
Setelah makan semua tim langsung menuju pantai, tim inti ini merupakan tim yang berada satu lantai dengan Alvi yang terdiri dari sembilan orang termasuk dengan Alvi, Melliza, Tania, Andre dan Johan, tapi dia tidak ikut karena masih menemani istrinya dan Johan pula yang menghendle pekerjaan di kantor menggantikan Alvi.
Sekarang semuanya tengah berkumpul, ternyata Alvi telah menyiapkan suatu game untuk karyawannya dengan hadiah yang sangat fantastis.
"Oke jadi saya udah nyuruh orang buat menyimpan logo perusahaan, siapa yang dapat logo paling banyak dia pemenangnya. Satu tim terdiri dari dua orang" ucap Alvi.
"Wahh emang apa nih hadiahnya Pak?" tanya seseorang dengan antusias.
"Dua macbook Apple" jawab Alvi.
"Wawww" antusias semua karyawan termasuk Andre, Tania dan Melliza.
"Lumayan juga tuh hadiahnya, dari pada gua minta beliin yang baru sama Papah mending gua dapet gratisan kan?" ucap Melliza dalam hati.
Akhirnya mereka pun berpasang pasangan, tapi karena Johan tidak ada, Melliza menjadi tidak memiliki pasangan. Tania saat ini malah berpasangan dengan Andre dan dia tidak bisa menolaknya. "Yahh sorry Syaa gua sama Pak Andre" ucap Tania.
"Sorry ya Syaa" ucap andre tersenyum.
"Iyaa ga apa-apa ko, aku sendiri aja biar nanti hadiahnya juga sendiri" ucap Melliza tertawa.
"Wah wah ga bisa dong, Yaudah Vin lu temenin Melliza tuh" ucap Andre.
"Engga ah, masa gua? Kan gua yang ngadain game, nanti kalau gue menang gimana?" tanya Alvi.
"Ya kalau lu menang, lu jangan ngambil hadiah nya. Nanti buat pemenang kedua aja" ucap Andre.
Dengan malas Alvi pun menemani Melliza.
"Huhf kasian juga sih kalau dia sendirian, lagian gua mau ngapain juga disini sendiri nunggu doang" ucapnya dalam hati.
Permainan pun di mulai ketika Alvi menghitung mundur. "Oke tiga dua satu, go" ucap Alvi.
"Bodo amat, lagian gua ga akan menangin hadiahnya" ucap Alvi.
"Yaudah jadi Pak Alvi mau nemenin saya atau engga nih?".
"Iya iyaa gua temenin lu" ucap Alvi lari menghampiri Melliza.
Alvi yang berjalan santai membuat Melliza kesal.
"Pak ayo dong cepet lari" protes Melliza.
"Bawel banget sih lu, nanti gua beliin deh tuh macbook" ucap Alvi, mendengar itu Melliza tidak merespon apa pun, dia memilih terus berjalan.
"Orang tua gue juga mampu beliin kali, kalau gua bilang pengen macbook baru pun bahkan lebih dari yang lu hadiahin pastinya langsung dibeliin, cuman gua kasian aja minta beliin ini itu terus ke mereka" ucapnya dalam hati.
Lalu saat Melliza berjalan dia menemukan logo perusahaan yang berada di atas pohon tapi Melliza bingung bagaimana cara untuk mengambilnya.
"Pak tolong ambilin itu dong" ucap Melliza kepada Alvi sambil menunjuk logo yang berada di atas pohon tersebut.
"Ga mau, itu tinggi" ucap Alvi.
"Ayo lah Pak, lagian siapa suruh ditaro di atas situ?" tanya Melliza.
"Kan bukan gua yang naro nya" jawab Alvi, Melliza masih berusaha mengambil logo itu dengan cara dia meloncat-loncat. Tapi saat loncat, Melliza terjatuh karena tubuhnya yang tidak seimbang. Untung saja Alvi yang berada dibelakangnya dengan sigap menahan Melliza agar tidak terjatuh.
Saat keduanya saling tatap, tiba-tiba langit berubah menjadi mendung, hujan pun turun. Dengan cepat Alvi dan Melliza berlari bersama mencari tempat untuk berteduh, Dan akhirnya ada sebuah tempat untuk mereka berteduh karena memang tempat meraka saat ini masih berada dalam kawasan vila.
***
Teman teman jangan lupa Like dan Vote ya
TerimaKasih atas dukungan kalian semuađź’•