
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah hampir dua bulan berada dirumah sakit. Hari ini Ara dan keempat bayinya diperbolehkan pulang oleh Hansel dan Nickho. Kondisi Ara juga sudah membaik. Luka bekas operasinya sudah mengering.
Semua anggota keluarga Van Derg dan Nickho sudah berkumpul disana. Tampak senyum bahagia diwajah Roger, karena akhirnya Ara sudah sehat dan bisa kembali pulang. Meski masih terlihat pucat tapi setidaknya kondisinya jauh lebih baik dari beberapa minggu lalu.
“Ayo sayang”. Roger membantu Ara duduk dikursi roda. Jovan juga ikut membantu Roger. Mereka berdua membantu Ara dengan telaten.
“Terima kasih Kak”. Senyum Ara sembari duduk dikursi roda.
“Bunda, sini Ado benelin topinya”. Aldo memperbaiki topi Ara. Wanita beranak empat itu masih dengan kepala plontosnya. Seperti butuh waktu agar rambut Ara bisa tumbuh lagi.
Ara tersenyum hangat “Terima kasih sayangnya Bunda”. Ara mengecup pipi Aldo dengan gemes.
Aldo membalas dengan menciumi seluruh wajah Ara sampai membuat wanita itu terkekeh geli.
“Hahah, geli sayang”. Tawa Ara pecah.
Mereka yang lain hanya senyum saja melihat tingkah kedua orang itu. Terlihat sekali jika Aldo menyanyangi Ara dan begitu juga sebaliknya.
Naro digendong oleh Shella. Zero digendong Joana. Zeno digendong Jolenta dan Nara digendong Nickho. Mereka berempat gemes dengan bayi-bayi Ara yang seakan mengajak mereka berbicara.
“Ayo sayang”. Roger mendorong kursi roda Arad an dibantu oleh Jovan. Sedangkan Jovanka dan Hansel mengendong anak mereka. Syaneth dan Van Derg tersenyum bahagia melihat kerukunan anak-anaknya. Apalagi sejak ada Ara dan Roger dan ditambah dengan kehadiran Nickho membuat keluarga besar itu terlihat sangat bahagia.
“Pelan-pelan sayang”. Tegur Syaneth saat Ara ingin masuk kedalam mobil.
“Iya Moe. Terima kasih ya”. Senyum Ara pada wanita paruh baya itu.
Van Derg dan Syaneth meminta agar anak-anaknya berkumpul dikediamannya. Syaneth ingin Ara dan keempat bayi menggemaskan itu tinggal bersamanya. Meski awalnya ditolak oleh Jovan. Namun Jovan tak mampu berdebat dengan Ibu nya yang cerewet tiada duanya.
Sedangkan Roger dan Shella juga tak dapat menolak. Keluarga Van Derg sudah banyak menolong mereka dan bahkan menganggap keduanya seperti anak sendiri.
Ara juga tak dapat menolak. Meski hatinya merasa tidak nyaman karena terlalu banyak merepotkan keluarga Jovan. Namun, Ara tahu jika Van Derg dan Syaneth sangat menyanyanginya. Ara bahagia, karena merasa memiliki orang tua baru. Kepedulian keluarga Van Derg membuatnya sangat terharu dan bersyukur dipertemukan dengan keluarga sebaik mereka.
“Sayang, apa masih ada yang sakit?”. Tanya Roger lembut sambil mengenggam tangan Ara. Tangan Ara yang satu digenggam oleh Aldo. Sedangkan anak-anak Ara naik mobil Jolenta bersama Nickho dan yang lainnya.
“Tidak ada Kak”. Sahut Ara tersenyum lembut. Jika tidak ada Roger Ara takkan tahu seperti apa hidupnya tanpa Kakak nya itu.
Sampai dikediaman Van Derg. Tampak para pelayan berbaris rapih dan siap menyambut sang Tuan rumah. Para pelayan juga berseragam yang sama berlogo Van Derg yang memang seragam khusus pelayna di kediaman Van Derg .
Ara turun dari mobil. Dia dibantu oleh tiga pria tampan sekaligus. Salah satunya masih kecil, siapa lagi jika bukan Aldo yang menempel terus pada Bunda Ara-nya itu.
“Surprize”.
Ara menutup mulutnya tak percaya. Dia terharu bukan main saat melihat apa yang ada didepannya.
“Happy birthday Ara”. Teriak mereka semua.
Ara berkaca-kaca, dia tak menyangka jika mereka semua mengingat hari ulang tahun Ara. Selama ini Ara tak pernah merayakan ulang tahun kecuali ketika Ayah nya masih hidup. Ayahnya itu selalu merayakan ulang tahun Ara meskipun kecil-kecilan.
“Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday happy birthday happy birthday to you”.
Joana membawa kue ulang tahun berbentuk hati, diatas nya tertanam angka 22 tahun. Joana berjalan kearah Ara yang menatapnya dengan berkaca-kaca.
“Ayo sayang, make a wish dulu”. Suruh Syaneth tersenyum.
Ara mengangguk. Dia melipat kedua tangannya dan mengucapkan segala doa dan harapan. Harapan yang membawa Ara menuju kebahagiaan
“Terima kasih Tuhan untuk umur yang boleh Kau tambahkan. Terima kasih untuk hadiahMu yang luar biasa. Jadikan aku sosok Ibu terbaik untuk keempat buah hati yang kau titipkan padaku, serta Bunda yang baik untuk pria kecil yang Tuhan percayakan untuk menemaniku, Aldo. Jadikan juga aku pribadi yang rendah hati dan selalu mengandalkanMu dalam segala hal. Tuhan bila diizinkan, bolehkah Kau berikan kesempatan padaku untuk kembali bersama suamiku. Aku merindukan dan mencintainya Tuhan. Jaga dia, dimana pun dia berada. Aku sudah tak berada disisinya. Tapi aku percaya Engkau bersamanya selalu. Amin”. Doa Ara dalam hati.
