Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 100. Perasaan Seem



Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Seem masih berada di Indonesia. Dia memantau galeri lukisannya dan juga perusahaannya yang tengah bermasalah.


Namun dia mendengar kabar bahwa gadis yang bekerjasama dengan Kakeknya Bagaskara mengalami kecelakaan yang cukup membuat beberapa anggota tubuhnya terluka.


“Lalu bagaimana keadaannya?”. Tanya Seem tanpa melihat Nathan dan William yang duduk disampingnya sambil menontonnya melukis.


“Dia mengalami kelumpuhan dan juga pendarahan pada otaknya. Sekarang dia koma”. Sahut William menghembuskan nafas kasar.


“Apa kalian sudah menyelidiki kecelakaan ini?”.


“Sudah. Tapi polisi seakan sengaja menutupi fakta dan mengatakan bahwa ini kecelakaan murni”. Jawab Nathan.


Seem kembali focus pada lukisan ditangannya. Dia sangat lihai memainkan kuas itu diatas kanvas. Tak heran jika dia menjadi pelukis ternama yang karya lukisannya diincar oleh orang-orang berpengaruh didunia.


“Apa dia punya munsuh?”.


“Setahuku tidak ada”. Seru William


“Apa kalian mencurigai seseorang?”. Tanya Seem lagi


Mereka berdua menggeleng. William merasa dia tidak punya munsuh dan begitu juga dengan Martha, karena William tahu semua tentang Martha jadi dia yakin jika Martha tidak mempunyai munsuh.


“Apa kalian tidak curiga pada Bagaskara?”.


Nathan dan William saling melihat satu sama lain. Apa hubungannya dengan Bagaskara? Bukankah Bagaskara bekerjasama dengan Martha untuk menyingkirkan Ara.


“Apa hubungannya dengan Bagaskara? Bukankah Martha bekerjasama dengannya? Lantas untuk apa dia menyingikrkan Martha?”. Tanya Nathan menatap kearah Seem.


Seem tersenyum sinis “Dia Kakeku dan aku sangat mengenalnya. Pria tua itu licik dan tidak tahu diri”. Ucap Seem “Aku yakin dia menyingkirkan Martha karena takut jika gadis itu buka mulut dan mengatakan semua yang dia lakukan pada Kay dan Ara”.


Nathan dan William saling melihat satu sama lain, mereka tercenggang mendengar perkataan Seem yang menurut mereka itu sedikit mustahil.


“Apa Bagaskara setega itu?”. Tanya William tanpa sadar tangan pria itu mengepal dengan erat sehingga buku-buku tangannya terlihat memutih.


Lagi-lagi Seem tersenyum sinis “Jangan kan hanya melenyapkan Martha yang bukan siapa-siapa baginya, dia juga tega menabrak cucu nya sendiri hanya demi ambisi dan kepuasaan”.


Nathan dan William terdiam yang diucapkan oleh Seem ada benarnya juga


“Sebaiknya, kalian kembali ke rumah sakit dan menjaga gadis itu. Aku yakin jika Bagaskara takkan membiarkan dia hidup”. Ucap Seem dia beralih menatap Nathan dan William “Jadilah laki-laki cerdas dan bijak. Jangan mudah tertipu dengan tampilan luar. Kalian tidak mengenal siapa Bagaskara, dia juga pernah menghancurkanku dan masa depanku. Jadi lindungilah orang yang kalian cintai, sebelum dia mengambilnya dengan paksa”. Timpal Seem menatap keduanya, suaranya terdengar lirih dan penuh emosi.


“Dia manusia paling jahat yang pernah aku kenal. Aku menyesal memiliki Kakek sepertinya”. Ucap Seem dia memejamkan matanya untuk menetralisir semua emosi yang ingin pecah didadanya.


“Sebaiknya kalian kembali”. Suruh Seem


“Baik Kak”. Kedua pria itu pun berlalu meninggalkan Seem yang masih duduk disoffa apartement nya.


“Arggggghhhhhhhh”. Pekik Seem tersandar di sofa.


“Hiks hiks hiks hiks hiks”. Laki-laki itu menangis. Perasaannya kembali hancur dan tak berdaya merasakan sakit yang luar biasanya.


“Kenapa kau sangat jahat Bagaskara? Siapa aku ini bagimu? Apa aku bukan cucumu?”. Pekik Seem sambil berteriak.


“Hiks hiks hiks hiks”. Dia menangis sejadi-jadinya.


