Love Story' CEO.

Love Story' CEO.
Bab 161. Maafkan Daddy.



Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ara melepaskan pelukkan Kayhan. Dia memperhatikan penampilan pria ini. Ara memperbaiki rambut Kayhan yang kusut dan berantakkan serta bajunya yang terlihat tak teratur.


"Sayang". Kayhan masih terisak memperhatikan Ara. Sentuhan lembut Ara membuatnya merasa nyaman.


"Hubby".


Hati Kayhan bergetar saat Ara memanggilnya dengan panggilan itu. Sudah lama dia merindukan panggilan yang menghilang sejak enam tahun ini.


"Kau terlihat cantik sayang". Ujar Kayhan dia masih terbata-bata.


Ara tersenyum hangat. Pujian suaminya memang mampu membuatnya merona. Padahal hanya pujian kecil saja.


Ara menatap ketiga putranya yang terdiam melihat dia dan Kayhan. Lalu Ara beralih pada Nara yang setia berdiam digendongan Nickho. Putri kecil nya itu memang sedikit genit, apalagi jika melihat pria tampan.


"Nara sini sayang".


"Iya Mommy".


Dengan cepat Nara turun dari gendongan Nickho. Nickho hanya menggeleng dengan gemes. Setelah menonton drama live dirinya sempat menyeka air mata haru, lalu dibuat terkekeh dengan gadis kecil yang selalu membuatnya gemes sendiri.


Nara berlari kearah Mommy nya dia selalu patuh jika Ara yang memanggil. Nara terlihat masih bahagia, kemenangan yang dia dapat membuatnya senang bukan main.


Ara berjongkok menyamakan tingginya dengan keempat anaknya.


"Kalian sayang Mommy?". Mereka berempat mengangguk kompak.


"Apa kalian sayang Daddy?". Nara, Zero dan Zeno mengangguk kompak. Kecuali Naro yang menggeleng.


"Naro kenapa?". Tanya Ara pada putra sulungnya itu.


"Dia sudah menuduh Mommy berselingkuh dengan Ayah. Naro tidak suka padanya". Sahut Naro tanpa melihat wajah sendu Ayahnya.


Ara menggeleng "Naro tidak boleh seperti itu ya. Daddy punya alasan sendiri kenapa mengatakan itu. Bukankah Mommya sudah pernah jelaskan pada Naro?". Pria kecil itu terdiam "Mommy tahu jika Naro merindukan Daddy kan?". Goda Ara terkekeh melihat wajah malu putranya.


"Tapi dia sudah jahat sama Mommy". Naro masih mencari alasan.


"Sayang, setiap orang itu pernah bersalah. Setiap orang juga punya hak untuk menerima kata maaf". Ara mengelus kepala putranya "Naro masih ingat cerita Mommy tentang Putri Bintang dan Pedang Sakti?". Naro mengangguk "Bagaimana akhirnya Putri Bintang bisa bahagia hidup bersama Pangeran Bulan?". Tanya Ara mengingatkan kembali dongeng yang selalu dia baca sebelum anak-anak nya tertidur.


"Putri Bintang memaafkan semua kesalahan Pangeran Bulan". Sahut Naro.


"Nahhh Naro sudah tahu kan. Kunci kebahagiaan adalah.....".


"Memaafkan". Sahut Naro, Zero, Zeno dan Nara kompak. Kayhan benar-benar terharu melihat cara Ara mendidik anak-anak nya.


"Naro ingin bahagia?". Naro mengangguk cepat.


"Naro mau Mommy bahagia?". Naro mengangguk lagi dengan cepat.


"Naro mau memaafkan Daddy?". Namun Naro masih terdiam.


"Kenapa sayang?". Tanya Ara melihat keraguan diwajah putranya.


"Naro mau memaafkan Daddy. Naro ingin Mommy bahagia". Ucap Naro dengan yakin.


"Terima kasih sayang". Ara memeluk putranya.


Sekarang Ara mendekat pada putrinya. Karena putrinya ini benar-benar polos dan belum mengerti apa-apa.


"Sayang".


"Iya Mommy?". Tanya Nara.


"Apa Nara mau memaafkan Daddy?". Nara bingung mendengar pertanyaan Mommy-nya.


"Memangnya Nala punya Daddy? kan sudah ada Ayah dan Papa?". Ujar Nara heran


Ara tersenyum hangat "Itu Daddy-nya Nara. Mirip kan sama Kak Naro, Kak Zero dan Kak Zeno?". Nara mengangguk


"Daddy". Senyum Nara kearah Kayhan. Kayhan tak mampu menahan tangisnya.


