Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 60. Move to Belanda



**Maaf aku memilih pergi. Bahagialah, aku juga akan bahagia jika kau bahagia. Sumber bahagiaku hanya dirimu


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹**


Ara, Roger, Jovan, Shella dan Aldo sudah berada di Bandara. Kali ini mereka menaiki jet pribadi milik Jovan.


Sebenarnya Jovan tidak pernah menggunakan jet pribadi ketika pulang ke Belanda, namun demi menjaga kenyamanan Ara maka Jovan memilih tempat privasi.


Apalagi saat ini media sedang mengejar Ara, dan terus mencari tahu mengapa keduanya bercerai? Tentu saja berita yang disebarkan oleh keluarga Bagaskara, berisi tentang pemitnahan Ara.


Roger dan Jovan sengaja menyembunyikan hal itu pada Ara, karena tidak mau membuat Ara stress atau depresi memikirkan semuanya. Ara, saat ini sedang berkabung karena dipaksa berpisah dengan suaminya Kayhan.


"Sayang". Roger mengelus lembut kepala adiknya, lalu menyandarkan kepala Ara dibahunya "Jangan larut dalam kesedihan. Ara masih punya Kakak dan yang lainnya, masih ada kami yang menyanyangi mu. Jadi jangan merasa sendirian". Hibur Roger mengelus kepala Ara yang bersandar dibahunya.


"Iya Dek. Kita janji, akan membawamu jauh dari keluarga Bagaskara". Sambung Jovan mengenggam tangan Ara yang terletak dipangkuan Ara.


Sedangkan Shella menghadap kearah mereka dengan memangku Aldo yang sudah tertidur pulas dipangkuan nya.


"Iya Ra". Timpal Shella juga.


Ara terdiam sambil mengigit bibir bawahnya "Kak hiks hiks hiks hiks hiks". Tangis Ara kembali lagi pecah. Padaha sudah berjanji takkan menangis.


"Sudah sayang". Roger memeluk Ara, sedangkan Jovan mengenggam tangan Ara. Ara sudah dianggap seperti adiknya sendiri.


"Kak, Ara tidak bisa jauh dari Kak Han. Ara tidak bisa Kak". Sarkas Ara sambil menggeleng.


Roger mengeratkan pelukannya "Pasti bisa sayang. Kamu harus tetap melanjutkan hidupmu, entah bersama Kayhan atau tidak kamu juga berhak bahagia". Sahut Roger, mencium pucuk kepala adiknya. Roger merasa teriris melihat kehidupan Ara yang tak berkesudahan dengan air mata.


"Tapi Kak, Ara mencintai Kak Han Kak. Ara tidak bisa Kak......".


"Dek, dengarin Kakak. Kamu pasti bisa. Ingat bagaimana Keluarga Bagaskara memperlakukan mu, ingat bagaimana mereka dengan kejam menyiksamu? Melepaskan lebih baik dari pada mempertahankan sesuatu yang akan membuatmu semakin tersiksa". Nasehat Jovan mengenggam tangan Ara. Pria itu juga merasa sakit saat Ara terus saja menangis, bahkan gadis yang sudah bersuami itu tampak kacau balau tak terurus.


"Tapi Kak.......".


"Sttttttt, ada kita Dek. Kak Roger, Kak Shella, Kak Jovan dan Aldo, kita semua adalah keluarga mu yang selalu sayang sama kamu. Di Belanda ada orangtua Kakak, mereka juga pasti menyanyangi mu". Jovan menghapus air mata Ara, saat Ara melepaskan pelukkan nya pada Roger.


"Benar Ra. Jangan nangis terus. Kasihan Aldo nanti dia juga akan menangis saat melihat kamu menangis". Sambung Shella juga.


Ara menatap Aldo yang terlelap dipangkuan Shella. Pria kecil itu sangat menyanyangi Ara, seperti seorang pria yang mencintai kekasihnya begitulah sikap Aldo kepada Ara. Jika Ara menangis maka Aldo menangis juga, Aldo kecil berusaha tidak menangis tapi saat melihat Aunty Ara-nya, pikiran polosnya selalu berpikir jika Ara kesakitan.


"Terima kasih Kak". Ara mengelus kepala Aldo dengan sayang "Ado memang pria kecil yang selalu membuatmu merasa menjadi seorang Ibu". Ara menjauhkan tangannya dari kepala Aldo.


Roger tersenyum mengelus kepala adiknya "Tidak sayang, Ara adalah segalanya untuk Kakak. Kakak yang minta maaf membiarkanmu menderita selama satu tahun, maaf sayang". Sahut Roger merasa bersalah


Ara menggeleng "Tidak Kak, Kakak sudah menjadi yang terbaik untuk Ara". Balas Ara.


