sebagai artis terbaik ditahunnya.


Bagaskara dan Wena menikah setelah menjalani hubungan selama lima tahun. Pernikahan mereka menjadi pernikahan termewah pada masa nya. Artis-artis ternama dunia dan pembisnis ternama didunia juga hadir dalam acara pernikahan mereka yang digelar selama tiga hari tiga malam. Bagaskara tak main-main dalam menggelar pernikahan, mengingat ini moment sekali seumur hidup dia ingin membuat pesta yang tidak akan bisa dilupakan oleh nya dan sang istri. Bahkan pernikahan mereka disiarkan secara langsung dibeberapa TV swasta di Australia dan beberapa Negara lainnya.


Tak lupa Bagaskara menghancurkan orang-orang yang telah membuatnya hidup menderita. Bagaskara membuat perusahaan mereka bangkrut dan kehilangan segalanya. Dia tidak melewatkan satu inci pun tentang munsuhnya. Bagaskara melenyapkan dan membuat para munsuhnya kehilangan segalanya, seperti Bagaskara yang pernah kehilangan segalanya juga.


Pernikahannya dan Wena di anugrahi dua putra tampan, Bagas dan Bima. Kedua putranya menetap di Australia yang sama dengannya. Sedangkan Bagaskara dan Wena memutuskan pindah ke Indonesia. Tentu dengan sebuah tujuan yaitu menghancurkan orang-orang yang pernah menyakitinya.


Waktu terus berjalan. Tidak terasa kedua putra Bagaskara tumbuh menjadi pria tampan dan juga cerdas, mereka tumbuh dalam didikan Bagaskara yang keras. Bagi Bagaskara anak-anaknya harus sukses dan memiliki karier yang cemerlang.


Bagas menikah dengan Erna, awalnya Bagaskara menantang hubungan mereka. Karena Wena hanya seorang dokter biasa. Tentu sebagai pengusaha kaya dia ingin putranya menikah dengan wanita yang sepadan. Namun Bagas dan Erna tetap menikah meski tanpa direstui. Sampai kelahiran Seem, Kayhan dan Aira. Bagaskara baru mau menerima kehadiran Wena.


Tak kalah dengan Bima, saat dia ingin menikah dengan istri Deltha yang hanya sekretaris diperusahaannya. Hubungan mereka juga ditentang oleh Bagaskara. Bahkan dihari pernikahan putranya Bagaskara tidak hadir. Dia tidak sudi jika Bima menikah dengan sekretaris miskin. Namun, Bima yang memang dari dulu tidak pernah dekat dengan Ayahnya tidak mengubris sama sekali. Dia tidak peduli. Dia tetap memilih istrinya, sampai kelahiran Nickho dan Naira. Bagaskara dan Wena akhirnya menerima kehadiran Deltha dan kedua anaknya.


Bagaskara menjadi orang memandang harta dan jabatan. Pernikahan para cucunya tidak direstui karena selalu memilih orang yang dibawah mereka.


Ketika Aira dan Zico menikah, Bagaskara tidak merestuai dan bahkan tak menghadiri pernikahan cucu perempuannya itu. Begitu juga dengan Seem yang menjalin hubungan dengan wanita biasa yang hanya berprofesi sebagai manager keuangan diperusahaan miliknya. Bagaskara tak tinggal diam, dia merencanakan untuk menjauhkan gadis tak cocok itu dengan cucu pertamanya.


Sampailah kepada Kayhan dan Ara. Awalnya Bagaskara tidak mempermasalahkan siapa Ara. Namun saat dia menyelidiki siapa Ara, dia mengerem kesal dan penuh amarah.


Ara adalah cucu dari adik tirinya. Ayah Ara adalah putra dari adik tirinya. Bagaskara membunuh kedua orangtua Ara, namun saat dia menyerang keluarga itu ternyata ada gadis kecil yang berhasil diselamatkan oleh pasangan suami istri yaitu Ferarer dan Wati.


Ketika Bagaskara ingin bertemu dengan kedua orang itu, ternyata mereka sudah meninggal sebelum Kayhan membawa Ara dihadapannya.


Sejak saat itulah misi balas dendam timbul di hati Bagaskara. Bukan karena Ara mandul, tapi Ara adalah keturunan dari wanita jahat itu. Meski sudah berhasil membunuh Kakek dan kedua orangtua Ara tetap saja Bagaskara tak merasa puas. Ara harus merasakan apa yang dia rasakan. Tidak peduli siapa gadis itu? Bagi Bagaskara melihat Ara menderita adalah kemenangan baginya. Sebab itu dia selalu berusaha menyiksa Ara.


Dia merestui pernikahan Kayhan dan Ara memang memiliki maksud sendiri. Dia takkan membiarkan gadis itu bahagia. Apalagi masuk dalam kehidupan keluarganya. Tanpa Bagaskara sadari sebenarnya dia menyiksa dirinya dirinya sendiri. Tanpa dia sadari dia lah yang lebih kehilangan di bandingkan Ara. Kehilangan Kayhan dan Seem yang tak pernah mau memberinya maaf.


Bersambung.....


Kayhan ❤️ Kimara