Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 147. Tikus Kecil.



Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Mata Kayhan membulat sempurna saat ada yang masuk kedalam sistem keamanan.


"Sial". Umpatnya dengan kasar.


"Cody". Teriak Kayhan dengan nafas memburu


"Iya Tuan". Cody datang dengan buru-buru. Suara Kayhan seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja.


"Cepat cari tikus kecil yang mencoba meretas data ku. Cari sampai ketemu. Jangan kembali jika kau belum menemukannya". Tintah Kayhan


Cody menelan salivanya kasar "B-baik Tuan". Cody menjawab dengan sedikit tergagap


Kayhan mengusap wajahnya kasar. Baru kali ini ada orang yang berani meretas identitas miliknya dan baru kali ini juga ada orang yang baru.


Kayhan mengotak-atik komputer nya. Selama ini tidak ada yang menyaingi nya didunia IT.


"Kau tidak lepas tikus kecil". Kayhan tersenyum licik. Kayhan menatap layar ponselnya.


"Disini kan perumahan elit". Gumam Kayhan ketika menemukan alamat dari peretas datanya.


"Tidak jauh dari sini". Ucapnya lagi.


"Baiklah, aku akan menangkapmu". Kayhan menyeringai licik.


Sementara ditempat lain...


Tiga bocah kembar seusia sedang asyik dengan komputer didepan mereka. Ketiganya terlihat begitu ahli seperti orang dewasa yang benar sudah lama mendalami dunia IT.


"Kak, sepertinya Daddy menemukan alamat kita. Dia mengirim virus untuk menyerang". Ujar Zeno


"Tunggu sebentar, Kakak sedang membuat virus baru. Tunggu sebentar Kakak akan kirim ke komputer kalian". Seru Naro tanpa melihat kedua adiknya.


"Iya Kak". Jawab keduanya kompak sambil mengangguk.


Bocah-bocah menggemaskan itu kembali melanjutkan aksinya.


"Tekan enter".


"Tak.............".


"Berhasil. Pria itu tidak akan bisa menemukan kita". Senyum Naro.


Zero dan Zeno manggut-manggut "Kakak hebat". Zeno mengacungkan jempolnya untuk Naro.


Naro hanya tersenyum tipis lalu mematikan komputer nya. Dia yakin esok pagi akan terdengar kabar menghebohkan dunia. Dimana crazy rich CEO mengalami kecurian data. Sungguh lucu sekali.


Naro tersenyum licik. Dia takkan membiarkan pria itu hidup dengan tenang apalagi sudah pernah menyakiti orang yang dia sayangi.


"Ayo kita kembali. Takut Mommy mencari". Ujar Naro pada kedua adiknya.


"Ayo Kak". Keduanya mengikuti Naro keluar dari ruangan Jovan. Tidak lupa mereka meretas CCTV yang ada diruang kerja Jovan supaya Ayah mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.


Naro, Zero dan Zeno masuk kedalam kamar dengan mengendap-endap.


Ketiga nya kembali berbaring ditempat masing-masing. Tak lupa kecupan kecil mereka sematkan dikening Ara.


Naro menatap Ara dengan lembut dan penuh cinta. Pria kecil itu tersenyum melihat wajah damai sang Mommy yang tengah terlelap.


"Naro janji Mommy. Naro akan menjaga Mommy. Naro tidak akan membiarkan pria itu menyakiti Mommy lagi". Batin Naro.


Naro berbaring menatap wajah sang Ibu. Sementara Zero dan Zeno sudah terbang ke alam mimpi. Nara memeluk Ara dengan tangan munggilnya. Naro pun ikut terlelap bersama sang Ibu dengan senyuman.


Keesokan paginya. Saat Ara sedang menyiapkan sarapan dan pakaian untuk keempat anaknya, dia dikejutkan dengan berita yang tengah viral. Perusahaan mantan suaminya diretas, semua data dan identitas perusahaan hilang begitu saja.


"Kak Han". Gumam Ara ketika melihat Kayhan yang sedang melakukan konferensi pers.


Begitu juga dengan Jovan dan Shella yang melihat berita itu sempat syok dan juga kaget. Tentu mereka menatap Ara takut jika Ara kembali bersedih melihat berita suaminya. Namun, Ara terlihat biasa saja. Wanita empat anak itu memang sepertinya sudah berhasil bangkit dari patah hatinya.


Ara menatap ketiga putranya dengan menyelidik. Dia yakin jika ini adalah ulah para putranya. Siapa lagi yang ahli IT selain ketiga putranya itu.