“Kau selalu merebut semua kebahagiaanku. Kau menjebak kekasihku tidur bersama pria lain dan sekarang kau mengambil Ara-ku. Aku takkan pernah memaafkanmu Bagaskara”. Pekik Seem menyeka air matanya.


Lelaki yang selalu ingin kuat itu nyatanya sangat rapuh. Karena keegoisan orangtua nya membuat Seem menderita. Ambisi keluarganya menekannya untuk jauh lebih menderita. Kadang Seem tak habis pikir apa yang dipikirkan orangtuanya. Apakah mereka ingin anak-anaknya bahagia? Atau sekedar ingin memenuhi egonya?


“Ara, hikssss. Dimana kamu Ra? Dimana kamu? Kemana lagi aku harus mencarimu? Aku tidak masalah kau menjadi millik Kay, karena aku masih bisa melihatmu dari jauh. Tapi sekarang aku tidak terima jika kamu pergi jauh, aku tidak tahu bagaimana keadaan dan kondisimu saat ini? Apalagi kau sedang mengandung anak dari pria itu. Ra”. Gumam Seem meluapkan Seem meluapkan semua kemarahan dan kerinduannya.


Berapa kali pun Seem mengatakan dirinya ikhlas melepas Ara, namun nyatanya dia hanyalah pria lemah yang jika mencintai maka sangat dalam. Kehilangan Ara nya membuat hidup Seem kembali berantakkan. Padahal dia belum mengungkapkan perasaannya pada gadis itu dan gadis itu juga tidak tahu perasaan nya seperti apa. Tapi Seem sudah merasakan patah hati yang luar biasanya.


“Kenapa Ra? Kenapa sulit sekali melupakan dan mengikhlaskanmu?”. Gumam Seem. Lelaki itu menangis dengan keras. Untung saja aparement mewah itu hanya dihuni oleh dirinya, karena Seem yang tidak menyukai keramaian hanya memakai asissten rumah tangga dipagi hari dan malam hari.


Di Australia.


Kayhan tengah serius dengan laptop didepannya. Bulu-bulu halus mulai tumbuh didagu pria tampan itu tapi dia sudah tak peduli. Dia menyibukkan diri dengan pekerjaan dan berbagai hal yang bisa membuatnya melupakan Ara-nya.


“Huffhhh”. Kayhan menghembuskan nafas pelan.


“Bagiamana Cody?”. Tanya Kayhan pada Cody yang duduk dimeja tidak jauh dengannya.


“Dugaan kita benar Tuan bahwa Nona Ara berada di Belanda. Namun tempat dia tinggal masih belum ditemukan”. Ujar Cody yang sudah berdiri sambil memberi laporan


Kayhan tersenyum puas, kemampuannya dibidang IT memang tak bisa diremehkan. Walaupun keberadaan Ara masih belum dipastikan setidaknya sudah ada petunjuk tentang mantan istrinya itu.


“Bagus”. Dia tersenyum smirk “Ajukan kerjasama dengan Van Derg Corp, pastikan mereka tidak tahu jika aku pemilik perusahaan yang akan bekerjasama dengan mereka. Tawarkan nilai diatas satu triliun dan aku yakin mereka akan langsung menerima kerjasama dengan kita”.


“Baik Tuan”. Sahut Cody.


“Satu lagi Cody, aku mendengar bahwa perusahaan Van Derg yang ada di Indonesia sedang goyang, suntikkan dana pada perusahaan itu dan pastikan juga perusahaan itu kembali bangkit dengan begitu aku bisa meminta Jovan untuk menemuiku menjalin kerjasama atas nama perusahaan”. Ujar Kayhan


“Baik Tuan”. Cody kembali duduk dimejanya, dia melanjutkan pekerjaaan nya dan melakukan tugas-tugas yang diperintahkan oleh Kayhan.


Kadang Cody heran dan bertanya-tanya pada dalam hati, Kayhna selalu mengatakan membenci Ara tapi dia juga mencari keberadaan Ara. Sebenarnya Cody ingin mengatakan apa yang terjadi tentang Ara pada Kayhan, namun Cody masih belum berani karena keselamatan keluarganya akan terancam. Cody merasa bersalah pada Ara yang tidak bisa membantu gadis itu tapi Cody juga tidak bisa berbuat banyak dirinya hanya anak buah yang bertahan hidup dengan bekerja bersama Kayhan.


**Bersambung......


Kayhan ❤️ Kimara**