
Menghindar adalah caraku melupakan rasa yang ada. Maaf jika terkesan menjauhi mu, bukankah akan lebih baik jika aku tak melihat mu? Itu akan membuat ku mudah melupakan semua rasa yang pernah ada.
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹
Seem sudah duduk dengan manis dijet pribadi miliknya. Pria tampan berwajah dingin dan menderita OCD tersebut, memilih pergi dan melupakan semua cintanya pada gadis pujaannya.
Seem harus pergi sejauh mungkin, agar bayangan Ara tak terlintas dibenaknya. Meskipun Seem ingin sekali melindungi Ara, karena dia tahu jika keluarga nya akan merencanakan sesuatu untuk Ara yang membuat wanita itu menyerah. Namun Seem yakin jika Kayhan bisa melindungi Ara-nya.
"Aku harus melupakanmu Ra. Terima kasih sudah hadir, dan terima kasih pernah melukisku. Aku mencintaimu, dan maaf aku tidak pernah mengatakannya karena sekarang kau sudah menjadi milik adikku. Jaga diri baik-baik Ra. Aku harap Kayhan adalah pilihan yang tepat untukmu. Tapi jika Kayhan berani menyakiti apalagi meninggalkanmu, ketahuilah Ra, aku akan datang dan merebutmu darinya. Mungkin ini terdengar jahat, tapi aku tidak mau kau menderita dan tersakiti, kau adalah gadis kecil ku yang sangat berharga". Seem memeluk lukisan yang sempat Ara buat untuk nya. Tanpa sadar setetes butiran bening lolos dipelupuk matanya.
Seem sangat mencintai Ara, karena hanya Ara yang membuatnya sembuh dari OCD. Namun, sayang cinta Seem bertepuk sebelah tangan karena ternyata Ara adalah cinta pertama adiknya Kayhan.
Pernah terblesit dibenak Seem untuk merebut Ara secara paksa dipelukka Kayhan. Namun Seem takut itu menyakiti Ara dan membuat gadis itu bersedih. Seem juga tak ingin jika Ara tersiksa bersama nya.
Sebab itu Seem memilih pergi dan melupakan gadis kecil pencuri hatinya. Bukankah cinta tidak harus memiliki?
Seem kembali ke London, dia akan menepi lagi ditempat ini. Tempat yang akan membuat dirinya lupa akan kenangan bersama Ara.
Jet pribadi milik Seem, landing di Mansion mewah miliknya. Di Mansion itu, hanya ada dirinya sendiri dan beberapa pelayan pria yang setia menemani Seem.
"Selamat datang Tuan Muda". Sang Assisten mempersilahkan Tuan Muda nya untuk masuk.
"John, ke ruang kerjaku sekarang". Tintahnya pada sang Asissten.
"Baik Tuan Muda". John mengikuti Seem ke ruang kerjanya.
Tak biasanya Tuan Muda-nya itu mengajaknya keruang kerja. Pasti ada sesuatu yang ingin diperintahkan oleh Seem.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan Muda?". Tanya John membungkuk hormat saat mereka sudah sampai diruang kerja Seem.
Seem menyenderkan punggungnya dikursi kebesaran miliknya.
"Tolong, cari itu tentang gadis ini. Sedetail mungkin". Seem menyerahkan selembar foto pada John.
John mengambilnya dengan kening berkerut "Bukannya ini istri Tuan Muda Kayhan, Tuan?". Tanya John heran. Mengapa Tuan nya sangat ingin mengetahui identitas istri adiknya sendiri? Pikir John.
"Aku tahu". Jawab Seem ketus "Aku ingin kau mencari informasi tentangnya dan jangan ada satu pun yang terlewatkan". Perintah Seem "Pastikan informasi yang kau dapat itu benar dan aku tidak mau kau melakukan kesalahan. Satu lagi, awasi Mansion Grandfa yang ada di Indonesia. Anak tenggik itu belum bisa menjaga istrinya sendiri". Perintah Seem tegas, wajahnya datar dan dingin. Ya Seem tahu jika Ibu dan Neneknya selalu menyiksa Ara. Yang membuat Seem geram, Kayhan sama sekali tidak tahu dan Ara juga di ancam untuk tidak memberitahu suaminya.
"Baik Tuan muda".
"Kau boleh keluar".
Meskipun bingung John tetap melaksanakan perintah Seem. Dalam hati bertanya-tanya, ada hubungan apa antara Ara dan Seem? Kenapa Seem sangat ingin melindungi istri dari Tuan Muda Kayhan.
Kayhan baru kembali dari kantor, dia tersenyum hangat saat istrinya sudah berdiri dengan tersenyum didepan pintu Mansion.