"Maafkan Daddy Nak". Tangis Kayhan pecah memeluk keempat makhluk kecil hasil kerja kerasnya malam hari itu (Otak author udah mulai nyimpang, hahhaha).


"Daddy". Keempatnya juga menangis memeluk Kayhan. Mereka adalah anak-anak yang dewasa sebelum waktunya. Meski kelakuan mereka layaknya orang dewasa, mereka tetaplah anak-anak kecil yang hatinya mudah tersentuh.


"Sayang, sini".


Ara ikut memeluk kelima orang itu. Setelah melewati ribuan badai dan terjangan ombak, akhirnya kebahagiaan menghampiri nya. Tak pernah Ara bayangkan jika saat ini dia diberikan kesempatan luar biasa oleh Tuhan menerima kebahagiaan tak ternilai ini.


Pelukkan mereka terlepas.


"Sayang, Daddy sama Mommy dulu".


Cup Cup cup cup cup cup


Cup cup cup cup cup cup


Cup cup cup cup cup cup


Cup cup cup cup cup cup


Keempatnya menghujani wajah Ara dan Kayhan dengan banyak ciuman. Hingga membuat pasangan itu terkekeh geli, ketika benda kenyal itu menempel dikulit wajah mereka.


Shella tersimpul bahagia menyaksikan kebahagiaan Ara. Dia turut berbahagia akhirnya wanita berkepala plontos itu kini menemukan titik terang dari kehidupan gelapnya.


Jovan juga mencoba ikhlas. Meski hatinya cemburu melihat betapa bahagia anak-anak Ara ketika memeluk Kayhan. Namun dia tak mau egois. Saatnya dia melepaskan Ara untuk kebahagiaan Ara dan mencoba menata hidupnya yang baru. Jovan yakin suatu hari nanti dia juga akan menemukan cinta sejati, entah itu kapan? Jovan siap menunggu.


Begitu juga dengan Nickho. Meski hatinya terluka parah, tapi dia juga sadar diri bahwa cinta tidak harus memiliki. Bahwa cinta terbaik adalah melepaskan sesuatu yang di cintai dengan ikhlas. Meski sampai saat ini Ara masih menjadi wanita terindah dalam hidup Nickho namun dia tak mau membuat Ara harus disiksa oleh perasaan nya. Biarlah perasaannya ini dia tanggung dengan sendirinya.


Seem juga sudah sedikit lebih baik. Dia sudah bisa tersenyum ketika melihat Kayhan dan Ara saling berpelukkan. Dia sudah tenang melepaskan gadis itu bersama pria yang Ara cintai. Mulai saat ini dia akan belajar membuang perasaan nya jauh-jauh. Seem akan membuka hatinya untuk Shella. Wanita yang telah menjadi Ibu dari putranya.


"Kenapa wajah Mommy pucat?". Pertanyaan Naro mengalihkan perhatian Kayhan yang sedari tadi asyik memeluk Nara.


"Sayang, kau baik-baik saja?". Cecar Kayhan panik.


Ara menggeleng sambil tersenyum mencoba kuat. Meski sebenarnya sebelum acara dimulai dia memang merasakan seluruh tubuhnya sakit.


Brukkkkkkkkkkkkkkkkkkkk


Mata Ara terpejam untung saja Kayhan dengan sigap menangkap tubu istrinya itu.


"Sayang".


"Mommy".


"Bunda".


"Ara".


Mereka semua berhambur keatas panggung melihat Ara terjatuh pingsan. Wajahnya pucat. bahkan wig dikepalanya terlepas sehingga menampilkan kepala plontos yang dia tutupi selama ini.


"Kayhan cepat bawa Ara ke rumah sakit". Teriak Nickho.


Kayhan mengendong Ara dengan berlari dia panik bukan main. Tubuh istrinya juga terasa dingin.


"Mommy, Hiksss". Tangis Nara.


"Mommy Hiksss". Naro, Zero dan Zeno juga menangis.


"Sayang, Mommy pasti baik-baik saja ya. Jangan nangis". Hibur Shella.


Nickho mengendong Nara yang sedang menangis. Jovan mengendong Zero, Shella mengendong Zeno sementara Seem mengendong Naro. Bocah-bocah itu menangis melihat Ara yang terjatuh.


Sedangkan Aldo sudah berjalan duluan bersama Kayhan. Pria itu ikutan panik dan tak peduli dengan panggilan Shella, dia malah melonggos masuk kedalam mobil bersama Kayhan dan Cody.


**Bersambung.....


Kayhan ❤️ Kimara**