
Andai dirimu memilih hatiku, kan ku serahkan cinta tulus kepada mu. Namun dirimu telah memiliki dia dan aku hanya orang yang tak pantas untuk kau pandang.
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹
Ara masuk kedalam rumahnya. Gadis itu masih tak menyangka jika Boss super super dingin dan tak tersentuh itu mengungkapkan perasaan padanya.
Ara tersenyum hangat saat mengingat wajah Kayhan. Ara menghela nafas berat, Ara tidak tahu bagaimana perasaannya pada pria itu. Ara sadar diri untuk tidak berharap pada Kayhan, apalagi mengingat kondisi dan status mereka yang berbeda sangat jauh mana mungkin Kayhan akan mencintai Ara dengan tulus? Tapi saat melihat tatapan dari mata Kayhan, Ara menemukan ketulusan disana.
Drt drt drt drt drt drt drt
Ara mengangkat telponnya dan melihat dilayar ponsel siapa yang menelpon nya. Ara mengeser tombol warna hijau disana.
"Iya Kak".
"Ra, bisakah kita bertemu di Wood Caffe, ada yang ingin aku bicarakan denganmu".
"Baiklah Kak aku akan segera kesana". Ara mematikan ponselnya.
Ara mencari nomor Kayhan diponselnya, bagaimana pun pria itu sekarang sedang menunggu jawabannya Ara harus menjaga perasaan Kayhan.
"Iya sayang?".
"Kak, aku izin ketemu Kak Nickho sebentar".
Tidak ada sahutan diseberang sana, hanya helaan nafas berat yang terdengar.
"Kak".
"Iya?"
"Jangan lama-lama, setelah itu langsung pulang". Ara mengerjitkan dahinya heran mendengar jawaban Kayhan yang terdengar begitu cuek dan dingin.
"Iya Kak terima kasih".
"Perlu aku jemput?".
"Tidak usah Kak, aku naik taksi saja".
Setelah lama berbincang dengan Kayhan, Ara menutup telponnya.
Ara segera membersihkan diri dan bertemu Nickho. Entah apa yang ingin dibicarakan oleh Dokter tampan yang satu itu.
Ara memesan taksi online dan tidak lama kemudian taksi itu datang dan membawa Ara ke sebuah caffe yang cukup terkenal dikota ini.
Ara turun dan masuk kedalam caffe. Senyum mengembang diwajah gadis itu saat melihat Nickho disana.
"Kak Nickho". Mendengar suara Ara, Nickho refleks langsung berdiri dan menyambut gadis cantik itu.
"Ra, ayo duduk". Nickho menarik kursi untuk Ara duduk.
"Terima kasih Kak". Balas Ara sambil tersenyum "Ada apa Kakak mengajak ku bertemu?". Tanya Ara
Nickho menarik nafas dalam "Ra". Nickho mengenggam tangan Ara yang terletak diatas meja. Sontak saja Ara terkejut bukan main "Aku, aku ingin menjadi orang special dihidup kamu". Ucap Nickho.
Ara menatap Nickho tak percaya, bagaimana mungkin Dokter ini bisa mengungkapkan perasaan padanya?
"Maksud Kakak?". Ara tak mengerti.
"Aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu Ra. Sejak aku melihat kamu menangis kesakitan waktu dirumah sakit, aku ingin menjadi orang yang bisa menemani kamu dalam suka maupun duka". Tatap Nickho menatap manik mata Ara. Manik mata indah dengan bulu mata lentik.
"Kak aku minta maaf". Ara segera menarik tangannya dia tidak mau ada orang lain yang salah paham, apalagi Kayhan.
"Kenapa?". Tanya Nickho kecewa.
"Aku sudah memiliki seseorang Kak". Bohong Ara. Mendengar jawaban Ara, Nickho seketika mundur dan bersandar dikursinya. Pria itu berusaha menahan emosi dan getaran dalam jiwanya.
"Siapa Ra?".
Ara gegelapan dia tidak mungkin mengakui siapa orang yang sudah menghuni hatinya "Seseorang Kak". Jawab Ara singkat.
Nickho menghela nafas kasar, dia sangat kecewa Ara menolak nya dan ini untuk pertama kalinya juga dia tolak, biasanya dia yang menolak.
"Bukan salahmu Ra". Elak Nickho "Cinta tidak harus memiliki kan? Jika suatu saat dia menyakitimu kembalilah padaku, aku akan menjadi orang pertama yang membawa mu pergi".
"Kak".