"Kak Jovan". Ara membalas genggaman Jovan yang terasa hangat "Terima kasih ya sudah membantu Ara. Terima kasih juga Kakak sudah mau berjuang bersama Kak Roger. Aku menyanyangimu Kak". Ara memeluk Jovan yang memang dari dulu begitu dekat dengan nya. Hubungan mereka juga seperti Kakak adik.


"Iya Dek. Kakak senang Ara bisa tersenyum lagi". Balas Jovan sambil melepaskan pelukan Ara. Lalu menyeka air mata gadis cantik itu "Jangan menangis lagi nanti tambah jelek". Goda Jovan. Ara terkekeh.


Perjalanan menunu Belanda terasa lama. Ara tertidur dengan pulas dipundak Roger, setelah lelah menangis air mata Ara benar-benar kering tampak sekali gadis itu tak berdaya.


Roger mengelus kepala adiknya. Seperti dulu, Ara kecil selalu bermanja pada Kakaknya. Dan sekarang Roger ingin mengulang lagi, kisah masa kecilnya dulu bersama Ara.


Jovan juga tersenyum hangat menatap Roger yang kembali menjadi lembut pada Ara. Jovan sangat tahu bagaimana sikap Roger pada Ara ketika Ara beranjak dewasa. Roger memberontak dan membenci adiknya itu, namun tanpa diduga Roger sadar dengan sendirinya.


Jovan memang dulu sempat menaruh hati pada adik sahabat nya itu, karena Ara memang berbeda dari gadis yang lainnya. Ara tidak banyak ngomong dan menuntut gadis itu sederhana dan apa adanya. Namun, Jovan sadar perasaannya terhadap Ara takkan terbalaskan karena Ara hanya menganggap dia sebagai Kakak. Sejak itulah Jovan memutuskan untuk menghapus semua perasaannya.


Shella juga tampak tertidur dengan bersender, dikakinya Aldo terlelap dengan tenang. Pria kecil itu juga puas menangis karena melihat Autny Ara-nya.


Jovan dan Roger memang sengaja membawa Ara, Shella dan Aldo pergi jauh. Karena mereka yakin setelah ini Bagaskara tidak akan tinggal diam, dia tidak akan membiarkan Ara kembali pada Kayhan.


Roger menghilangkan semua jejak tentang adiknya, keahliannya tidak perlu lagi ragukan dalam hal IT. Sampai keujung dunia pun mereka takkan menemukan tempat persembunyian Ara. Sekalipun itu keluarga Bagaskara yang paling berkuasa.


Jovan juga memutuskan untuk menyerahkan perusahaan nya pada Jolenta adiknya. Meski mengomel panjang bak rel kereta api, setelah Jovan menjelaskan akhirnya Jolenta mengikuti kemauan saudara kembar'nya. Meski akan dibuat pusing seribu keliling karena mengurus dua perusahaan sekaligus, ditambah lagi caffe dan beberapa usaha lainnya. Ingin rasanya Jolenta mengumpat saudara kembarnya, namun dia juga takut bahwa Jovan melakukan ini demi Roger, sahabat nya.


Awalnya Jolenta juga merenggek ingin ikut bersama Roger dan Jovan pindah ke Belanda. Tapi itu akan membuat keluarga Bagaskara curiga jika mereka hilang secara bersamaan. Dengan hati yang berat Jolenta mengambil alih semua usaha saudara kembarnya.


Entah kapan mereka akan kembali lagi ke Indonesia. Bisa saja tidak kembali, karena tujuan Roger dan Jovan memang menjauhkan Ara dari keluarga iblis itu. Mereka ingin Ara melupakan semua yang terjadi padanya.


"Semoga setelah ini ada kebahagiaan yang menghampiri mu Ra. Aku yakin suatu saat nanti hidupmu akan berubah, dan manusia-manusia kejam itu akan bertekuk lutut padamu". Batin Jovan tanpa sadar tangannya terkepal sangat erat.


Jovan memang sudah menganggap Roger dan Ara saudara kandungnya sendiri. Apalagi dia dan juga memiliki keahlian yang sama dan profesi yang sama. Membuat hubungan mereka semakin erat.


Jovan dan Roger berhasil meretas rekaman CCTV di kediaman Bagaskara, rahang keduanya mengeras saat melihat apa yang dilakukan Bagaskara pada Ara. Roger sempat mengamuk dan ingin menyerang keluarga itu. Namun, Jovan mencegah karena mereka tidak akan menang melawan Bagaskara keluarga paling berpengaruh. Yang ada mereka ada didepak dari Indonesia.


Bersambung...........


Kayhan ❤️ Kimara