
Ntah kenapa setelah tau Melliza ada disana dengan mantan kekasihnya membuat selera makan Alvi hilang begitu saja, baru saja dia mencicipi beberapa sendok Alvi langsung mengajak Andre kembali ke kantor
"Ayo kembali, Gua kenyang" ucap Alvi sambil meletakan garpuh dan pisau yang ada ditangannya
"Baru aja makan udah kenyang lu, lah gua masih lapp..." ucap Andre terpotong
"Yaudah nanti dikantor delivery, susah amat sih lu"
Andre pun menuruti permintaan Alvi karena Andre tau betul jika mood sahabatnya saat ini sedang tidak baik dan dia terpaksa mengikuti kemauan Alvi agar tidak berimbas kepadanya
Mereka pun langsung pergi menaiki mobil menuju kantor
"Lu kenapa sih vin? ga biasanya, cemburu hah!? hahaa" ledek Andre
"Lu ini ya mau mati? lagian sejak kapan gua bisa cemburu sama dia" kesal Alvi
"Ya mana gua tau, tapi kalau menurut pandangan gua sih lu ini emang cemburu"
"Ah DIAM LU" bentak Alvi kesal
"Tenang bro! haha" ucap Andre yang kemudian tak bersuara kembali karena takut Alvi marah
Alvi memikirkan perkataan Andre yang menyebut dirinya telah cemburu pada Melliza
"Ah mana mungkin gua cemburu, ga lah masa aja" ucap Alvi dalam hati
"hmm tapi kenapa gua ga rela liat dia jalan sama mantannya? engga engga! mungkin gua ga suka karena dia sekarang pacar boongan gua, kan nanti kalau mamah atau papah ngeliat itu bahaya gua juga yang repot" batin Alvi yang terus menolak perasaannya
Sedangkan Melliza dan Key kini masih menikmati makanan mereka. Setelah makan selesai mereka akhirnya pulang ke kantor masing masing, tadinya Key akan mengantarkan Melliza ke kantornya tapi sayang Melliza membawa mobilnya sehingga mereka pulang terpisah.
Sesampainya di kantor Melliza langsung melanjutkan kembali pekerjaannya mempersiapkan dokumen untuk meeting sore ini, saat meeting akan dimulai Melliza segera masuk ke dalam ruangan Alvi memberitau jadwal meeting dengan klien akan dimulai dalam waktu 5 menit lagi
"Permisi, Pa klien sudah di loby mereka akan segera menuju ruang rapat dan staf lain pun sudah menunggu diruang meeting" ucap Melliza pada Alvi
"Baiklah kita kesana, semua dokumen sudah siap?" tanya Alvi sambil berjalan keluar dari ruangannya untuk menuju ruang meeting
Alvi pun masuk ke dalam ruang meeting tersebut, semua orang yang sedang duduk disana tiba tiba berdiri dan membungkukan badannya memberikan sambutan pada Alvi
Lalu disusul dengan Klien yang baru saja memasuki ruangan tersebut, mereka semua pun yang berada disana termasuk Alvi dan Melliza berdiri membungkukan badannya memberikan sambutan seperti tadi pada Alvi
Alvi pun mulai mempresentasikan pekerjaannya, dia selalu tampak begitu keren saat mempresentasikan bisnisnya sungguh karisma Alvi semakin bertambah saat seperti ini
Setelah selesai presentasi semua orang dalam ruangan itu memberikan tepuk tangan karena sangat kagum pada Alvi yang sudah tampan, pinter lagi tapi sayang dia terkesan dingin dan sombong
Meeting pun selesai bersamaan dengan berakhirnya pulang kantor, saat Melliza akan munuju ruangannya dan masih dalam posisi berjalan di belakang Alvi tiba tiba ponselnya berbunyi dia pun segera menjawabnya
"Hallo ada apa Ka?" tanya Melliza pada Key yang menelponnya
"Apa kamu sudah dirumah? hmm dan apa kamu sibuk Sya?"
"Aku masih dikantor, tidak ko Ka, memangnya kenapa?"
"Aku tadi lupa bilang, Aku ingin mengajak mu nonton"
"Nonton? boleh Ka Key"
"Kirim alamatmu, nanti aku akan jemput"
"Baiklah nanti aku kirimkan alamatku"
"Sampai ketemu nanti malam, bye"
"bye"
Panggilan mereka pun berakhir.
Walaupun Melliza bersuara pelan tapi itu masih dapat terdengar oleh Alvi, dan seketika saat Alvi tau Melliza bertelponan dengan Key, dia merasa ingin marah, ingin sekali dia melarang Melliza untuk tidak mengiyakan permintaan Key.