“Tiup lilinnya. Tiup lilinnya. Tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga. Sekarang juga”.
“Okey, kita hitung ya”.
“Satu. Dua. Tiga. Tiup”.
“Hussssssssssssssshhh”.
“Yeeeeeeeeeeeeeeeeee”.
Ara meniup lilinnya dengan air mata bahagia. Dia sangat bahagia, karena masih boleh diberikan kesempatan. Ara sempat berpikir jika dia tidak akan bisa bersama anak-anaknya.
“Ayo Nak potong kue nya”. Ucap Van Derg.
“Terima kasih Vader”.
Shella memberikan piring kecil dan pisau pada Ara. Gadis berkepala plontos itu, memotong kuenya menjadi beberapa bagian.
“Selamat ulang tahun sayang”. Roger mengecup kening Ara dengan sayang. Roger sangat bahagia karena bisa berkumpul kembali bersama adiknya.
“Terima kasih Kak”. Balas Ara.
“Ado”. Potongan kedua Ara berikan pada Aldo. Pria nomor dua yang begitu juga Ara cintai. Pria kecil yang selalu membuatnya tertawa.
“Selamat ulang tahun Bunda”. Aldo menghujani wajah Ara dengan banyak ciuman. Kening, mata, kedua pipi Arad an juga hidung Ara.
“Terima kasih sayang Bunda”. Ara juga mencium kening Aldo.
“Moe”. Ara menyuapi Syaneth.
“Selamat ulang tahun sayang”. Syaneth memeluk Ara dengan kasih sayang seorang Ibu.
“Terima kasih Moe”.
“Vader”.
“Selamat ulang tahun ya Nak. Semoga jadi Ibu yang kuat untuk keempat bocah kembar itu”. Senyum Van Derg saat Ara mencium punggung tangannya.
“Terima kasih Vader”. Balas Ara tersenyum hangat.
“Kak Shella. Kak Nana”. Ara menyuapi kedua wanita yang selalu ada untuknya. Wanita yang lebih dari sahabat bagi Ara.
“Selamat ulang tahun Ra”. Shella memeluk Ara.
“Selamat ulang tahun Ra”. Joana juga memeluk Ara.
“Terima kasih Kak Shella. Terima kasih Kak Nana”. Ara membalas pelukkan kedua wanita itu.
“Kak Jovan. Kak Jo”. Ara beralih pada dua pria kembar yang sedari tadi tersenyum tak sabar. Jovan dan Jolenta menyambut dengan senyum mengembang dan juga bahagia.
“Selamat ulang tahun gadis kecil”. Ucap Jolenta.
“Kak, aku sudah menjadi seorang Ibu. Bukan gadis kecil lagi”. Protes Ara.
“Heheh”. Jolenta tertawa gemes.
“Selamat ulang tahun ya Dek”. Ucap Jovan memeluk Ara.
“Terima kasih Kak Jovan”. Senyum manis Ara mengembang
“Kak Nickho”. Ara beralih pada dokter tampan yang satu ini.
“Ra”. Nickho berkaca-kaca menyambut suapan dari Ara “Selamat ulang tahun”. Ucap Nickho “Boleh aku memeluk mu”. Ara mengangguk. Nickho memeluk Ara. Dia bersyukur Ara kembali, meski dia hampir mati jantungan saat jantung Ara berhenti berdetak.
“Terima kasih Kak”. Balas Nickho.
“Kak Vanka. Kak Hansel”. Ara beralih pada pasangan suami istri yang tampak serasi itu.
“Selamat ulang tahun Ra”. Kedua pasangan suami istri itu kompak mengucapkan selamat.
Ara beralih pada keempat anaknya. Bayi-bayi itu ikut tertawa bahagia saat melihat wajah bahagia Mommynya.
Ara menciumi bayi-bayinya secara bergantian. Sungguh betapa bahagianya Ara dianugrahi bayi-bayi yang lucu dan menggemaskan.
“Terima kasih sayang sudah hadir dalam hidup Mommy. Mommy bahagia memiliki kalian”. Gumam Ara memandangi keempat bayinya
Bersambung........
Kayhan ❤️ Kimara.
Hai hai, author sengaja upload nya pas jam 12 malam🤭 karena jam dan detik ini author juga berulang tahun😁 sengaja upload nya barengan biar bisa rayain ulang tahunnya author juga🤣🎂🎉🎂🎉🎂🌹💋💋😇🌹💞❤️💕🙏
Spesialulang tahun author hari ini, author besok bakal up lebih dari satu bab😂 doain aja semoga mampu buat ngejar bab yang lainnya🤭
oke Author numpang promo yah, yuk mampir ke karya author Antara Dokter & Mafia, udah season 2. ceritanya seru bikin baper, bikin gemes dan bikin ngeri🤣
Terima kasih para readers semua yg udah mau ikutin ceritanya Ara dan Kayhan. tanpa kalian semua cerita ini gak bakal berlanjut, hehhe.
dukung terus ya.. episode nya masih panjang😂 jangan bosan ikutin terus...
LoveUsomuch ❤️