
**Demi Tuhan sungguh saat sulit aku lalui, tanpa kamu berdua denganmu. Sungguh sulit ku menolak kepergian dirimu, mengenang semua kenangan yang kita lalui bersama. Dan aku disini patah hati tak bisa terima kepergianmu dan semua kenangan ini, tapi aku tak bisa hidup begini terus kan ku jalani hidup tanpa kamu...
@SevenTeen
Happy Reading ๐น๐น๐น๐น๐น๐น**
Cody melangkah dengan lebar, memasuki ruangan CEO. Wajah Assisten itu terlihat sangat panik dan juga cemas, setelah melaksanakan tugas yang diberikan Kayhan, dia cukup tercenggang saat tahu kebenaran nya.
Nafas pria berumur 28 tahun itu terlihat memburu, lagi-lagi dia harus menahan sesak didadanya. Entah apa yang telah dia lihat dan dengar, yang pasti sesuatu hal yang membuat hatinya berdenyut membayangkan bagaimana jika dia yang berada diposisi gadis cantik itu.
"Bagaimana Cody?". Tanya Kayhan. Kening Kayhan berkerut saat melihat ekspresi khawatir dan panik diwajah assisten nya itu.
Cody menyerahkan iPad ditangannya kepada Kayhan, karena bibirnya serasa bungkam dan tak mampu lagi berucap.
"Apa ini Cody?". Kayhan mengambil iPad itu dan matanya terbelalak melihat semua data yang tertera di iPad Cody.
"Cody, siapkan mobil kita kerumah sakit. Sekarang". Kayhan langsung melempar iPad milik Cody dan berlari keluar.
"Baik Tuan". Cody juga ikut berlari mengikuti langkah kaki Kayhan.
Kedua pria itu menjadi pusat perhatian, para karyawan ikutan panik saat melihat mereka berlari menyusuri kantor perusahaan.
"Ada apa dengan mereka?". Gumam Nathan yang berpapasan dengan Kayhan dan Cody yang sedang berlari seperti dikejar.
Kayhan dengan tak sabar masuk kedalam mobil, bahkan dia berteriak beberapa kali memperingati Cody supaya menjalankan mobilnya dengan cepat.
Wajah Kayhan tampak panik bukan main, tanpa dia sadari air matanya berjatuhan dipipi tampan pria itu. Segera Kayhan menghapus air matanya, dia harus kuat agar wanita yang dia cintai juga kuat.
"Ada hubungan apa sebenarnya Tuan dan Nona Ara?". Batin Cody yang terlihat fokus menyetir padahal pikirannya entah kemana.
Sampai dirumah sakit, tanpa menunggu Cody membuka pintu untuknya Kayhan segera berlari masuk. Bahkan nafas pria itu sudah beraturan.
"Suster dimana ruangan pasien bernama Kimara Ferarer dan Meyriska Ferarer?". Cecar Kayhan tak sabar.
"Maaf Tuan, Nona Kimara dan Nona Mey, masih berada diruang operasi. Silahkan Tuan menunggu". Jawab sang suster sopan kepada pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.
Kayhan tak menjawab dia langsung duduk dibangku tunggu bersama Cody.
Kayhan berdiri duduk berdiri duduk. Kayhan merapalkan doa semoga Ara baik-baik saja. Kayhan menyesal karena tidak menyelidiki alasan Ara meminjam uang padanya dan percaya saja dengan apa yang dikatakan Ara, padahal dia tahu Ara adalah gadis yang tidak suka meminta pada orang lain, sekalipun itu kekasihnya.
Cekreekkkk
Pintu operasi terbuka, seorang Dokter paruh baya keluar dengan wajah sendu. Beberapa perawat mendorong dua brangkar dengan diisi oleh dua gadis yang berbeda.
"Dokter Bayu, bagaimana keadaan mereka?". Cecar Kayhan mengangetkan Dokter Bayu yang sedari tadi sedang melamun.
Dokter Bayu terkejut, melihat Tuan Muda mereka berada dirumah sakit dan yang paling membuatnya terkejut karena Kayhan mengenal pasien yang baru saja selesai melakukan operasi.
"Maaf Tuan". Dokter Bayu menarik nafas dalam "Kami tidak bisa menyelamatkan Nona Mey, karena dia mengalami pendarahan hebat dan kehabisan darah operasi gagal". Dokter Bayu terdiam sejenak "Dan Nona Kimara, mengalami sudah melewati masa kritisnya. Setelah obat bius nya habis, Nona Kimara akan bangun". Jelas Dokter Bayu.
Kayhan dan Cody terdiam mendengar penjelasan Dokter Bayu. Apalagi tentang Mey, Kayhan tak bisa bayangkan bagaimana terlukanya Ara saat mengetahui adiknya tidak selamat.
