
Mendengar kau baik-baik saja sudah lebih dari cukup untukku.
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mobil Cody terparkir di lobby Apartement mewah milik Seem.
Cody membuka pintu untuk Kayhan keluar. Disana sudah ada John yang menunggu kedatangan Kayhan dan Cody.
"Silahkan Tuan muda". John membungkuk sambil memberi hormat pada Kayhan.
Kayhan membalas dengan mengangguk tanpa suara. Dia berjalan menuju lift diikuti oleh Cody dan John dibelakangnya.
Sampai didepan pintu Apartement Seem, John membuka pintu Apartement dan mempersilahkan Kayhan masuk.
"Ada apa?". Kayhan langsung disambut pertanyaan oleh Seem yang sedang duduk disofa dengan kanvas dan beberapa alat lukis di tangannya.
Kayhan duduk disamping Seem "Terima kasih Kak sudah membantuku hingga bisa berjalan kembali". Ucap Kayhan tulus.
Seem tak bergeming dia malah asyik melanjutkan lukisannya.
Kayhan ikut memperhatikan lukisan yang dibuat oleh Seem. Seem memang memiliki bakat luar biasa, baik dalam hal bisnis mau pun seni. Tak heran jika galeri lukisan milik Seem ada dimana-mana.
"Lalu apa yang kau ingin kan datang kesini?". Tanya Seem tanpa melihat kearah Kayhan.
Kayhan menghembuskan nafas kasar "Aku ingin menetap disini. Aku tidak ingin kembali ke Indonesia".
"Kau yakin?".
Kayhan mengangguk "Aku ingin memulai hidup baru disini. Aku tidak ingin melihat Grandfa". Jawab Kayhan.
"Itu terserahmu". Sahut Seem.
"Apa Kakak akan menetap juga disini?".
"Disini bukan tempatku". Jawab Seem.
"Baiklah jika itu mau Kakak". Sahut Kayhan.
"Bagaimana dengan perusahaan mu yang ada di Indonesia? Bukankah sudah dikembalikan atas namamum?".
"Aku menyerahkannya pada Nathan. Untuk sekarang aku tidak ingin kembali kesana, sampai perasaan ku benar-benar membaik". Jelas Kayhan menyenderkan punggungnya.
John dan Cody menunggu diluar. Kedua assissten setia itu memilih menunggu keluar dan tidak mau menganggu percakapan kedua Tuan-nya.
"Lalu bagaimana perasaan mu tentang Ara?". Kayhan langsung bungkam saat Seem bertanya tentang Ara.
"Aku tidak tahu".
"Apa kau membencinya?". Seem meletakkan kanvas nya. Mengambil benda pipih yang sedari tadi dia letakkan diatas meja.
"Iya". Sahut Kayhan singkat "Aku tidak ingin mendengar namanya lagi". Kilah Kayhan menyangkal, hatinya berkata lain.
Seem tersenyum mengejek "Kau yakin?". Seem menatap adiknya.
"Sangat". Sahut Kayhan dingin.
Seem melempar ponselnya pada Kayhan. Dengan sigap Kayhan menangkapnya.
"Apa ini?". Tanya Kayhan mengerutkan keningnya.
"Buka dan lihat".
Kayhan membukanya, mata membulat saat melihat rekaman CCCTV yang menampilkan gambarnya dan Ara sebelum kecelakaan.
"Jadi ini semua ulah Grandfa dan bekerja sama dengan Martha?".
"Iya". Jawab Seem singkat.
"Lalu apa sebenarnya yang terjadi?". Kayhan penasaran. Kenapa Grandfa nya tega menabraknya?
"Tujuan utamanya membunuh Ara, tapi salah sasaran malah kau sendiri yang tertabrak". Jelas Seem.
"Setelahnya apa yang terjadi? Kenapa Ara meninggalkanku?". Cecar Kayhan merasa ada yang janggal.
Seem merebut ponselnya dari tangan Kayhan "Yah dugaan kita benar Ara pergi bersama Jovan, teman dari Roger". Sahut Seem.
Kayhan menatap Seem menyelidik "Jovan? Saudara kembar Jolenta?". Gumam Kayhan "Jadi Jovan dan Ara memiliki hubungan?". Lanjut Kayhan
"Aku tidak bisa memastikan". Ketus Seem
Kayhan terdiam. Apa mungkin Ara mendukannya? Pantas saja, saat bertemu Jovan. Pria itu terlihat semangat saat membicarakan istrinya.
"Kadang aku heran, katanya cinta tapi kenapa tidak percaya? Kau seperti menyesal telah berkorban untuk Ara. Apa kau tahu apa yang Ara korbankan untukmu?". Tatap Seem "Dia mengorbankan harga diri dan cintanya. Tapi kau malah menuduhnya yang tidak-tidak". Seem menggeleng tidak percaya.
"Bagaimana mungkin aku tidak menuduhnya? Sedangkan dia memang pergi bersama Jovan?".
Seem menatap Kayhan dengan gellengan kepala "Sudahlah Kay, aku tidak mau membahas ini terus". Potong Seem "Aku harap jangan pernah menyesal nanti jika Ara kembali. Mungkin mulutmu membencinya tapi hatimu berkata lain. Aku hanya tak ingin kau menyesal setelah tahu kebenaran nya". Seem berdiri dari duduknya.
