
Sore hari setelah selesai meeting Alvi tiba tiba mengajak Melliza untuk makan dulu sebelum ke kantor lagi
"Kita makan dulu" ucap Alvi
"Iyaa"
Melliza merasa tak enak jika harus menolak Alvi karena memang dirinya sendiri merasa lapar karena hanya makan siang sedikit dan terburu buru sebab mereka harus kembali melanjutkan meetingnya sehingga sekarang terasa lapar
Melliza melirik jam tangannya terlihat sekarang sudah pukul setengah lima sore dan memang sudah jam nya pulang kantor, dan dia pun nanti jam setengah tujuh sore memiliki janji dengan Key karena Key baru saja datang setelah menyelesaikan pekerjaannya diluar kota
"Semoga aja nanti malem keburu" ucap Melliza dalam hati
Tadi saat Alvi dan Melliza makan siang ada pesan masuk di ponsel Melliza dan kebetulan Melliza sedang ke dalam toilet dan tak sengaja Alvi membacanya, ternyata itu adalah pesan dari Key yang menyatakan dirinya telah kembali dan ingin mengajak Melliza jalan jalan pukul setengah tujuh
Dengan sengaja Alvi membuat Melliza terburu buru saat makan sehingga dia hanya makan sedikit dan nanti sore akan merasa lapar kembali sehingga dia tidak akan menolak ajakan Alvi
Alvi kini sengaja menuju restoran yang jauh agar membuang buang waktu Melliza, memerlukan waktu setengah jam untuk sampai restoran tersebut dan akan memerlukan waktu satu jam jika dari restoran tersebut menuju kantor, cukup lama bukan?
Mereka pun mulai memesan makanan dan beberapa kali Melliza melihat jam ditangannya dengan raut wajah khawatir karena makanan yang dipesan sangat lama datangnya tapi Alvi yang melihat ekspresi itu malah tersenyum senang, bagaimana tidak sesuai rencana dia telah berhasil membatalkan kencan Melliza dan Key
Merasa tak akan bisa bertemu dengan Key, Melliza segera mengirimkan pesan dan mengatakan permintaan maaf dan penjelasan bahwa dirinya hari ini tidak bisa hadir
"Kenapa lu ko liatain jam terus?" ucap Alvi pura pura tidak tau
"hmm ga apa apa ko Pa" jawab Melliza mencoba santai
Makanan pun datang mereka mulai menikmati makan tersebut sambil sesekali Alvi bertanya tentang pekerjaan, tapi beda dari biasanya kali ini Alvi pun bertanya yang sama sekali tak pernah dia tanyakan sebelumnya
"Gimana enak makannya? Lu suka kan?" tanya Alvi
"Enak, suka ko Pa"
"Kalau lu mau pesan yang lain pesen aja"
"Ga usah ini juga sudah cukup Pa"
"Ohh oke" jawab Alvi sambil mengangguk
Tiba tiba tangan Alvi menyentuh ujung bibir Melliza dengan tangannya sontak aksi Alvi itu membuat Melliza terkejut
"Lu tuh kaya anak kecil sampe belepotan gituh" ucap Alvi
"Huh? hehee" hanya itu ucap Melliza karena gugup
Sungguh hati Melliza sangat berdebar kencang berbeda jika dia jalan dengan Key, begitu pun Alvi yang merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya
Setelah selesai makan mereka pun kembali ke kantor, karena mobil Melliza ada disana
Diappartemen Melliza merasa aneh dengan sikap Alvi hari ini pada nya, karena sebelumnya Alvi tidak pernah sama sekali bersikap seperti itu pada Melliza
"Tumben banget tuh orang kenapa ya? tiba tiba kepo tiba tiba so perhatian kan biasanya dingin banget tuh cowo" ucap Melliza sambil menghapus makeupnya
Saat akan mandi tiba tiba bel appartement Melliza berbunyi
"Siapa sih udah malem juga" ucap Melliza sambil berjalan menuju pintu
Melliza terkejut tak percaya akan sosok laki laki yang berdiri di depan pintu appartementnya, laki laki dingin yang membuat cintanya bertepuk sebelah tangan, siapa lagi jika bukan atasannya Alvi
"Pa Alvi?" ucap Melliza terkejut
"Iyaa Gua"
"Nih buku catatan Lu ketinggalan dimobil Gua"
"Ohh maaf ngerepotin, padahal ga apa apa Pa besok lagi aja"
"Ini tuh catatan hasil meeting tadi kan? dan banyak lagi catatan perusahaan lain disini, kalau ilang gimana? lagian lu perlu bikin rekap ini kan buat besok? ya Gua anterin aja ke sini sekalian lewat" ucap Alvi
Memang betul kata Melliza buka catatan itu bisa diberikan besok lagi dikantor walaupun memang Melliza harus merekapnya tapi besok pun masih bisa karena itu bukan pekerjaan yang sulit dan mendesak, tapi Alvi malah memanfaatkan hal tersebut untuk bisa bertemu Melliza, ntah padahal baru saja berpisah tapi Alvi merasa ingin melihat Melliza lagi
"Jadi Gua ga di suruh masuk dulu nih?" sambung Alvi
"huh?! silahkan Pa" ucap Melliza gugup
Alvi pun duduk di sofa ruang tamu appartement Melliza, sedangkan kini Melliza mengambilkan minum untuk Alvi
"Maaf Pa cuman ada ini" ucap Melliza sambil meletakan minuman untuk Alvi
"Ga masalah" jawab Alvi
"Lu tinggal sendirian disini?" basi basi Alvi memecahkan suasana hening
"Iyaa sendiri Pa"
"Lu ga takut apa cewe tinggal sendirian ginih? kenapa ga minta ditemenin pembatu aja ke orangtua lu?"
"Pas awalnya sih takut ngerasa sendirian banget tapi ya gimana lagi kalau ga ginih aku ga bakalan mandiri mandiri, tapi sekarang udah terbiasa ko" ucap Melliza
"Gua pikir pas pertama kita ketemu Lu itu anak manja banget hahaa ga nyangka mau nyoba mandiri juga" ucap Alvi mengingat pertemuan pertama mereka
"Hmm makanya jangan nilai orang tuh dari luarnya aja" jawab Melliza
Mereka pun terus mengobrol tentang segala hal mulai dari membahas obrolan pertemuan pertama mereka, keluarga, dan pekerjaan
Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Alvi pun berpamitan pada Melliza
"Udah jam sembilan, gua balik dulu"
"Iyaa hati hati, makasih Pa" ucap Melliza sambil tersenyum mengantar Alvi keluar dari pintu appartementnya
"Kapan kapan gua boleh kan main kesini?" ucap Alvi memberanikan diri
Melliza sungguh tak percaya akan ucapan Alvi barusan, bagaimana bisa Alvi berbicara seperti itu sungguh itu membuat Melliza bingung
"B-boleh ko" ucap Melliza
Alvi pun meninggalkan Melliza, disaat menuju mobilnya Alvi terus berpikir dia tak menyangka dirinya bisa sedekat tadi mengobrol dan saling tertawa seperti itu dengan wanita yang dulu dia anggap menyebalkan, sungguh cinta itu tidak bisa memandang siapa dan apapun
.
.
.
.
Jangan Lupa Like Komen Vote dan tekan tombol Favorite
TERIMAKASIH💕💕💕