"Baik Dok. Segera urus jenazah Mey. Dan siapkan ruang VVIP untuk Ara". Perintah Kayhan.
"Baik Tuan". Sahut Dokter Bayu sambil memberi hormat.
Kayhan menghampiri brangkar Ara "Sayang, bangun". Kayhan mengenggam tangan Ara "Maaf telah membiarkan mu melewati ini semua. Maafkan aku sayang". Kayhan mengecup punggung tangan Ara.
Cody, Dokter Bayu dan para perawat yang lainnya tercenggang mendengar perkataan Kayhan, apalagi saat Kayhan memanggil Ara dengan panggilan sayang. Dalam hati mereka juga bertanya-tanya ada hubungan apa antara keduanya.
Diruang VVIP, Kayhan masih setia menunggu Ara. Bahkan pria tampan berusia 30 tahun itu tak beranjak sama sekali dari duduknya. Ditatapnya wajah Ara yang terlelap, bulu mata lentik, alis tebal, bibir seksi, wajah mulus tanpa komedo dan jerawat, ditambah lesung pipi yang membuat Ara semakin cantik.
"Bangun sayang". Lirih Kayhan "Kenapa kau tidak menceritakan masalahmu padaku? Aku berjanji akan menjadi orang pertama yang berdiri disampingmu". Kayhan membelai wajah Ara dengan lembut.
Ara mengerhab-ngerjabkan matanya, pandangannya terasa kabur dan tidak jelas.
"Sayang". Kayhan bahagia melihat Ara yang sudah bangun.
Segera pria itu memanggil Dokter untuk memeriksa keadaan Ara.
Setelah diperiksa Dokter, Kayhan kembali duduk disamping Ara.
"Sayang". Panggil Kayhan, karena ingatan Ara belum sepenuhnya terkumpul.
Ara mengedarkan pandangan keseluruh ruangan. Hanya ada satu orang disana yaitu Kayhan.
"Kak". Lirih Ara terasa berat dibagian perutnya karena bekas operasi.
"Iya sayang". Dengan sigap Kayhan membantu Ara untuk bersandar di dinding brangkar miliknya.
"Kak, Mey dimana?". Tanya Ara.
Kayhan terdiam, dia tidak tahu harus jawab apa. Dia takut ketika Ara mengetahui yang sebenarnya akan membuat gadis itu semakin rapuh apalagi kondisi nya yang belum pulih.
"Kak, jawab aku". Desak Ara "Mey baik-baik saja 'kan Kak?". Cecar Ara menatap Kayhan.
"Kau harus kuat dan ikhlas sayang". Ucap Kayhan mengelus kepala Ara sambil memeluk nya.
Ara melepaskan pelukkan Kayhan "Apa maksud Kakak?". Tanya Ara tak mengerti.
Kayhan menatap mata sendu milik Ara "Mey, sudah pergi untuk selamanya". Jawab Kayhan pelan.
Jeduarrrr
Bagai terkena Sambaran petir disiang bolong, Ara seketika membeku ditempatnya. Bahkan untuk beberapa detik gadis itu tak berkedip sama sekali, seluruh tubuhnya seakan lumpuh seketika.
"Kakak sedang bercanda kan?". Tuduh Ara yang tak percaya akan hal itu.
Kayhan malah menggelleng. Dia kembali memeluk Ara "Mey, sudah pergi sayang". Peluk Kayhan.
"Tidak, tidak Kakak pasti bohong". Sentak Ara berusaha memberontak tapi tak mampu mengalahkan kekuatan badan kekar milik Kayhan.
"MEYYY". Teriak Ara menggema dan bahkan gadis itu histeris tak peduli lagi dengan bekas operasinya.
"MEY". Ara terus berteriak sambil menangis "Mey, kenapa kau tega meninggalkan Kakak? Kakak sudah berjanji akan menjagamu apapun yang terjadi. Tapi kenapa aku justru pergi Mey, hiks hiks hiks". Tangis Ara pecah dalam pelukkan Kayhan.
Kayhan memeluk Ara semakin erat, apalagi saat Ara msmberontak ingjn turun dari brangkar dan berlari menghampiri Mey.
"Kenapa kalian jahat meninggalkan aku sendirian. Ayah, Ibu, Mey. Mengapa kalian membiarkan aku menjalani hidup ini sendirian. Apa kalian tidak menyanyangi aku lagi, hiks hiks". Berkali-kali Ara memukul dada Kayhan dengan pelan agar Kayhan melepaskan pelukkannya.
Ara menatap wajah pucat adiknya, ini adalah kehilangan ketiga kalinya dalam hidup Ara. Begitu kejam sekali takdir yang menimpa Ara. Hidupnya benar-benar sebatang kara.
"Mey". Teriak Roger dari arah pintu masuk. Pria itu diizinkan oleh kepolisan untuk melihat adiknya untuk terakhir kali, atas perintah Kayhan.
