
**Jangan kau tolak dan buatku hancur, ku tak mengulang tuk meminta satu keyakinan hatiku ini kamu lah yang terbaik untukmu.
Yovie and Nuno**
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹
Disebuah gereja Kristen terbesar di Jakarta, seorang pria dengan gagahnya memakai tuxedo yang melekat dibadan kekar miliknya. Wajahnya sangat tampan dan rupawan. Didekatnya seorang pria paruh baya yang memakai jubah berwarna hitam, dengan Stola berwarna merah yang bergantung dilehernya.
Gadis cantik, mengaitkan tangannya dilengan kekar milik sang Kakak. Gaun pengantin yang melekat ditubuhnya, menjadikannya seperti putri dongeng didunia nyata.
Gadis itu adalah Ara yang digandeng oleh Roger menuju althar, karena Roger sudah bebas dari penjara atas campur tangan Kayhan.
Senyuman mengembang diwajah kedua sejoli itu, pernikahan sederhana yang hanya dihadiri oleh beberapa orang saja disana. Kayhan sengaja tidak mempublikasikan pernikahannya, sesuai dengan perintah Ara.
Jika Kayhan dan Ara sedang merasakan kebahagian. Namun tidak untuk ketiga pria ini yaitu Seem, Nathan dan Nickho. Nickho baru saja sampai ke tanah air atas permintaan Kayhan untuk menghadiri pesta pernikahannya, sebenarnya Nickho tidak mau tapi paksaan dari kayhan membuat kembali lagi kesini.
Senyuman licik justru tergambar diwajah keluarga Kayhan, tak ada raut bahagia atau senyum ramah diwajah Bagaskara, Bagas, Wena dan Erna. Pasangan suami istri itu terlihat kompak dalam menunjukkan ekspresi nya.
Kayhan menyambut tangan Ara dengan senyum mengembang menghiasi bibir seksinya. Kayhan benar-benar terharu melihat wajah cantik Ara yang selama ini tidak pernah dilihatnya.
"Saya Kayhan Mahendra Bagaskara, mengambil engkau Kimara Ferarer, menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan saling menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya', Pada waktu susah mau pun senang, pada waktu kelimpahan mau pun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling menghargai dan mengasihi, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang Kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus". Ucap Kayhan dengan lantang.
"Silahkan mempelai wanita".
"Saya Kimara Ferarer, mengambil engkau Kayhan Mahendra Bagaskara, menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan saling menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya', Pada waktu susah mau pun senang, pada waktu kelimpahan mau pun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling menghargai dan mengasihi, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang Kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus". Ucap Ara dengan lantang.
Kayhan menyematkan cincin pertama dengan harga selangit itu dijari manis milik Ara. Cincin yang sudah dia pesan jauh-jauh hari, bahkan didalam cincin itu tertulis nama Kayhan dan Kimara.
Kimara juga menyematkan cincin yang sama dijari manis Kayhan. Cincin yang sangat pas tidak sempit dan tidak juga longgar.
Acara berlangsung hanya dengan makan sederhana dua buah keluarga saja.
"Selamat ya sayang". Roger mengecup kening Ara dengan sayang. Jujur saja Roger tidak setuju dengan pernikahan Ara dan Kayhan, karena Roger tahu jika keluarga Kayhan tidak menerima Ara. Namun Roger tidak mau menghalangi kebahagiaan adiknya.
"Terima kasih Kak". Ara memeluk Roger dengan senyum mengembang.
"Tolong jaga adikku dengan baik". Roger menepuk bahu Kayhan sekedar mengingatkan suami adiknya itu.
"Terima kasih". Sahut Kayhan datar karena dia tidak suka melihat Roger yang main sosor-sosor saja mencium kening istrinya.
Roger tak menanggapi, dia malah membalas Kayhan dengan tatapan dingin seakan menentang permunsuhan.
"Selamat Ra". Ucap Martha mendekati Ara bersama William.
"Terima kasih Ta". Senyum Ara. Martha memeluk Ara dengan senyuman manis, tak Martha sangka jika Ara adalah gadis penakluk pria dingin dan angkuh seperti Kayhan.
"Selamat Ra". William mendekati Ara dan mengulurkan tangannya.
