
Kau adalah anugrah terindah yang kumiliki, tak ada yang lebih berharga didunia ini selain kebahagiaan mu.
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹
Ara mengeliat dibalik selimut tebalnya. Dia merasakan ada sesuatu berat yang menimpa perutnya. Ara membuka matanya dan langsung disungguhkan dengan wajah tampan milik sang suami yang begitu menggemaskan saat tertidur. Ara menggeleng tak percaya, jika dia sudah menjadi seorang istri. Hampir saja dia berteriak heran saat mendapati seseorang berbaring disampingnya, untung dia langsung ingat jika dia sudah menikah.
Ara membersihkan diri dikamar mandi, dia sedikit meringgis kesakitan dibagian area sensitif nya. Suaminya benar-benar buas luar biasa, Ara hampir kewalahan mneyimbangi Kayhan.
Setelah selesai dengan pakaian lengkapnya. Ara tak lupa menyiapkan air hangat, handuk dan pakaian untuk sang suami. Ini akan menjadi rutinitas setiap hari untuk Ara.
Ara memang tidak lagi bekerja atas perintah Kayhan yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
Ara turun kebawah melalui pintu lift di Mansion mewah itu.
Ara segera menuju dapur "Selamat pagi Nona Muda". Sapa para pelayan ramah pada Ara.
"Selamat pagi Bi". Balas Ara tersenyum "Jangan memanggiku Nona panggil saja Ara". Lanjut Ara lagi
"Maaf Nona, Nona adalah majikkan kami sudah sepantas nya kami memanggil anda dengan panggilan Nona". Jawab Bik Amy, ketua pelayan di Mansion ini.
"Orang rumah biasa sarapan apa Bi?". Tanya Ara sambil membuka kulkas melihat bahan makanan yang sudah tersusun dengan rapih disana.
"Meat Pie, Lamington, Barramudi dan Vegemite. Nona". Jawab Bik Amy.
"Semua makanan khas Australia ya Bik?". Gumam Ara yang masih didengar oleh Baik Amy dan para pelayan lainnya.
"Iya Nona". Sahut Bik Amy "Kecuali Tuan Besar Bagaskara, Tuan Muda Kayhan dan Tuan Muda Seem. Biasanya mereka sarapan sandwich dan susu coklat". Jelas Bik Amy lagi.
"Apa mereka biasa makan nasi goreng Bik". Cecar Ara, tangan munggilnya mengambil beberapa bahan sayuran didalam kulkas.
"Tidak pernah Nona". Sahut Bik Amy.
"Baiklah, aku akan memasak nasi goreng saja untuk suamiku". Senyum Ara sambil memotong-motong sayuran dengan telaten.
Bik Amy dan pelayan lainnya hanya mengangguk dan mengiyakan saja. Mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi dan kembali melakukan aktivitas masing-masing.
Ara akan membuat nasi goreng dengan telur ceplok, campuran daging ayam cincang dan sosis yang dipotong dadu.
Setengah jam kemudian masakkan Ara selesai, dia ikut membantu menata berbagai makanan dimeja makan. Meskipun Ara tahu jika nasi goreng buatannya akan ditolak oleh keluarga Kayhan tapi Ara yakin jika Kayhan menyukai masakkan sederhana miliknya.
Ara kembali ke kamarnya untuk membangunkan sang suami. Ketika Ara masuk suara percikkan air dikamar mandi terdengar yang artinya sang suami sedang mandi didalam sana.
Ara menuju walk in closet untuk mengambil kan dasi dan sepatu milik suaminya, yang senada dengan jasnya.
"Morning sayang". Kayhan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit di pinggangnya. Tangannya ia gunakan untuk mengerikan rambut menggunakan handuk kecil.
"Pagi juga Kak". Senyum Ara "Kakak pakai baju dulu, nanti aku bantu pasangkan dasinya". Perintah Ara memberikan setelan jas pada Kayhan.
"Terima kasih sayang". Kayhan mengecup kening Ara, lalu mengenakan pakaiannya dikamar mandi. Bisa saja Kayhan memakai baju didepan Ara, tapi istri kecilnya itu pasti malu padanya.
"Sini Kak". Ara memasangkan jas Kayhan dibadan kekar suaminya, Kayhan harus menunduk agar Ara dengan muda memeasangkan jas itu.
"Sini, aku pasangin dasinya Kak". Kayhan hanya menurut perintah Ara.
Ara memasang dasi Kayhan dengan telaten, tangan Kayhan meraih pinggang ramping istrinya agar lebih dekat dan dia bisa leluasa menikmati ukiran Tuhan paling indah itu.
"Cantik". Ucap Kayhan menatap wajah istrinya yang terlihat serius memasangkan dasi dileher Kayhan.
Ara tersenyum simpul mendengar ucapan suaminya. Ara memang sangat cantik, jika dilihat sekilas tidak ada yang mengira jika Ara adalah gadis biasa. Kecantikan Ara terlihat sangat alami, gadis yang sudah menjadi wanita seutuhnya itu tak pernah mengenakan alat makeup, dia selalu tampil natural dan apa adanya.
Dimeja makan semua keluarga Bagaskara sudah berkumpul. Mereka sedang menunggu pengantin baru yang belum juga turun dari kamarnya.
"Bik, kenapa ada nasi goreng disini?". Tanya Erna pada Bik Amy.
"Maaf Nyonya, Nona Muda yang memasaknya". Sahut Bik Amy sambil menunduk.
Mereka semua terkesiap mendengar jawaban Bik Amy, mereka memang jarang memakan masakkan Indonesia dan lebih sering memakan makanan khas Australia meskipun untuk sarapan pagi.
Seem dengan semangat 45 mengambil nasi goreng yang dibuat Ara, dia ingin mencicipi masakkan gadis pujaannya itu.
"Enak". Batin Seem.
Semua melonggo melihat tingkah Seem dan yang membuat mereka tak percaya biasanya Seem sangat anti sarapan pagi bahkan pria itu jarang sekali untuk sarapan pagi bersama keluarga dia lebih suka sarapan dikamar dan menyendiri.
"Pagi semua". Sapa Kayhan berjalan sambil tangannya melingkar dipinggang Ara dan Ara membawakan tas suaminya.
"Pagi Son". Sahut Erna dan Bagas bersamaan. Sementara Bagaskara dan Wena, menampilkan wajah acuh saja.
"Pagi Tuan, pagi Nyonya". Sahut Ara canggung. Meskipun Kayhan menyuruh Ara memanggil orang tuanya dengan panggilan Daddy dan Mommy, tapi Ara tidak mau karena Ara tahu jika orangtua Kayhan tidak akan suka jika dia memanggil nya dengan sebutan itu.
Tak ada sahutan dari mereka, Kayhan menatap Ara dengan kasihan. Tapi Kayhan yakin jika Ara mengerti dengan sifat kedua orangtua, Kakek dan Neneknya.
Ara mengambilkan makanan untuk Kayhan.
"Today just to fried rice for you. Do you want?". Tanya Ara dalam bahasa Inggris. Mereka semua menatap Ara tak percaya, bagaimana mungkin gadis yang hanya lulusan SMA bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar.
Kayhan tersenyum bangga "Yes, Darling". Balas Kayhan
Seem makan dalam diam, hatinya selalu panas jika melihat kemesraan adiknya itu.
Suasana dimeja makan hening seketika. Hanya Kayhan dan Seem yang memakan makanan buatan Ara, sedangkan yang lain tetap makan dengan menu kesukaan keluarga itu
**Bersambung.........
Salam hangat.
Kayhan ❤️ Kimara**