"Mey, bangun Mey". Roger menguncang-guncang tubuh adiknya "Hiks, hiks hiks hiks". Roger memeluk tubuh yang sudah tak bernyawa itu. Memeluknya dengan erat dan terakhir kalinya.
Roger menatap Ara yang duduk dikursi roda. Gadis itu juga tampak pucat. Roger meletakkan tubuh Mey, lalu mendekat pada Ara.
"Kak, hiksss". Tangis Ara.
Roger memeluk Ara dengan Isak tangis. Kedua Kakak beradik itu saling bertangisan satu sama lain, tangis keduanya begitu menyanyat hati siapa saja yang melihat mereka.
Kayhan, menatap Ara dengan perasaan sakit dan terluka. Dia menyesal sebagai seorang pelindung harusnya selalu ada untuk Ara tapi malah membuat gadis itu kehilangan lagi.
Nathan juga menatap Ara dan Roger dengan perasaan sakit, ikut merasakan sedih dengan apa yang dialami gadis seperti Ara. Terlalu banyak penderitaan dan kehilangan yang gadis itu alami.
Martha menangis histeris sambil menguncang-guncang tubuh Mey, William berusaha menenangkan gadis itu yang dari tadi tidak berhenti menangis.
"Kak, hiksss maafkan Ara. Ara gagal menjaga Mey". Ucap Ara penuh penyesalan.
Roger menggelleng "Tidak sayang! Bukan salahmu, justru Ara sudah melakukan yang terbaik. Kakak yang meminta maaf karena tidak bisa menjadi Kakak yang baik dan melindungi mu". Sahut Roger melepaskan pelukkan Ara, tangan nya menangkup wajah adiknya "Ara harus berjanji, akan jaga diri baik-baik. Setelah Kakak keluar dari penjara, Kakak akan bawa Ara pergi dari sini. Kita berdua akan memulai hidup yang baru. Kakak menyanyangi mu". Roger mengecup kening Ara dengan sayang.
"Ara juga sayang Kakak. Ara berjanji Kak, Ara akan tunggu Kakak". Isak Ara sambil menatap wajah Roger.
Kepergian Mey, diiringi oleh suara tangis Ara, Roger dan Martha. Ketiga orang itu menangis dengan hebat, terutama Ara. Untung saja Kayhan pria yang selalu siaga menjaga sang kekasih sehingga Ara tidak memberontak terlalu parah.
Ara menahan sesak didadanya, entah apa salahnya sehingga orang-orang yang disayanginya pergi meninggalkannya. Ara selalu mengingat moment saat bersama Mey, meskipun adiknya itu berubah jadi membenci dirinya tapi Ara sungguh sangat menyanyangi Mey.
Ara menatap tiga batu nisan yang saling berdampingan. Ditengah-tengah batu nisan adalah makam sang Ibu yang masih terlihat basah, artinya makan itu masih baru beberapa Minggu yang lalu.
Mata Ara sudah membengkak menangis. Ternyata benar kehilangan takkan menunggu kau siap tahu tidak, karena akan datang secara tiba-tiba.
"Semoga kalian bahagia disana. Maaf belum bisa membuat kalian bahagia. Selamat jalan Ayah, Ibu, Mey. Ara menyanyangi kalian". Lirih Ara dengan air mata berderai membasahi pipi cantik gadis itu.
**Bersambung............
Kenapa sih ceritanya sedih mulu Thor? Kan dari awal author udah pernah bilang kalau cerita ini mengandung bawang, tapi tenang guys gak selamanya kok Ara akan sedih dan menderita. Ada fase dimana Ara akan menemukan kebahagiaan sesungguhnya, mungkin saat ini dirinya tengah berduka sangat dalam. Bagaimana tidak sedih, dia kehilangan tiga orang sekaligus dalam hidupnya?
Akan ada beberapa rintangan dan masalah lagi yang dihadapi oleh Ara.
Maaf ya guys, author tidak akan menghadirkan pelakor dalam hubungan Kayhan dan Ara, karena mereka berdua akan memiliki cinta yang saling menguatkan?
Kenapa gak ada pelakor nya Thor?
karena author gak suka pelakor๐๐
author cuma pengen aja bagiin konflik yang gak ada pelakor nya, karena malas juga dimna2 konfliknya pasti karena pelakor sebagai kekuatan cinta, menurut author itu salah ya ya๐**
**Ya udah yang pada penawar cerita nya. Yuk ikuti terus...
Oh ya author mau mengucapkan selamat merayakan hari Waisak atau kebangkitan Yesus Kristus bagi yang merayakan ya๐โค๏ธ
Salam toleransi ๐ค๐ค๐ค**
**Salam hangat.
Kayhan โค๏ธ Kimara**