
Setelah mengetaui semua hal yang terjadi, Alvi langsung mendatangi meja kerja Melliza mengajaknya untuk pulang bersama tanpa penolakan seperti selama dua hari kemarin.
"Ayo pulang!" ajak Alvi.
"Jam pulang kerja masih 15 menit lagi loh, lagian aku belum selesai nih dikit lagi" Alasan Melliza yang tak ingin pulang bersama.
"Ya ga apa-apa lagian aku Bossnya" ucapnya Sombong yang diabaikan Melliza.
"Yaudah aku tungguin kamu sampai selesai" sambung Alvi karena tau Melliza sedang menghindarinya.
"Aku masih lama, aku juga ada urusan dulu. Kamu pulang duluan aja yaa" ucapnya sambil tersenyum dan memohon.
Tapi Alvi tetap pada pendiriannya bahwa dia akan tetap menunggu Melliza sampai selesai, bahkan jika Melliza ada urusan kemana pun, dia akan siap mengantarnya.
Kini Alvi malah duduk di kursi depan meja kerja Melliza, sehingga keberadaan Alvi yang berada di depan sambil terus menatapnya sangat membuat Melliza tak nyaman karena para karyawan disana malah semakin memperhatikan Melliza dan Alvi.
"Oke kalau gituh aku tetap nunggu kamu, disini!" ucap Alvi sambil duduk dan memperhatikan Melliza.
"Kenapa terus ngeliatin aku? Udah sana gih keruangan kamu! Liat tuh mereka ngeliatin mulu"
"Yaudah, maka nya ayo pulang"
Akhirnya Melliza pun menuruti kemauan Alvi karena tak ingin semakin di tatap oleh karyawan lain yang berada satu lantai dengan mereka.
Seperti biasa Melliza berjalan dibelakang Alvi, namun kali ini Alvi menarik tangan Melliza dan menggenggamnya erat sampai mereka masuk ke dalam lift. Sedangkan para karyawan hanya melihatnya termasuk Tania.
"Bagus deh Pak Alvin nunjukin ke semua orang biar ga pada berani tuh ngomongin Melliza" gumam Tania yang tak sadar disebelahnya ada orang.
"Jadi beneran tuh Pak Alvin sama Melliza, Tan? Gua setuju sih kalau mereka beneran pacaran, gua juga ga percaya kalau Melliza itu cewek ga baik" ucap Rana karyawan yang satu lantai dengan mereka.
Sedangkan Tania malah memilih pergi ketimbang menjawab pertanyaan dari rekan kerjanya.
"Eh mau kemana? Malah pergi" kesal Rana.
Di dalam lift Melliza sedang kesal dan marah kepada Alvi karena ulahnya tadi yang menggenggam tangannya begitu saja di depan karyawan lainnya.
"Kamu ini ngapain sih pake pegang-pegang tangan aku? Tuh liat mereka pada ngeliatin aku kan" ucapnya kesal.
"Kamu ga salah. Mereka aja yang salah paham, yang mereka tau aku ini cewek matre yang nge godain kamu" Ucap Melliza yang akhirnya menceritakan pada Alvi.
"Untuk itu biarkan semua orang tau hubungan kita yang sebenarnya, biar orang-orang ga berani lagi fitnah kamu kaya ginih"
Ucap Alvi ketika pintu lift terbuka dan langsung menggenggam tangan Melliza dengan erat karena Melliza berusaha melepaskan genggaman Alvi ketika semua orang melihat ke arah mereka berdua.
Alvi dan Melliza terus berjalan dengan para karyawan terus menatap mereka dan saling berbisik, tapi ketika Alvi mendengar langsung cacian untuk Melliza, dia dengan langsung menghentikan langkah kakinya.
"Tuh kan bener mereka pacaran, pasti si Melliza cuman pengen hartanya doang" ucap salah satu karyawan perempuan.
"Iyalah, secara dia itu katanya simpenan om-om" jawab temannya.
Karyawan itu melihat Alvi berhenti dan menatapnya, menjadi sangat gugup dan ketakutan bahkan sampai terus menunduk tidak berani menatap wajah Alvi.
"Untuk semua orang yang berada di kantor ini, saya akan memberitahu kalian bahwa benar jika Saya dan Melliza berpacaran seperti rumor yang terjadi" ucap Alvi yang mengejutkan semua orang.
"Wahh ternyata gosip yang beredar dua hari ini benar" Bisik para karyawan.
"Tapi asal kalian tau, Melliza tidak pernah menggoda saya bahkan dia bukan cewek matre terlebih lagi dia bukan seorang simpanan om-om yang seperti kalian tuduhkan. Melliza ini anak pengusaha bahkan Ayahnya seorang pemilik rumah sakit" ucap Alvi yang membuat semua karyawan terkejut dengan pernyataannya tentang jati diri Melliza.
"Saya berbicara seperti ini karena saya tidak ingin memiliki para karyawan yang hobinya bergosip dan memfitnah orang lain, siapapun itu orangnya saya tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi. Jika kalian mau terus bergosip maka silahkan keluar dari perusahaan ini!"
Tegas Alvi.
Alvi langsung berjalan pergi dengan melingkarkan tangannya pada pinggang Melliza. Perkataan dan sikap yang Alvi tunjukan membuat semua karyawannya takut untuk bergosip apalagi sampai memfitnah Melliza.
"Siapa sih yang berani fitnah Melliza sampai kita ikut-ikutan terhasut, Tega banget itu orang"
"Pasti itu orang iri deh, ga suka sama hubungan Melliza dan Pak Alvin"
"Iyaa bener"
Begitulah obrolan para karyawan perempuan setelah Alvi dan Melliza pergi tetap saja mereka membahas persoalan Melliza, ingin mengetahui siapa orang pertama yang menyimpulkan gosip jika Melliza matre dan simpanan seorang om-om.