"Kak".
"Selamat malam istriku". Kayhan mengecup kening Ara dan Ara mengecup punggung tangan Kayhan memberi hormat pada suaminya.
"Sini Kak, biar aku bawain tas sama jasnya?". Pinta Ara ingin mengambil tas dan jas Kayhan.
"Jas saja ya sayang, tas aku berat isinya laptop". Kayhan menyerahkan jasnya kepada Ara.
"Iya Kak". Ara mengambil jas yang mengantung ditangan Kayhan "Ayo Kak". Mereka berdua masuk.
Ara menyiapkan pakaian suaminya sebelum makan malam bersama anggota keluarga Kayhan.
"Sayang". Kayhan memeluk Ara dari belakang, dia menghirup harum bau tubuh istri kecilnya itu.
"Iya Kak". Ara membalikkan badan menatap suaminya.
Tangan Kayhan meraih pinggang Ara untuk menemp didada bidangnya "Apa hari ini semua baik-baik saja?". Tanya Kayhan dia bisa membaca wajah lelah Ara yang seperti melakukan pekerjaan berat.
Ara tersenyum sambil mengelus wajah suaminya "Semua baik-baik saja Kak. Aku suka tinggal disini". Bohong Ara
Kayhan bukanlah pria bodoh yang mudah dibohongi, dia tahu jika istrinya selalu disiksa oleh Ibu dan Nenek nya "Sayang, jika lelah katakan padaku ya? Jangan takut, aku bersamamu". Kayhan mendaratkan kecupan dikening Ara.
Ara berusaha menampilkan senyum terbaik supaya suaminya tidak curiga "Aku tidak akan merasa lelah Kak, selama bersama Kakak aku akan baik-baik saja". Balas Ara tersenyum manis.
"Ck, istri kecilku sudah pandai mengombal ya?". Kayhan mengelitik pinggang Ara dengan gemes "Rasakan ini". Gelitik Kayhan.
"Hahha Kakak. Geli Kak". Ara berlari menghindari Kayhan dan mereka saling kejar-kejaran seperti anak kecil.
Sebenarnya mereka adalah dua pasangan yang sama-sama memiliki darah dingin. Kayhan memang sudah dingin sejak lahir, bisa diluluhkan oleh gadis kecil yang tidak terpesona padanya. Ara yang dingin dan sedikit pendiam karena banyaknya masalah yang menimpanya, kini bisa menjadi pribadi yang hangat dan juga perhatian sejak mengenal dan menikah dengan Kayhan.
"Sudah ahhh capek Kak, aku menyerah". Ara terlentang dikasur king size.
"Iya capek". Kayhan ikut terlentang di samping istri nya. Mereka berdua saling melihat, lalu tertawa karena mengingat tingkah konyol mereka.
"Sayang".
"Iya Kak?".
"Maaf ya".
"Maaf untuk apa Kak?".
"Karena belum bisa membuatmu bahagia". Lirih Kayhan "Aku janji akan membawamu keluar dari sini, setelah semua urusanku selesai". Ara mendekati istrinya lalu memeluk istrinya dengan erat "Maaf sudah membuat mu menderita". Peluk Kayhan.
Ara bingung, kenapa suaminya berbicara seperti ini? Ara sudah cukup bahagia hidup bersama Kayhan. Meskipun setiap hari ketika Kayhan kerja dirinya akan kembali disiksa oleh mertua dan Nenek mertuanya.
"Kak". Ara melepaskan pelukkan Kayhan dan menatap wajah suaminya "Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Kakak hanya perlu selalu ada untukku dan tidak meyakinkanku bahwa kita bisa melewati ini berdua". Ucap Ara.
Kayhan menyatukan keningnya dengan Ara "Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu". Ucap Kayhan. Lalu dia memiringkan wajahnya dan mengecup bibir istrinya dengan lembut. Ciuman yang awalnya lembut dan penuh perasaan kini malah menuntut lebih.
Kayhan melepaskan pangutannya "Sayang, boleh kah?". Tanya Kayhan dengan suara serak, dirinya sudah dipenuhi gairah. Setiap kali berdekatan dengan istri kecilnya, Kayhan selalu tak bisa menahan hasratnya.
"Lakukanlah Kak". Senyum Ara.
"Terima kasih sayang, aku akan melakukan nya dengan lembut". Kayhan mengecup kening Ara.
Jadilah malam seperti malam-malam yang sudah terlewati. Bahkan mereka melewatkan makan malam. Kayhan sengaja, karena dia tidak ingin makan malam bersama keluarganya yang kejam itu.
**Bersambung............
Salam Hangat.
Kayhan ❤️ Kimara**