
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Apa?". Pekik Nathan dan William bersamaan setelah Bagaskara mengatakan dan menceritakan
"Maksud Grandfa, Grandfa sudah bertemu Ara?". Tanya Nathan memastikan.
Bagaskara mengangguk "Dia memiliki lima orang anak. Empat kembar berusia lima tahun dan satu nya lagi berusia sepuluh tahun. Yang kembar tiga sangat mirip dengan Kayhan, yang berusia sepuluh tahun mirip Seem, dan perempuan satu-satunya sangat mirip dengan Ara". Jelas Bagaskara.
Lagi-lagi Nathan dan William saling melihat tak percaya.
"Anak siapa Grandfa? Bukankah Ara mandul?". Ujar William.
"Grandfa yakin jika itu anak nya Kayhan. Wajah mereka sangat mirip. Sifat mereka juga begitu mirip". Bagaskara menghela nafas "Yang satunya juga anak Seem. Sepuluh tahun yang lalu Seem pernah meniduri seorang gadis. Jadi Grandfa yakin jika itu anaknya Seem". Imbuh Bagaskara.
Nathan dan William kembali dibuat tercengang. Kenapa banyak sekali rahasia keluarga Bagaskara ini? Sejak kapan Seem menghamili perempuan? Bukankah pria itu alergi wanita? Bahkan sejak putus dari mantan pacarnya dia sama sekali tidak pernah dekat dengan wanita lain, selain Ara.
"Apa Grandfa sudah menyelidiki anak-anak yang bersama Ara? Bisa jadi itu bukan anaknya? Atau hanya anak angkat?". Ujar Nathan.
"Ini". Bagaskara menunjukkan iPad ditangannya "Grandfa meminta Tommy menyelidiki semuanya. Memang benar selama ini Ara tinggal di Belanda bersama keluarga Van Derg. Dia memang melahirkan anak kembar empat lima tahun lalu. Sejak dia berpisah dengan Kayhan dibukan pertama, Ara hamil". Jelas Bagaskara.
William dan Nathan melihat data yang tertera dilayar iPad itu. Kedua pria itu benar-benar tercenggang dengan kebenaran yang mereka dengar saat ini. Bagaimana mungkin Ara bisa hamil? Bahkan melahirkan empat anak sekaligus.
"Apa Kayhan sudah tahu masalah anak-anak nya?". Tanya Nathan.
Bagaskara menggeleng "Kayhan tahu. Tapi dia beranggapan itu bukan anaknya dan menuduh Ara selingkuh". Sahut Bagaskara.
"Bagaimana bisa?". Ujar William geram.
"Kau tahu kan kesalahan Grandfa dimasa lalu. Kay masih menganggap video itu benar. Grandfa ingin menemuinya dan menjelaskan semuanya". Ucap Bagaskara dengan penuh rasa bersalah "Tapi Kay sama sekali tidak mau bertemu Grandfa". Bagaskara menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"Grandfa, tunjukkan saja semua bukti pada Kay. Biar aku yang menjelaskannya". Ujar Nathan mengenggam tangan Bagaskara "Grandfa tidak perlu bersedih. Kay pasti mengerti ketika Grandfa menjelaskan semuanya". Sambung Nathan.
Bagaskara mengangguk "Temui Cody, dia tahu semuanya".
"Cody?". Beo Nathan dan William.
"Cody, asissten Kay?". Bagaskara mengangguk.
"Cody mengetahui semuanya. Nickho juga. Selama ini Nickho juga ikut andil dalam melindungi Ara dan anak-anaknya. Kau bisa menemui Nickho membahas ini. Sebelum terlambat dan anak-anak Ara membenci Ayah nya sendiri". Ucap Bagaskara dengan sedikit permohonan.
"Baik Grandfa. Nathan akan menyelesaikan semuanya. Grandfa tidak perlu bersedih". Nathan masih berusaha menenangkan Bagaskara.
Bagaskara mengangguk "Terima kasih Son".
Sedari tadi ada dua bocah yang mendengarkan percakapan mereka. Dia lah, Leon dan Edgar yang mengintip dibalik pintu. Kedua mata-mata Seem itu selalu siaga dalam menguping.
"Ayo". Leon mengajak Edgar pergi.
Keduanya masuk kedalam kamar Leon. Saat ini mereka sedang berada dikediaman Nathan dan Naira.
"Kasih tahu Uncle Seem". Sahut Leon.
Mereka menelpon Seem dan menjelaskan tentang apa yang mereka dengar pada pria itu. Seem hanya tersenyum penuh kemenangan. Dugaan nya benar jika selama ini, Bagaskara lah masalah dibalik semuanya. Dia takkan mau memaafkan pria itu.
