
Munsuh terbesar adalah keluarga.
Dilawan susah.
Dibiarkan semakin menjadi......
Happy Reading ๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Suara dentingan sendok saling menggema diruang makan keluarga Bagaskara yang ada di Australia.
Disana tampak ada Kayhan, Seem, Nickho, Aira dan juga Zico. Orangtua Nickho yang merupakan adik kandung dari Bagas, atau anak Bagaskara yang nomor dua.
Tampak juga Bagaskara dan Wena, Bagas dan Erna. Semua makan dalam diam.
Setelah dirayu dan dibujuk oleh Bima, adik kandung Bagas. Akhirnya Kayhan dan Seem menurut saja. Seem yang sudah hampir sampai di Bandara saat akan kembali ke London, tiba-tiba mendapat telpon dari Nickho bahwa orang tua Nickho ingin bertemu dengannya.
Setelah makan mereka semua berkumpul diruang tengah. Mansion mewah itu memiliki beberapa ruang khusus.
"Jadi apa yang ingin kalian bicarakan?". Tanya Kayhan tanpa basa-basi, dia tidak suka berlama-lama berada ditengah Keluarga sombong itu.
Bima menghela nafas "Dengarkan saja dulu Kay". Sahut Bima.
Nickho melihat Seem dan Kayhan secara bergantian, lalu menghela nafas berat. Dia kakak beradik itu kelihatan kompak dalam menunjukkan ekspresi wajahnya.
"Seem dan Kayhan. Kalian harus kembalikan nama kalian di kartu keluarga Bagaskara". Perintah Bagaskara tegas pada kedua cucunya.
Seem tak bergeming, dia terlihat santai bahkan tak terusik. Begitu juga dengan Kayhan tampak tak peduli dengan yang diucapkan Grandfa nya.
"Kak". Tegur Aira pada kedua kakaknya. Seem dan Kayhan melihat kearah Aira mengerutjan dahinya seakan bertanya kenapa Aira memanggilnya.
"Ayolah Kak kembali. Kita bisa selesaikan masalah ini dengan baik". Pinta Aira penuh harap "Setidaknya kembalilah ke keluarga". Timpal Aira lagi.
"Baik, jika tidak ada lagi aku pamit". Seem berdiri dari duduknya. Dia tidak bisa berlama-lama disana, perasaan nya gelisah tak karuan.
"Seem tunggu". Bagaskara memanggil cucunya.
"Ada apa?".
"Bisakah kembali lagi tinggal di Indonesia?". Pinta Bagaskara.
Seem tesenyum mengejek "Untuk apa? Supaya kau bisa memantau ku setiap saat?". Tanya Seem dengan nada ledekkan "Aku bisa mengurus hidupku sendiri". Seem berbalik dan mellengang pergi dari sana.
"Kay". Lirih Bagaskara pelan.
"Aku tidak bisa kembali. Aku akan merintis usahaku disini. Maaf aku tidak bisa melanjutkan bisnis kalian. Silahkan lanjutkan sendiri". Kayhan juga berdiri dari duduknya.
"Kay, tolong maafkan Grandfa". Bagaskara memohon.
"Aku sudah memaafkanmu. Tapi untuk kembali lagi, kurasa aku tidak bisa". Tanpa menunggu jawaban Kakek nya Kayhan meninggalkan mereka.
Aira dan Zico saling melihat satu sama lain, lalu menghembuskan nafas pelan.
"Aku tidak harus bilang apa. Ini semua memang salah kalian. Kalian terlalu egois dan mementingkan perasaan kalian sendiri, tanpa tahu apa yang membuat Kak Seem dan Kak Kay bahagia". Aira beralih pada Kakek nya "Grandfa, aku tidak tahu apa yang dipikiran Grandfa. Entah apa yang membuat Grandfa sangat membenci Ara, apa karena dia tidak bisa punya anak? Grandfa perlu tahu jika anak itu adalah bonus dari Tuhan, dikasih ya bersyukur tidak dikasih pun tetap bersyukur. Grandfa bahkan tega memisahkan Kak Kay dan Ara".
"Apa maksudmu Aira?". Bagaskara masih berusaha mengelak.
Aira menggelleng "Sepertinya Grandfa tidak akan pernah bisa merasa bersalah. Ya sudahlah aku juga tidak bisa terus memaksa Grandfa untuk mengatakan yang sejujurnya. Aku kecewa sama Grandfa".
