Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 127. Crazy rich CEO



Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Seorang pria tengah berjalan diatas karpet berwarna merah. Suara tepukkan tangan menggema dengan meriah menyambut dirinya. Bidikan kamera memusat padanya. Para wartawan berlomba-lomba ingin mewawancarai nya.


Dia berjalan datar tanpa ekspresi. Kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celana kanan dan kirinya. Jas mahal melekat ditubuh kekarnya. Jam tangan seharga milyaran dollar juga melingkar dengan indah. Sepatu pantofel yang harganya selangit itu terdengar menggema mengiringi langkah kakinya.


Dia naik keatas panggung, saat namanya dipanggil.


"Mari kita sambut, Tuan Kayhan Mahendra. Crazy rich CEO". Teriak sang pembawa acara.


Suara riuh dan kekaguman tersorot padanya. Meski tanpa ekspresi tetap saja dia tampan. Malah berlipat kali tampan diwajah datarnya itu. Para wanita yang melihat nya seakan tersihir dengan ketampanan pria itu. Sungguh ciptaan Tuhan yang sangat indah.


"Silahkan Tuan". Sambut sang pembawa acara hormat saat Kayhan sudah sampai diatas panggung.


Kayhan hanya mengangguk tanpa ucapan atau pun senyuman. Lalu berdiri disamping pembawa acara.


"Tuan Kayhan Mahendra, adalah pemilik perusahaan KM Group yang sekarang sedang merajai dunia bisnis. Beliau juga salah satu CEO termuda tahun ini dengan berbagai prestasi. Mari kita berikan tepuk tangan untum beliau".


Suara riuh menyambut Kayhan dengan bangga. Banyak yang menatap kagum pada sosok ini.Tak sedikit pula yang ingin mendekat walau hanya mengobrol sebentar saja.


Kayhan mendapat penghargaan sebagai Crazy Rich CEO termuda tahun ini. Omset kekayaan dan perusahaan menjadi perusahaan nomor satu didunia. Namanya sedang buming diperbincangkan. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Namun dia tetap tampil dengan wajah datarnya.


Selama lima tahun terakhir. Setelah patah hati begitu hebat. Kayhan memutuskan bangkit kembali, dia membangun usahanya dengan gigih. Melebarkan sayapnya didunia bisnis. Dia membuat beberapa cabang perusahaan diberbagai Negara


Kayhan menyibukkan dirinya dengan segala hal. Apapun yang bisa dia lakukan untuk melupakan masa lalunya. Dia juga tak ingin mengingat semua kejadian pahit yang memaksanya harus kuat. Dia selalu menyakinkan dirinya bahwa hidupnya terlalu berharga untuk meratapi sesuatu yang sudah pergi


Kayhan menjadi pria dingin yang tak tersentuh. Dia bahkan pernah lagi bertemu kedua orangtuanya setelah dia memberi maaf kepada Mommy-nya, Erna. Setelahnya sang Nenek berpulang menghadap sang pencipta. Kayhan sempat merasa kehilangan karena bagaimanapun Wena adalah sosok Nenek yang pernah merawatnya. Namun dia tak ingin larut, dia harus tetap melanjutkan hidupnya.


Banyak orang yang penasaran dengan kisah hidup CEO yang satu ini. Namun, Kayhan menutup rapat informasi tentang dirinya. Dia tak ingin orang lain banyak mengetahui betapa gelapnya masa lalunya. Betapa sulitnya dia melangkah untuk bisa berada di titik ini.


Setelah mendapat penghargaan. Kayhan segera meminta Cody untuk membawanya pergi meninggalkan acara itu. Kayhan tidak suka berada dikeramain terlalu lama. Baginya itu sangat menguras tenaga dan energinya.


"Kita kemana Tuan?". Tanya Cody sambil menyetir.


"Apartement".


"Baik Tuan".


Banyak para wanita dari berbagai kalangan yang berusaha mendekati Kayhan. Namun, Kayhan tak memberi ruang siapapun untuk masuk kedalam hidupnya. Dia memutuskan untuk tidak lagi mengenal cinta. Baginya cinta itu semu dan penipu.