"Terima kas.......".
"Terima kasih". Belum Ara selesai berbicara, Kayhan sudah menarik tangan Ara supaya tidak bersentuhan dengan William. Sikap posessif Tuan tampan yang satu ini sudah mulai terlihat jelas.
Nickho, Seem dan Nathan mendekati Ara dan Kayhan. Ketiga pria tampan itu memaksa kan senyum di wajah mereka.
Kayhan yang sudah tahu perasaan mereka kembali meraih pinggang Ara dan melingkarkan lengan kekarnya disana. Kecuali Seem, Kayhan tidak tahu perasaan Kakak nya ini setelah Ara menceritakan perkenalannya dengan Seem tidak ada yang terlihat mencurigakan bagi kayhan.
"Selamat Ra". Nickho tersenyum hangat kearah Ara "Selamat Kayhan". Lalu wajahnya berubah dingin.
"Terima kasih Kak". Balas Ara. Kayhan hanya merespon dengan wajah datarnya.
"Selamat Ra".
"Selamat Kay". Ucap Nathan
"Terima kasih Tuan". Balas Ara
Seem mendekat kearah mereka berdua. Seem berdiri didepan Ara yang membuat semua orang tercengang terutama Nathan dan Nickho.
"Ra". Suara Seem tersangkut di tenggorokan.
"Iya Kak". Jawab Ara tersenyum polos. Kayhan menatap Seem dengan tatapan sulit diartikan. Jangan bilang, kalau gadis yang dimaksud Seem itu adalah Ara.
"Selamat ya, semoga kau bahagia". Tangan Seem terulur untuk mengusap pundak Ara.
"Kak". Tegur Kayhan.
Seem tak peduli bahkan dia mengusap bahu Ara dengan lembut, dan Ara merasa sangat risih ingin dia singkirkan tangan Seem tapi dia takut melihat wajah datar pria itu.
Seem beralih pada Kayhan, dia menatap adiknya dengan intens. Jika saja Kayhan bukan adiknya pasti Seem sudah merebut Ara secara paksa.
"Jika sampai kau gagal menjaganya, aku adalah orang pertama yang akan merebutnya. Ingat, satu tetes saja air mata jatuh dipipinya maka bersiap-siaplah merasakan kehilangan". Ancam Seem setengah berbisik ditelinga Kayhan. Kayhan terdiam membeku ditempatnya mendengar kan ucapan Seem. Kayhan menatap Seem tak percaya.
Tanpa menunggu jawaban Kayhan, Seem mellengang pergi dari sana dengan wajah datar dan dingin, tangannya dia masukkan kedalam saku celana kiri dan kanan miliknya.
Bagaskara, Bagas, Wena dan Erna menghampiri putranya. Mengucapkan selamat pada putra keduanya karena sudah melangsungkan pernikahan.
Mereka melewati Ara begitu saja tanpa mengucapkan kata selamat pada gadis itu. Ara menunduk, tangannya meremes gaun pengantin yang melekat ditubuhnya.
Kayhan menggenggam tangan Ara. Kayhan tahu bahwa orangtuanya terpaksa merestui hubungan mereka.
"Its oke, i'll be there for you". Bisik Kayhan dengan suara lembut ditelinga istri kecilnya.
Ara menatap Kayhan dan mengangguk dengan memaksakan senyum. Hal itu tak lepas dari tatapan Seem yang tengah duduk bersama Nathan dan Nickho. Objek yang selalu membuat hatinya bergetar adalah Ara, tapi sekarang gadis itu telah menjadi milik adiknya.
"Aku berjanji Ra, takkan membiarkan mereka menyakiti mu. Meksipun aku tidak bisa memilikimu tapi bukan berarti aku tidak bisa melindungi mu. Aku tahu jika Grandfa merencanakan sesuatu untukmu". Batin Seem, rahangnya mengeras saat tak sengaja mendengar percakapan Kakek dan Daddy nya. Jika berbicara tentang Ara, maka Seem adalah orang pertama yang akan maju melawan siapapun yang berani menyakiti wanita pujaan hatinya itu.
**Bersambung.......
Salam Hangat.
Kayhan ❤️ Kimara**