"Ayo sayang". Aira mengandeng tangan suaminya dan pergi dari sana.
Bima menghela nafas mendengar semua yang Ayah nya lakukan pada Ara. Bima tak habis pikir apa yang ada dipikiran Ayah nya itu.
"Apa benar itu Dad? Kau yang memisahkan Ara dan Kay?". Tanya Bima menatap Ayahnya.
Bagaskara mendelik "Kau menuduh Daddy? Kau jangan percaya pada apa yang diucapkan Aira". Kilah Bagaskara.
Bagas dan Erna hanya terdiam. Mereka berdua sudah bungkam dan tidak mau merespon. Ada rasa bersalah yang berselimut dalam hati mereka ketika melihat Seem dan Kayhan tidak mau kembali.
"Dulu keluarga kita sangat harmonis dan jauh dari gosip miring. Tapi sekarang bahkan sampai terpecah belah". Bima menghempaskan nafas nya kasar.
Nickho berdiri "Aku pamit". Nickho tak mau ikut campur dengan urusan Grandfa nya. Jika benar Grandfa nya yang memisahkan Ara dan Kayhan, berarti orang tua itu sungguh keterlaluan.
Bagaskara menarik rambutnya frustasi. Pria yang hampir berusia kepala tujuh itu, masig gagah dengan wajah tua nya. Tentu olahraga dan perawatan mahal membuatnya awet muda.
"Kalau begitu aku juga permisi Dad". Ucap Bima "Bagas, temui aku dikantor besok ada yang ingin aku bicarakan soal media itu padamu".
"Baik".
Kini tinggal Bagaskara, Wena, Bagas dan Erna. Keempat orang yang selalu merencanakan sesuatu untuk memisahkan Ara dan Kayhan itu tampak bingung.
"Bagaimana ini Dad?". Tanya Erna mulai panik "Kau tahu kan jika Seem dan Kay tidak pernah bermain-main dengan ucapannya. Bagaimana jika mereka benar-benar keluar dari keluarga kita?". Ucap Erna menghela nafas dia beralih menatap sang suami.
"Tenanglah, aku akan berusaha menemukan gadis mandul itu. Setelah kita menemukannya, kali ini kita harus menyingkirkan dia. Aku tidak mau jika Seem atau Kay yang menemukan nya duluan". Jelas Bagaskara.
Keempat orang itu masih saja tak jera-jera nya. Apa kurang jika Seem dan Kayhan membenci mereka? Ini hanya dugaan mereka saja jika sebab Ara meninggalkan Kayhan adalah rencana Bagaskara, bagaimana jika mereka benar-benar tahu kebenaran pasti kedua nya akan sangat membenci orang tua mereka.
Mungkin kah selamanya Ara dan Kayhan takkan bisa bertemu lagi? Haruskah cinta mereka sampai disini? Kalah ditengah perjalanan. Berpisah sebelum maut datang?
Keluarga Bagaskara yang terkenal harmonis dan hangat dikalangan pembisnis dunia, tak pernah terdengar hal-hal mengejutkan dalam keluarga itu. Namun, tak banyak orang yang tahu bahwa itu hanya menutup identitas mereka dalam dunia bisnis dan media. Bagaskara memang terkenal paling kejam dari dulu hingga kini, tak sembarangan orang bisa masuk menjadi bagian dari keluarga itu. Bagaskara yang selalu mengutamakan harta dan jabatan, tak pernah tahu bahwa semua itu hanyalah semu. Dia sudah kehilangan kepercayaan dari kedua cucu nya, tapi tetap saja pria tua bernama Bagaskara itu tak pernah puas sebelum misinya tercapai.
Bersambung.......
Kayhan โค๏ธ Kimara
Hai para readers tersayang dan tersetia. terima kasih sudah mau mampir di novel ala kadarnya ini. Mohon kita nya Sudi memberi like dan juga komennya๐ karena itu bisa membuat semangat author buat up setiap hari menggebu-ngebu.
kalau ada saran juga boleh...
kiranya menurut readers tokoh utamanya kurang ngersek atau apa gitu atau jalan ceritanya berbelit2, boleh juga kasih saran.
Terima kasih semua....