"Tuan, perusahaan kita yang ada di Indonesia sedang bermasalah". Lapor Cody masih menyetir.


"Lalu?".


"Kita harus segera kesana menyelesaikannya, Tuan". Sahut Cody.


"Apa Nathan tidak bisa menyelesaikan nya?". Tanyanya dingin.


Kayhan menghela nafas berat "Baik. Persiapkan keberangkatan kita". Tintah Kayhan.


"Baik Tuan".


"Bagaimana kabar Kak Seem?". Sejak kejadian di Belanda lima tahun silam. Kayhan tidak pernah lagi bertemu Seem. Bahkan saat pemakaman Neneknya Wena, Kakak nya itu tidak hadir sama sekali.


"Tuan Seem, baik-baik saja Tuan". Jawab Cody.


Kayhan tak lagi merespon. Dia menatap keluar jendela, menikmati malam dikota Sidney. Lima tahun sudah berlalu dia mulai terbiasa hidup sendiri. Mulai terbiasa tanpa siapapun. Kayhan memang memilih menjauh dari keluarga nya dan memulai semuanya dari nol.


Kesuksesan Kayhan tak perlu diragukan lagi. Bahkan dia salah satu pengusaha terkaya didunia, sang CEO muda dan milyader kaya diurutan teratas. Dia sering muncul di majalah-majalah bisnis. Sering juga diundang dibeberapa acara TV swasta dalam sebuah talk show yang membahas tentang bisnis.


Meski Kayhan ingin menolak untuk tampil di media, namun dia tak bisa menolak karena itu sebagai tanggung jawabnya.


Sampai di apartemen Cody memarkirkan mobilnya lalu turun dan membuka pintu penumpang.


"Silahkan Tuan".


Kayhan turun tanpa merespon ucapan Cody. Sikapnya semakin dingin dan sulit ditebak. Kayhan juga jarang berbicara. Dia hanya berbicara seperlunya saja.


Cody menghela nafas kasar. Selama puluhan tahun menemani Kayhan membuatnya terbiasa dengan sikap Tuan-nya itu. Namun tetap saja asisten berkacamata tebal itu mengeluh menghadapi sifat Kayhan yang super dingin seperti es.


Sejak lima tahun Cody juga sudah tak pernah lagi mendengar kabar tentang Ara. Setelah Nickho kembali ke Australia. informasi tentang Ara hilang tak bisa dideteksi. Semua itu adalah cara Nicko, Roger dan Jovan serta Jolenta untuk melindungi Ara.


Kayhan masuk kedalam Apartementnya. Dia menghempaskan tubuhnya disoffa. Dia membuka jas nya dan melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya. Acara yang cukup memakan energi itu membuat Kayhan mengumpat kesal karena dia tidak suka acara-acara seperti itu.


"Hufffhhhhhhhhhh".


Kayhan mengambil ponselnya dan melihat berita dirinya yang tengah viral dimedia sosial. Banyak yang mengirim pesan padanya, baik melalui akun-akun media sosialnya mau pun secara langsung atau telpon pribadi.


Meski tenar dan memiliki banyak harta. Namun Kayhan tak pernah bahagia. Dia merasa hampa. Dia merasa sunyi dan kesepian. Uangnya tetap tak bisa membuatnya tersenyum bahagia. Kayhan lupa terakhir dia tersenyum apalagi tertawa.


"Kembali ke Indonesia?". Gumam Kayhan tampak berpikir.


Sebenarnya dia sudah berjanji pada dirinya sendiri sampai kapan pun dia tidak akan kembali kesana. Tempat itu terlalu banyak memiliki kenangan yang tidak bisa Kayhan lupakan. Namun dia tak bisa mengelak.


"Arghhhhhhhhh".


"Tidak. Tidak. Aku pasti bisa. Aku hanya sebentar kesana. Tidak lama". Dia menggeleng mengenyahkan segala pikiran jahatnya.


Bersambung.......


Kayhan ❤️ Kimara