Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 54. K2 Painting



Berjuang bersamamu adalah mimpiku yang menjadi kenyataan, maka jangan pernah bangunkan aku karena aku takut jika terbangun kau sudah tidak ada disisi ku


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹


Kayhan dan Ara, masih duduk saling bercerita dan bercengkrama dikamar mereka. Pasangan suami istri itu selalu begitu, setiap malam sebelum tidur akan membahas masalah yang terjadi hari ini dan mereka akan bersama-sama untuk mencari solusinya.


"Jadi kita harus buka usaha baru Bby?". Tanya Ara.


Kayhan mengangguk namun juga heran kenapa istrinya tidak bertanya alasan dia dipecat.


"Kenapa kau tidak bertanya kenapa aku dipecat sayang?". Tanya Kayhan.


Ara tersenyum simpul "Aku sudah tahu, ini pasti ulang Tuan Bagaskara". Jawab Ara.


Kayhan menghela nafas "Maaf ya sayang". Gumam Kayhan pelan yang masih bisa didengar oleh Ara.


"Tidak apa-apa Kak". Senyum Ara "Jadi kita harus buka usaha apa?". Ara tampak berpikir.


Kayhan juga berpikir "Bagaimana kalau kita buka caffe?". Saran Kayhan.


Ara tampak berpikir, lalu menggeleng "Sepertinya caffe sudah kebanyakan Bby. Untuk buka caffe juga butuh modal yang banyak. Sementara tabungan kita hanya segini". Ara menghembuskan nafas kasar. Bibirnya tampak mengerucut seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat.


"Aha". Kayhan terjingkrak kaget mendengar suara teriakkan Ara.


"Astaga sayang, jangan teriak". Tegur Kayhan memasang wajah kesal.


"Hehhe, maaf ya Bby". Ara cenggegesan sambil menoel-noel hidung suaminya "Ehem, bagaimana jika kita buat galeri lukisan?". Saran Ara.


Kayhan menautkan kedua alisnya "Didaerah sini sepi sayang. Tidak ada orang yang akan membelinya. Kau tahu kan yang mengoleksi lukisan itu hanya orang-orang tertentu". Jelas Kayhan.


Ara malah menggeleng "Kita akan cari ruko baru Bby, tidak disini. Aku yakin pasti banyak yang suka. Kan Hubby, ahli dalam hal pemasaran. Bagaimana jika kita bagi tugas, aku yang melukis dan Huby yang promosi". Seru Ara dengan semangat.


Kayhan masih ragu dengan pendapat istrinya. Meskipun tak bisa dipungkiri, lukisan memiliki daya tarik sendiri untuk para penggemar nya. Kayhan termasuk orang yang suka mengoleksi benda itu. Tapi apakah yakin jika galeri lukisannya bersama Ara akan banyak pengunjung? Sementara galeri lukisan terkenal adalah milik Kakaknya sendiri, Seem. Galeri yang sudah berjalan selama belasan tahun.


"Bagaimana Bby?". Tanya Ara meliat suaminya diam, seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Okey. Nanti kau lukis dulu beberapa lukisan untuk sampelnya, aku akan memperomosikannya. Jika ada yang berminat membelinya, maka kita bisa buka usaha lukisan". Jelas Kayhan.


Ara tampak berpikir, tidak ada yang salah dengan ucapan suaminya. Memang harus dicoba dulu "Baiklah". Sahut Ara.


"Ya sudah, kita istirahat. Besok kita akan beli kanvas dan beberapa cat untuk kau melukis". Ucap Kayhan membaringkan tubuhnya. Dia menarik Ara masuk kedalam pelukkannya.


"Sayang, bolehkah?". Tanya Kayhan menatap Ara dengan penuh harap "Apa tamu bulanannya sudah selesai?". Tanya Kayhan lagi.


"Yessssssss". Kayhan bersorak gembira. Sudah seminggu puasa karena tamu bulanan istrinya dan hari ini puasanya akan lunas.


Lalu terjadilah sebagaimana mestinya yang pasangan suami istri lakukan setiap malam.


Keesokan harinya, Ara terbangun dari tidur nyenyak nya. Seluruh tubuhnya terasa remuk redam, akibat pergulatan panas mereka. Kayhan, benar-benar buas. Ara sampai menggeleng tak percaya melihat kebuasaan suaminya sendiri yang menurut Ara keterlaluan.


"Selamat pagi istriku cantik. Morning kiss". Sapa Kayhan dia menciumi bagian wajah Ara.


"Pagi juga Bby". Balas Ara, menutupi tubuh polosnya. Ahh malu sekali rasanya setiap bangun selalu bangun tanpa baju.


"Ayo, sayang aku gendong ke kamar mandi. Kita mandi bersama". Tanpa menunggu jawaban Ara, Kayhan mengendong istri kecilnya.


Ara hanya bisa menghela nafas kasar, dia yakin setelah ini suaminya akan meminta lagi dan lagi. Sering Ara kesal dengan kemesuman suaminya.


Ara dan Kayhan sedang bersiap-siap untuk pergi, mereka akan mencari kanvas dan beberapa cat untuk Ara mengambar sebagai sample lukisannya.


Ara memang memiliki bakat melukis dan menulis, sejak kecil Ara sering mengikuti event-event diberbagai perlombaan. Tak jarang gadis itu menjadi perwakilan sekolah antar kesenian kota. Bakat itu turunan dari Ferarer yang memang seorang tukang bangunan, tapi juga arsitek.


Ara mengambar dengan telaten, jari lentik itu terlihat begitu lihai. Sedangkan Kayhan mengamati istri kecilnya jika berwajah serius justru sangat menggemaskan bagi Kayhan.


Beberapa menit kemudian lukisan Ara pun jadi, dan terlihat begitu indah.


"Coba lihat dulu Bby". Ara menyerahkan lukisan itu pada suaminya.


Mata Kayhan menatap kagum dan luar biasa. Lukisan Ara benar-benar bagus dan menarik. Bahkan ini lukisan terbaik dan terbagus yang pernah Kayhan lihat.


"It's so amazing sayang". Puji Kayhan kagum pada kemampuan istri kecilnya. Pendidikan Ara hanya SMK saja, tapi kemampuan istrinya melebihi mereka yang memiliki gelar tinggi.


"Aku promosi kan ya sayang". Kayhan mengambil ponselnya dan memotret hasil karya istri ke beberapa media sosial.


Kayhan yakin jika lukisan istrinya akan banyak diminati oleh pencinta lukisan lainnya.


Satu bulan berlalu, Ara dan Kayhan berhasil membuka usaha lukisan tersebut. Mereka menyewa sebuah ruko yang mereka jadikan galeri lukisan.


Banyak para pencinta lukisan yang berdatangan di galeri lukisan yang diberi nama "K2 Painting" meskipun masih terbilang baru, tapi galeri lukisan milik Ara cukup digemari oleh para pencinta lukisan.


Lukisan Ara memang menarik, dan memiliki makna tersendiri. Imajinasi Ara yang liar, rasa kehilangan dan patah hati terdalam yang pernah dia rasakan, dituang kan dalam bentuk lukisan. Perjuangannya bersama Kayhan juga Ara deskripsi kan dalam bentuk lukisan.


Bersambung........


Kayhan ❤️ Kimara