"Urusanku disini sudah selesai. Aku akan kembali ke London. Berhati-hatilah Grandfa, sedang merencanakan sesuatu untukmu. Hadapi sendiri, karena aku tak ingin turun tangan". Seem mellengang pergi keluar karena dia akan kembali lagi ke London, Inggris.
Kayhan membeku ditempatnya. Ucapan Seem selalu berhasil membuatnya gelisah tak menentu. Dia harus menemukan Ara dan memastikan kebenaran nya. Namun disisi lain Kayhan ingin melupakan mantan istrinya itu dan tak ingin mendengar hal tentang istrinya.
"Arghhhhhhhhh". Kayhan meremes rambutnya kasar.
"Tidak, tidak!! Aku harus melepaskan Ara, dia sudah meninggalkan dan mendua kan aku. Dia tidak pantas dicintai". Kayhan menyakinkan dirinya.
Disisi lain, Aira sedang menuju kantor suaminya membawakan makan siang untuk suaminya tercinta.
Sesampainya di gedung perkantoran, Aira segera turun dengan menenteng rantang nasi untuk sang suami. Para karyawan memberi hormat kepada istri pemilik perusahaan ini.
Tanpa menunggu lama lift khusus CEO itu mengantarkan Aira keruangan suaminya.
"Sayang". Suami Aira langsung menyambut istrinya dengan merentangkan tangan memeluk istri cantiknya.
"Sayang". Balas Aira "Aku bawakan makan siang untukmu". Aira menunjukkan bekal ditangannya.
"Baiklah ayo kita makan". Ajak sang suami.
Pasangan suami istri yang sudah dikaruniai dua anak itu, terlihat masih romantis dan mencintai satu sama lain.
Selesai makan Aira segera membersihkan bekas makanan mereka.
"Sayang, aku ingin kau membantuku". Aira bergelut manja dipangkuan suaminya.
"Apa yang bisa ku bantu sayang?". Sang suami mengelus pinggang Aira dengan lembut. Tubuhnya panas dingin menahan hasrat.
"Tolong bantu aku mencari informasi tentang Kakak Ipar". Aira mengalungkan tangannya dileher.
Suami Aira mengangguk "Boleh tunjukkan padaku foto Kakak ipar! Aku belum pernah melihatnya". Pinta Zico suami Aira yang berkebangsaan Australia-Indonesia.
"Ini". Aira menyerahkan selembar foto pada suaminya.
"Apa yang kau mau aku sediliki sayang?". Zico menatap foto Ara yang sedang tersenyum manis kearah kamera.
"Dia menghilang dibawa oleh seseorang". Aira menghela nafas "Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Tapi aku yakin jika Kakak ipar wanita baik-baik". Aira turun dari pangkuan suami nya.
Zico menatap sang istri lalu mengenggam tangannya "Ceritakan padaku sayang, apa yang terjadi mungkin aku bisa membantu Kak Kay?". Ucap Zico mengelus rambut istrinya.
Aira menghela nafas, lalu perlahan menceritakan semua yang terjadi pada rumah tangga Kakaknya.
Zico mengepalkan tangan. Lagi-lagi semua ulah Grandfa atau Kakek mertuanya. Dulu saja sebelum Zico belum menjadi apa-apa, dia ditolak oleh keluarga Bagaskara, hubungan mereka pun tak direstui dan mereka menikah tanpa restu dari orangtua Aira. Namun, Zico berhasil membuktikan pada orangtua Aira bahwa dia juga bisa menjadi orang sukses.
"Grandfa benar-benar keterlaluan". Zico tak habis pikir "Lalu bagaimana Kak Kay?". Tanya Zico.
"Kak Kay, membenci Kakak Ipar. Menurutku Kakak Ipar tidak begitu orangnya, meskipun semua bukti mengatakan bahwa Kakak Ipar memang berselingkuh dan menduakan Kak Kay". Jelas Aira.
"Apa kau tidak curiga jika ini juga ulah Grandfa?". Tanya Zico menatap istrinya.
Kening Aira mengerut "Tidak mungkin. Karena video itu memang wajah Kakak ipar". Jawab Aira.
Zico menghela nafas "Grandfa saja berani mengusir Kak Kay, jadi bisa saja video itu disabotase dan diedit". Timpal Zico.
Aira menatap suaminya. Ada benarnya apa yang diucapkan suaminya "Tapi Kakak ipar menghilang tanpa jejak, Kak Seem saja tidak menemukan dimana jejak Kakak Ipar". Aira masih berkilah dengan opini suaminya.
"Apa kau yakin Kak Seem tidak tahu dimana Kakak Ipar? Kau pernah cerita bukan, bahwa Kak Seem juga menyukai Kakak ipar?".
Sejenak Aira terdiam mencerna ucapan suaminya "Apa maksud mu jika Kak Seem ingin merebut Kakak ipar dari Kak Kay?". Aira mengambil kesimpulan.
Zico menggelleng "Aku rasa tidak. Kak Seem hanya ingin melindungi Kakak Ipar, karena Grandfa pasti akan mencari keberadaan Kakak ipar dan takkan membiarkan Kakak ipar kembali pada Kak Kay". Jelas Zico.
Aira berpikir sejenak. Lalu Aira menatap suaminya "Jika begitu, tolong cari informasi tentang Kakak Ipar sayang, aku mohon". Pinta Aira.
Zico tersenyum "Pasti sayang".
Aira memeluk suaminya. Zico memang suami terbaik untuk Aira. Pria itu selalu bisa membuat nya tenang dalam menghadapi masalah.
Bersambung........
Kayhan ❤️ Kimara