Nathan dan William, pergi kerumah sakit. Tujuan mereka adalah menemui Nickho. Jika memang benar Nickho mengetahui semuanya. Maka Nathan sangat marah karena telah membuat kekacauan.
"Ada apa kalian menemuiku?". Tanya Nickho heran. Tidak biasanya adik iparnya itu datang kerumah sakit dan menemuinya.
Bukannya menjawab Nathan malah melemparkan tatapan tajam pada Kakak ipar sekaligus sahabatnya.
"Kenapa aku menatapku begitu?". Tanya Nickho bergidik ngeri melihat tatapan Nathan yang terlihat ada kemarahan disana
"Katakan padaku jika kau tahu semua tentang Ara?". Tatap Nathan mengintimidasi.
Nickho berjingkrak kaget. Darimana Nathan tahu jika dia mengetahui semua tentang Ara?
"Maksudmu?". Kilah Nickho.
"Tidak perlu berpura-pura Kak". Sambung William "Beritahu kami semua tentang Ara? Kemana dia selama ini? Kami ingin menyelesaikan kesalahan pahaman ini sebelum Kay menyesal". Sambung William.
Nickho tertawa garing "Jadi kalian datang kesini hanya ingin menanyakan ini? Mencari kebenaran? Lalu memberitahu pria tidak tahu diri itu?". Ledek Nickho. Mendengar nama Kayhan saja dia muak.
"Baik aku akan jelaskan semuanya pada kalian. Pasang telinga kalian baik-baik. Dan jelaskan pada pria tidak tahu diri itu. Jika dia percaya syukur, jika dia tidak percaya itu bukan urusanku". Tandas Nickho.
"Yahh aku mengetahui dimana Ara selama ini. Bahkan aku juga hangat sengaja menyembunyikannya. Agar pria tak tahu diri seperti Kayhan dan tua bangka bau tanah seperti Bagaskara tidak bisa menemukan jejak Ara".
"Stop, mengatakan Grandfa tidak tahu diri Kak". Pekik William dengan nafas memburu.
"Cih, kenapa kau membelanya? Apa kau tahu jika pria itu adalah penyebab dari segala penderitaan Ara". Ledek Nickho.
"Lanjutkan Nickho". Tintah Nathan tak sabar.
"Kalian tahu bagaimana penderitaan Ara. Bahkan saat dia hamil besar Kayhan tega menunduhnya berselingkuh dengan Jovan. Apa kalian juga tahu jika kepergian Ara adalah rencana tua bangka itu?". Nickho menjelaskan dengan nafas memburu. Dulu dia tidak membenci Bagaskara tapi sekarang dia benar-benar tak ingin mendengar nama Bagaskara.
"Ketika Ara hamil dia menderita Fibroid Rahim. Dia bisa saja sembuh dengan mengugurkan anaknya, tapi Ara memilih menderita dibanding harus membunuh anak-anak nya". Dada Nickho kembali sesak jika mengingat penderitaan Ara.
"Dia berjuang setengah mati menyelamatkan keempat anaknya tanpa ada suami. Jika saja tidak ada aku dan Jovan yang berada disisinya, mungkin Ara akan lebih menderita". Nathan dan William terdiam mendengar penjelasan Nickho.
"Sekarang kalian sudah tahu kan dimana Ara? Dia kembali ke Indonesia. Karena putrinya ingin mengikuti lomba melukis. Meski berperang dengan hati dan pikirannya akhirnya, Ara kembali ke Indonesia, dengan perasaan takut". Ujar Nickho lagi.
"Dia juga sudah bertemu pria brengsekkkk itu dan kau tahu Kay mengatakan jika anak-anak itu adalah anak Jovan. Dia menuduh Ara dan Jovan menikah secara diam-diam". Nickho menggeleng tak percaya "Aku hanya berharap kalian bisa membuatnya percaya. Jika tidak ya sudah aku tidak akan membantu banyak. Kay akan menyesal suatu saat nanti ketika Ara benar-benar hilang". Nickho tersenyum sinis.
Nathan dan William terdiam mendengar penjelasan Nickho. Mereka benar-benar tidak tahu semenderita apa Ara selama ini? Mereka juga mengira jika Ara dan Jovan sudah menikah. Meski sudah dijelaskan oleh Bagaskara bahwa video itu adalah hasil editannya namun tetap saja Nathan da William menuduh Ara yang tidak-tidak. Lebih tepatnya mereka cemburu.
**Bersambung.....
Kayhan ❤️ Kimara**