
Alvi yang telah selesai makan duluan kini kembali memperhatikan Melliza yang sedang makan.
"Kenapa gua jadi terus terusan pengen liat dia, udah ga bener nih gua" ucap Alvi dalam hati.
"Kenapa Pak?" ucap Melliza bingung karena Alvi sedari tadi memperhatikan nya terus.
"Lu lama makan aja lelet, masa iya gua bos nya gua yang harus nungguin lu" alasan Alvi kepada Melliza.
"Yaudah Pak mari, saya udah selesai ko" ucap Melliza tidak enak karena memang benar perkataan Alvi.
"Udah lu lanjutin aja makan nya ga usah ga enak kan gituh, gua bukan bos yang kejam ko" ucap Alvi kepada Melliza.
Kemudian setelah beberapa menit menghabiskan makanannya, Melliza dan Alvi pergi ke area dimana mobil mereka terparkir, tapi saat sedang berjalan Melliza seperti ada yang memanggil nama nya.
"Syaaa" Itu lah yang terdengar di kuping Melliza.
"Ah mungkin perasaan gua aja, lagian siapa yang bakalan manggil gua? Orang yang gua kenal di sini cuman Alvi doang dan dia di depan gua" ucap Melliza dalam hati.
"Syaaa" Panggilan itu terdengar lagi tapi Melliza terus berjalan mengikuti Alvi.
"Melliza" Tiba-tiba suara laki-laki itu terdengar dengan jelas sehingga membuat Melliza dan Alvi berhenti berjalan dan melihat ke belakang.
Melliza terkejut melihat sosok laki-laki yang sedang menghampiri nya itu.
"Heii gua kira siapa yang manggil dari tadi" ucap Melliza kepada laki-laki itu.
"Sorry Syaa gua manggil-manggil lu, abis gua penasaran maka nya gua pastiin dan ternyata beneran lu" ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Endy teman kuliah Melliza dan cowok yang sudah Melliza tolak.
"Iyaa santai aja Ndy, eh iya kenalin ini Pak Alvi dan ini Endy teman saya" ucap Melliza, Andy terkejut saat dia sadar bahwa bos Melliza adalah orang yang sering dia lihat dua tahun lalu di kampus dan tak lain dia laki-laki yang Melliza suka.
"Kni kan yang dulu pernah nge kos di depan kampus kita kan?" tanya Endy kepada Melliza sehingga membuat Melliza terkejut atas pertanyaan Endy.
"Ohh jadi kalian dulu kuliah di Univ xxx? Pantesan gua ga ngerasa lu asing " tanya Alvi kembali.
"Iyaa, dulu kita sering liat ya kan Syaa?" ucap Endy.
"Lu lagi liburan Ndy disini?"
"Iyaa sambil gua liat liat kampus buat lanjutin S2 Syaa, eh iyaa jangan lupa datang ya lu hari sabtu" ucap Endy.
"Iyaa siap, yaudah gua duluan ya" ucap Melliza.
Kemudian Melliza dan Alvi pergi menuju apartement, seperti biasa selama di perjalanan mereka saling diam. Tapi tiba-tiba handphone Melliza berbunyi, itu adalah panggilan masuk grup whatsapp dari sahabat nya yaitu Audi dan Salsa tapi Melliza menolak panggilan itu karena tidak enak ada Alvi dan langsung mengirim pesan, beberapa menit selanjut nya ada panggilan masuk kembali ternyata itu dari Ibu nya.
Alvi yang mendengar bunyi handphone Melliza yang kedua kali nya langsung melihat ke arah Melliza dan menyuruh nya untuk menjawab panggilan itu.
"Jawab aja siapa tau penting" ucap Alvi.
Melliza pun menjawab panggilan itu dengan suara sangat pelan.
📞 Hallo, ada apa Mah?
📞Ga ada apa-apa, Mamah cuman kangen sama kamu aja. Kamu udah makan belum?
📞Udah ko Mah, Mamah ga usah khawatir. Mah udah dulu ya Melliza masih kerja.
📞Yah padahal Mamah masih kangen, yaudah jaga diri baik-baik ya sayang, cepet pulang ke sini"
Akhirnya Melliza pun menutup telpon nya.
"Ibu lu?" tanya Alvi.
"Iyaa Pak" jawab Melliza.
"Lu kalau mau telponan, telponan aja lagian lu ga lagi kerja malah bilang lagi kerja" ucap Alvi.
"Kan ga enak sama Pak Alvi" tiba-tiba pernyataan Alvi membuat Melliza merasa lega karena sikap Alvi yang mulai tidak sebegitu dingin lagi.
"Lu ga usah canggung gituh sama gua, lagian ini bukan jam kantor jadi lu mau telponan juga silahkan aja. Lu juga ga usah manggil Pak lah kalau di luar jam kerja"