Jovan dan Roger saja di kalahkan oleh ketiga putranya, apalagi Ayah nya Kayhan.


"Naro, Zero, Zeno". Ara melipat tangan didadanya menatap selidik kearah tiga bocah menggemaskan itu.


"Katakan pada Mommy apa yang kalian lakukan.". Tanya Ara. Meski dalam keadaan marah dia tetap bersikap lembut pada putra-putri nya dia tidak mau membuat anak-anak nya tertekan.


Naro, Zero dan Zeno menunduk sambil meremes ujung baju mereka. Saling senggol menyenggol sudah menjadi ciri khas mereka saat melakukan kesalahan dan Ara sudah hafal kelakukan anak-anaknya.


"Maaf Mom". Ujar Naro menunduk.


Ara menghela nafas berat. Meski sudah biasa menghadapi sifat anak-anaknya namun tetap saja dia wanita biasa yang bisa mengeluh.


"Ayo ikut Mommy". Ara menggandeng tangan Naro dan Zeno sementara Zero mengandeng tangan Zeno.


"Kak Jovan. Aku pinjam ruang kerjamu sebentar".


"Iya Ra". Jawab sopan tersenyum. Dia tahu jika Ara ingin membuat ketiga anaknya mengerti. Selalu begitu jika ketiga anaknya melakukan kesalahan maka Ara juga membuat ketiga anaknya memperbaiki kesalahan mereka.


Ara membawa anak-anaknya keruang kerja milik Jovan. Ketiga bocah itu hanya menurut pasrah. Naro pikir sang Mommy tidak akan tahu perbuatan mereka.


Ara mendudukkan ketiga anaknya disoffa ruang kerja Jovan, dia mengambil laptop yang masih terlipat di meja Jovan.


Lalu Ara beralih pada ketiga anaknya.


"Sayang, dengarkan Mommy. Mommy tidak mau kalian melakukan pekerjaan yang salah lagi. Mommy tidak mau kalian menganggu perusahaan orang lain". Ara menghela nafas berat "Mommy, merasa gagal menjadi orang tua jika kalian terus seperti ini".


Sontak ketiga bocah itu menggeleng. Ketiganya memeluk Ara dengan berkaca-kaca.


"Maafkan Naro Mommy, hikss".


"Maafkan Zero juga Mommy, hiksss".


"Zeno juga minta maaf Mommy, hikss".


Ketiga nya memeluk Ara dengan isakkan penyesalan. Itu adalah senjata Ara supaya anak-anaknya mau mengakui kesalahan mereka.


Ara berjongkok menyamakan tingginya dengan ketiga anaknya.


"Mommy sudah memaafkan kalian. Sekarang cepat kembalikan data yang kalian curi". Suruh Ara sambil menyerahkan laptop ditangannya.


"Iya Mom". Segera Naro mengambil laptop itu dari tangan Ara.


Naro membuka laptop itu dengan begitu lincah tanpa mengetahui kata sandinya. Ara sampai melonggo tak percaya dengan kemampuan putranya. Berkali-kali wanita itu menelan salivanya dengan susah payah.


"Susah Mommy. Maafkan Naro ya". Ujar Naro meletakkan laptopnya. Tangannya memegang tangan Ara.


Ara tersenyum lebar "Sayang Mommy dulu".


Cup cup cup cup cup cup cup.


Naro menghujani wajah Ara dengan ciuman.


"Mommy". Renggek Zero dan Zeno manja.


"Sayang Mommy". Ara menunjuk wajahnya.


Cup cup cup cup cup cup cup cup cup.


Ara terkekeh geli merasakan ciuman para putranya.


"Ingat jangan ulangi lagi?". Tegas Ara.


"Siap Mom". Ketiganya mengangguk dengan patuh.


"Ya sudah ayo. Ayah sudah menunggu". Ara menggandeng tangan ketiga anaknya keluar dari ruang kerja Jovan.


Di KMB Group....


Kayhan terheran-heran melihat data yang hilang kembali utuh dikomputernya.


"Kenapa dia mengembalikannya? Siapa sebenarnya dia?". Batin Kayhan menyimpan data yang sudah kembali itu.


Kayhan akhirnya bisa bernafas lega saat saya perusahannya kembali. Sebenarnya tidak masalah jika perusahaan nya itu bangkrut hanya saja disayangkan jika harus kalah oleh tikus kecil yang bahkan tidak Kayhan ketahui siapa.


**Bersambung.


Kayhan ❤️ Kimara**