
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Bagaimana kondisi gadis itu?". Tanyanya menyesap rokok yang terselip diantara kedua jarinya
"Dia mengalami patah tulang, lumpuh dan pembekuan darah bagian otak Tuan. Sekarang dia sedang koma". Sahut anak buahnya.
"Bagus". Dia tertawa penuh kemenangan.
"Apa sudah dikirimkan fotonya pada gadis mandul itu?".
"Sudah Tuan! Tapi tidak ada respon. Sepertinya akun itu bukan milik Nona Ara".
Bagaskara mematikan rokoknya. Tatapannya tajam, dia seperti siap menerkam siapa saja yang berada didepannya.
"Perintahkan semua pengawal untuk mencari keberadaan wanita mandul itu. Susun rencana yang bisa membuat Jovan menyerahkannya".
"Baik Tuan". Sahut sang Asissten.
"Hancurkan perusahaan Van Derg yang ada di Indonesia dan pastikan besok perusahaan itu gulung tikar".
"Baik Tuan".
"Lakukan tugasmu". Tintah Bagaskara.
"Baik Tuan. Saya permisi".
Bagaskara mengerem kesal. Baru kali ini Bagaskara sulit menemukan seseorang, biasanya hanya dengan jentikkan jari saja dia bisa menghancurkan orang-orang yang dia benci.
Bagaskara menghembuskan nafas kasar, emosi yang semakin meningkat dengan bertambahnya usia.
"Aku pasti akan menemukanmu gadis mandul". Geram Bagaskara.
Dia mengambil benda pipih miliknya. Lalu menghubungi seseorang
"Hallo, cari keberadaan gadis mandul itu dimana pun dan aku tidak mau tahu kau harus menemukannya. Habisi dia jangan biarkan dia hidup didunia ini".
"Baik Tuan".
Ditempat lain
Wena dan Erna sedang duduk ditaman belakang, mertua dan menantu itu sedang menikmati secangkir kopi.
"Mom, bagaimana keadaanmu?". Tanya Erna pada Ibu mertuanya. Sebab beberapa waktu lalu wanita berumur itu pernah drop tiba-tiba karena terlalu banyak berpikir.
"Mom, sedang memikirkan Kay dan Seem. Kenapa mereka jadi seperti ini? Padahal dulu mereka adalah anak-anak penurut. Bahkan apapun yang dikatakan mereka selalu menuruti tanpa bantahan". Wena menghela nafas pelan.
Erna mengelus pundak Ibu mertuanya "Ini semua gara-gara gadis mandul itu". Geram Erna tangannya masih mengelus pundak Wena.
Wena menghela nafas "Pengaruh gadis itu cukup kuat untuk kedua cucuku. Seem yang menderita OCD saja bisa ditaklukan gadis itu. Entah apa kelebihan nya?". Ucap Wena terasa berat.
"Aku pikir, setelah kita memisahkan gadis itu dan Kay, Kay akan kembali pada kita. Tapi apa yang kupikirkan malah salah, Kay bahkan keluar dari keluarga kita". Gumam Wena lagi. Ada rasa bersalah dihatinya melihat Kayhan dan Seem yang sama sekali tidak mau kembali ke keluarga mereka.
Erna terdiam mendengar ucapan Ibu mertuanya. Sebenarnya dalam hati Erna ada penyelesalan ketika mengingat semua ucapan Seem yang mengatakan tidak mau kembali lagi ke keluarga Bagaskara.
"Aku juga berpikir dengan perginya Ara, Kay akan hidup bahagia tanpa wanita mandul itu. Namun, nyata nya Kay bahkan terlihat sangat rapuh. Ada rasa sesal dihatiku". Curhat Wena pada menantunya.
Erna merangkul bahu mertuanya "Semua salah Ara Mom. Kita sebagai orang tua memang wajar memilih yang terbaik untuk anak kita. Wanita itu saja yang tidak tahu diri". Ucap Erna.
Wena menggeleng dia menatap menantunya "Kita salah Er, ini bukan salah Ara. Tapi ini salah kita. Benar kata Kay, bukan dia yang tidak paham pada keinginan orangtuanya tapi kita lah yang tidak mau tahu kebahagiaan anak kita sendiri. Kau lihat, Kay adalah pria dingin tapi sejak bertemu Ara dia berubah dan sangat mencintai Ara". Jelas Wena melepaskan rangkulan Erna.
Erna menatap Ibu mertuanya. Dia tak menyangka Ibu mertua nya akan membela Ara. Padahal Ibu mertua nya itu sangat membenci Ara.
"Apa Mom mulai menyukai Ara?".
"Tidak! Mom hanya merasa bersalah".
Erna memincingkan mata menatap mertuanya aneh. Apa wanita tua ini mulai terpengaruh pada Ara? Atau dia menyesal karena sudah membuat Kayhan menderita.
Wena adalah wanita berambisi, mantan model pada zaman nya itu selalu mendapatkan apa yang dia mau tak peduli apa dan siapa yang harus dikorbankan. Termasuk menyingkirkan Ara adalah rencana Wena dan Bagaskara. Mereka berpikir Kayhan akan kembali setelah berpisah dari Ara. Tapi kenyataannya bukan kembali malah keluar dari nama keluarga dan menghilangkan nama belakang dari pada harus menjadi bagian dari keluarga Bagaskara.
Bagaskara seorang pria ambisius, dia menggunakan kekuasaan nya untuk mendapatkan apa saja yang dia inginkan. Kekayaan yang dia miliki membuatnya leluasa melakukan apa saja termasuk merebut kebahagiaan para cucunya.
Rencana Bagaskara untuk membunuh Ara semakin menjadi-jadi. Apalagi sejak Ara pergi Kayhan dan Seem tak pernah sekali pun pulang atau sekedar menanyakan kabar nya. Bagaskara berpikir jika Ara benar-benar mati mungkin kedua cucunya akan kembali.
Bersambung.
Kayhan ❤️ Kimara.
Hai guys........
apa kabar kalian para pembaca setiaku. terima kasih sudah baca karya author.
jangan lupa dukungan kalian ya......