"Aku sekalian mau pamit, besok aku akan berangkat ke Australia melanjutkan study dan mengurus rumah sakit yang ada disana. Tadinya, jika kau menerima perasaanku aku tidak akan pergi, tapi sayang sepertinya aku memang harus pergi".
"Kak".
"Jaga diri baik-baik Ra. Kau adalah gadis yang baik, kau pantas mencintai pria yang baik juga". Nickho mengelus lengan Ara "Aku akan selalu mengabarimu". Nickho beranjak dari duduknya.
"Kak". Ara juga beranjak dari duduknya dan melihat kearah Nickho.
"Hati-hati". Pesan Ara suaranya tertahan tak mampu berucap.
Nickho menarik Ara dalam pelukkannya, dengan memeluk gadis ini hatinya bisa sedikit membaik dan dia bisa merasa tenang.
"Biarkan sebentar Ra". Lirih Nickho saat Ara hendak memberontak untuk melepaskan pelukkannya. Ara terdiam tak bergeming, tidak membalas tapi tidak juga menolak.
"Jaga diri baik". Nickho melepaskan pelukkannya dan mengusap kepala Ara dengan lembut "Aku pamit". Nickho segera meninggalkan Ara yang masih mematung ditempatnya berdiri.
Ara menghela nafas kasar, hari ini ada dua pria sekaligus yang mengungkapkan perasaan padanya. Andai saja Ara bisa memilih, dia tidak ingin ada yang mencintainya karena kondisinya yang tidak memungkinkan.
Sementara Kayhan uring-uringan saat mendengar Ara meminta izin untuk bertemu Nickho. Kayhan tahu jika sepupunya itu juga menyukai Ara. Yang Kayhan takutkan Ara berpaling hati dan menerima perasaan Nickho dibanding perasaannya.
"Arggghhhhh". Kayhan meremes rambutnya kasar dan tak tenang
"Ada apa Kay?". Tanya Nathan bingung melihat sahabatnya itu. Sekarang mereka sedang makan siang berdua direstourant mewah dekat kantor Kayhan.
"Tidak". Elak Kayhan menyantap makanannya dengan kesal.
"Ara kemana ya? Kenapa tidak kembali ke kantor?". Gumam Nathan yang masih didengar oleh Kayhan.
Uhuk Uhuk Uhuk Uhuk.
"Minum".
Kayhan menyambut gelas yang disedorkan Nathan
"Apa sebenarnya yang sedang kau pikirkan?". Tanya Nathan curiga, melihat sikap Kayhan yang tak seperti biasanya.
Kayhan malah cuek dan tak menjawab pertanyaan Nathan. Nathan mengendus kesal dalam hati sudah mengumpat sifat pria dingin itu.
"Huffffhhhh, tidak semangat kalau tidak ada Ara". Nathan menghembuskan nafas kasar "Kemana dia? Setelah jam makan siang tidak ada". Ujar Nathan lagi
Kayhan memincingkan matanya menatap Nathan dengan dingin. Dia tidak suka jika Ara dipikirkan oleh pria lain selain dirinya.
"Kenapa terus mencari Ara?". Tanya Kayhan mengintimidasi sambil melipat kedua tangannya didada.
Nathan malah menarik nafas dalam "Tidak! Hanya saja kemana dia?". Nathan masih Keukeh dengan perasaan nya sendiri, tanpa tahu ada seorang yang mulai panas mendengar ucapannya.
"Kau sedang tidak menyukai nya kan Nathan?". Tanya Kayhan dingin.
Kening Nathan berkerut mendengar pertanyaan Kayhan. Kenapa sahabat nya ini jadi kepo masalah pribadi nya.
"Jika aku menyukainya, kenapa?". Ujar Nathan santai tanpa dosa, padahal dia tidak tahu jika jawaban nya bisa memicu emosi di pencemburu itu.
Kayhan tak merespon dia langsung pergi meninggalkan Nathan, tanpa peduli dengan teriakkan Nathan yang memanggilnya dengan heran.
"Ada apa dengannya?". Nathan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Hari ini tingkah Kayhan benar-benar aneh, tadinya terlihat bahagia dan bahkan senyum-senyum sendiri. Namun sesaat kemudian mood nya menjadi tidak baik, suka marah-marah tidak jelas bahkan Nathan jadi korban kemarahan Kayhan.
"Dia sedang tidak kemasukkan kan?". Gumam Nathan bergidik ngeri, setelah membayar bill makanannya dia pun beranjak dari sana.
**Bersambung........
Salam hangat.
Kayhan ❤️ Kimara**.