
Kau adalah pemberian terbaik dalam hidupku. Aku akan menjaga pemberian ini dengan baik.
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹
Kayhan berdiri didepan pintu kontrakkan. Lampu didalam rumahnya belum hidup, artinya Ara belum pulang.
Kayhan menghembuskan nafas kasar. Biasanya Ara akan menyambutnya dengan senyum, membuat lelah Kayhan seketika menghilang.
Cekrekkkkkkkkkk
Kayhan membuka pintu, gelap yang Kayhan rasakan. Dia menghidupkan saklar lampu.
"Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday. Happy birthday dear Hubby".
Kayhan mematung saat melihat istrinya berjalan kearahnya dengan membawa kue ulangtahun, yang di atas nya tertanam lilin angka 30.
"Sayang". Kayhan berkaca-kaca, terharu. Dia pikir Ara-nya tidak ingat dengan hari ulanh tahunnya.
Ara berjalan menghampiri Kayhan. Kejutan yang Ara buat berhasil. Dia setengah mati menahan tawa saat melihat wajah Kayhan pagi tadi.
"Make a wish dulu". Kayhan menangkup kedua tangannya didepan, lalu memejamkan mata dan berdoa.
"Tuhan terima kasih untuk usia yang boleh bertambah satu tahun. Aku sungguh bahagia diulang tahunku yang pertama kalinya bersama orang spesial yang Tuhan kirim kan untuk menjadi pendamping ku. Jadikan aku suami yang bijaksana dalam membangun rumah tangga berdasarkan kehendak Mu. Mampukan juga aku dan istriku menghadapi segala masalah yang menghadang rumah tangga kami. Amin". Doa Kayhan dalam hati.
"Tiup lilinnya".
Husssssssssssssfffffhhhhhhhhhh
"Yeeeeeee". Ara heboh sendiri saat suaminya meniup lilin.
Kayhan terkekeh melihat tingkah menggemaskan istrinya. Istri yang dulunya terlihat dingin kini hangat.
"Selamat ulang tahun Uncle Kay". Ucap Aldo menghampiri mereka bersama Shella.
Kayhan tersenyum hangat. Dia menjongkokkan badannya dan menyamakan tingginya dengan Aldo kecil.
"Terima kasih sayang Uncle". Kayhan mengacak rambut Aldo dengan gemes. Lalu kembali berdiri.
"Selamat ulang tahun ya Kay". Shella juga mengucapkan selamat ulang tahun pada Kayhan.
"Terima kasih Kak".
"Bby, potong dulu kue nya". Ara menyerahkan pisau kecil dan piring pada suaminya.
Kayhan memotong kue berbentuk hati itu dengan senyum sumringah, bahkan dia melupakan kesedihannya.
"Selamat ulang tahun Bby. Doanya sudah aku sampaikan pada Tuhan. Jika penasaran tanya Tuhan saya". Canda Ara, membuat Kayhan terkekeh gemes.
"Terima kasih sayang". Kayhan mengecup kening Ara dengan sayang, dia juga menghujani wajah Ara dengan banyak ciuman "Aku pikir, kau tidak tahu hari ulang tahunku". Celetuk Kayhan
Ara tersenyum "Mana mungkin aku lupa, aku sengaja saja membuat mu kesal. Ahhh lucu sekali wajah cemberut mu Hubby, menggemaskan". Ara menoel-noel pipi suaminya. Lalu mereka berdua tertawa.
Shella tersenyum lebar melihat keromantisan pasangan suami istri itu. Meski pun tidak dikaruniai anak, keduanya tetap saling mengasihi dan mempertahankan kehidupan rumah tangga mereka yang selalu diterpa badai
Shella teringat dengan kisah percintaan nya yang kandas ditengah jalan, bahkan gadis itu sampai menghasilkan Aldo, karena depresi ketika dikhianati oleh kekasihnya.
"Ini untukmu Bby. Maaf ya bukan hadiah yang mahal, hanya ini yang kupunya". Ara menyerahkan sebuah kado berwarna peach dengan gambar Teddy Bear.
Kayhan menyambutnya dengan senyum, dan membukanya dengan tak sabar.
Mata Kayhan membulat saat melihat apa yang ada didalam bungkusan kado itu.
"Sayang, ini". Kayhan tak dapat berkata apa-apa.
Sebuah lukisan yang mengambar dirinya dan Ara, ditengahnya ada empat bocah dengan tinggi badan yang sama, diantara keempat bocah itu salh satunya perempuan. Bocah-bocah itu sangat mirip dengan wajah Kayhan dan Ara.
"Jika suatu saat kita ada uang lebih, aku ingin mengadopsi anak sesuai dengan yang digambar ini Bby. Pasti menyenangkan bisa memiliki empat anak sekaligus". Ara menjelaskan gambar yang dia lukis.
Hati Kayhan berdenyut. Sejujurnya dia juga ingin memiliki anak, namun siapa yang bisa menghindari takdir? Jika memang yang mahakuasa mengizinkan mereka memiliki anak, Kayhan yakin suatu saat nanti dia juga bisa mempunyai anak dari benihnya sendiri.
"Ra, sabar ya. Tuhan pasti kasih diwaktu yang terbaik". Shella mengelus pundak Ara.
"Aunty Ara, kan ada Ado. Ado juga anak Aunty Ara". Sambung Aldo membuat mereka terkekeh.
Kayhan menatap lukisan istrinya "Aku tidak tahu jika istriku ini sangat pandai melukis". Kayhan mencubit pipi Ara dengan gemes.
"Hubby.....". Pekik Ara mengelus pipinya yang terasa pedas karena kelakuan suaminya.
Acara ulang tahun Kayhan dirayakan dengan sederhana. Ara dan Shella memasak dengan menu berbeda untuk mereka berempat.
Kayhan sangat bahagia. Ulang tahun yang biasanya dia rayakan di hotel bintang lima, dengan tamu undangan rekan bisnisnya. Kini dirayakan dengan hal yang jauh berbeda dari biasanya.
Anehnya Kayhan sangat terkesan dan terharu, menurut Kayhan ini adalah ulang tahun paling special selama hidupnya didunia. Kado terindah yang istrinya berikan membuat Kayhan, merasa beruntung memiliki Ara.
Ara-nya tak seperti wanita pada umumnya yang bersusah payah memberikan kado terbaik dan termahal, meski harus meronggoh kocek. Sedangkan istrinya Ara hanya memberikan sebuah lukisan yang menurut Kayhan sangat luar biasa. Kayhan memang menyukai lukisan sejak dulu, dia juga mengoleksi semua lukisan Seem.
Bersambung.........
Kayhan ❤️ Kimara