
Sebelum tidur Melliza pun mandi terlebih dahulu karena badannya terasa lengket. Tapi ketika Melliza sedang berpakaian di dalam kamar mandi tiba tiba Melliza teriak ketakutan karena lampu kamar mandi tersebut mati sehingga ruangan itu menjadi gelap
"Aaahhh"
teriak Melliza
Alvi yang sedang di dalam kamar seketika mendengar teriakan Melliza langsung keluar dan masuk ke dalam kamar Melliza, untung saja kamarnya tidak dikunci
"Syaa kamu dimana?"
ucap Alvi meraba raba mencari Melliza
"Aku dikamar mandi, bisa tolong bawakan senter. Aku takut"
ucap Melliza lirih
"Kamu keluar aja, aku di depan pintu kamar mandi"
ucap Alvi khawatir
"Tapi aku belum selesai pakai baju, handphone aku ada di atas tempat tidur tolong carikan atau aku pinjam handphone kamu aja cuman aktifin senter doang ko"
ucap Melliza lirih memohon karena dia benar benar ketakutan
"Handphone aku dikamar, bentar aku cari handphone kamu"
Alvi pun meraba raba tempat tidur Melliza tapi dia tak menemukannya, Melliza yang sudah menunggu di dalam kamar mandi terdengar oleh Alvi sedang menangis ketakutan
"Tunggu sebantar, jangan nangis! Kamu ga usah takut"
"Kamu mau kemana? jangan ninggalin, aku takut"
ucap Melliza menangis
"Aku ngambil handphone dulu, handphone kamu ga ketemu, bentar!"
Dengan cepat Alvi mengambil handphonenya yang tadi dia simpan di atas meja samping tempat tidurnya
Kemudian Alvi pun mengetuk pintu kamar mandi
"Syaa buka, nih handphonenya"
"Jangan liat"
"Ya ampun Syaa Mau liat gimana coba orang gelap"
kelas Alvi
"Ulurin aja tangannya"
"Iyaa, cepat buka pintunya"
Melliza pun membuka sedikit pintu kamar mandi dan mengambil handphone Alvi
"Tunggu disina jangan pergi"
ucap Melliza terpaksa meminta Alvi menunggunya karena bagaimana pun dia takut gelap jika sendirian
"Iyaaiyaa"
ucap Alvi tersenyum mendengar rengekan Melliza
Dengan menggunakan senter ponsel milik Alvi, Melliza pun memakai pakaiannya. Melliza pun keluar dengan tangan yang menggenggam ponsel Alvi dengan senter yang masih menyala
Melliza kaget saat membuka pintu kamar mandi dia melihat Alvi sedang menunggu tepat di depan dirinya
"Astaga, ngapain sih di depan pintu banget kan kaget"
ucap Melliza kesal
"Kan katanya tadi jangan pergi, yaudah aku nunggu disini"
"Euh ya ga usah depan pintu juga"
Karena merasa serba salah Alvi pun melangkahkan kakinya untuk pergi ke kamarnya
"Mau kemana?"
"Ke kamar, mau ikut?"
goda Alvi
"Ngga, eh terus aku?"
tanya Melliza ketakutan sendiri
"Yaudah ayo kita turun ke ruang tamu aja"
ucap Alvi karena tak tega melihat Melliza ketakutan
Mereka pun turun dan duduk terpisah di sofa ruang tamu padahal sofa yang Alvi duduki masih muat untuk Melliza duduki bahkan cukup untuk dua orang lagi
Melliza yang merasa semakin takut karena duduk berdua di ruangan yang berkali kali lebih besar dari kamar tadi merasa semakin merinding dan tanpa memikirkan rasa malu dan gengsi dia berpindah tempat duduk, dan kini duduk tepat di samping Alvi dalam satu sofa
"Pa mending coba hubungi siapa gituh, kenapa sampai gelap ginih"
"Gimana mau nelpon, orang handphone aku di kamu"
ucap Alvi
Melliza yang masih memegang handphone Alvi pun langsung mengembalikannya pada Alvi
"Nih"
ucap Melliza
Alvi pun langsung menelpon salah satu pelayan yang bekerja dirumah ini dan ternyata memang sedang ada pemadaman listrik untuk saat ini
"Katanya sedang ada pemadaman listrik, mungkin sebentar lagi juga nyala"
Melliza tak menjawab apapun dia kesal karena dirinya tak menyukai dan bahkan takut gelap
Saat hampir sudah lima belas menit menunggu ternyata lampu belum juga kembali menyala, Melliza masih ketakukan apalagi saat ini dirinya dan Alvi hanya saling berdiam tanpa sepatah katapun. Namun dikeheningan itu tiba tiba terdengar suara demo dari perut Alvi, Melliza pun meliriknya
"Sorry, itu perut aku"
"hmm Iya ga apa apa"
"hee maaf"
"Kamu juga laper kan yaudah kita keluar aja cari makan lagian belum malam banget ko masih banyak yang buka, dari pada disini kan gelap juga"
ucap Alvi
Melliza pun setuju dan saat mereka sudah berada di depan pintu rumah Alvi tersadar jika dia tak membawa kunci mobilnya
"Sebentar aku lupa kunci mobilnya"
"Yaudah aku juga ikut masuk lagi"
ucap Melliza memilih mengikuti Alvi karena takut
"Ko ga ada, Syaa tadi Pa Halim ngasih kunci mobil ga sama kamu?"
tanya Alvi setelah mencari kunci mobil
"Ngga, emang ga ada?"
"Ga ada, dia ga ngasih ke aku juga"
"Mungkin kunci mobilnya dibawa? coba hubungin aja"
Alvi pun menghubungi supirnya itu, dan ternyata benar saja kunci mobilnya terbawa oleh supir Alvi karena supir tersebut lupa memberikannya, karena kasian Alvi pun tidak menyuruh supirnya kembali ke rumah tersebut
"Yaudah Syaa kamu tunggu disini aku ke dapur liat ada bahan apa aja, kita makan dirumah aja ya"
"Iyaa ga apa apa, yaudah aku ikut lagian mau siapa yang bakalam masak?"
"Aku lah"
bangga Alvi
"Emang bisa?"
"Kamu ini ngerendahin, udah liat aja nanti"
Alvi pun mencari senter namun tak dapat dia temukan, yang ada hanya lilin dan itulah sebagai alat penerangan yang bisa mereka gunakan
Mereka pun mulai mencari bahan makanan, tapi hanya ada Spaghetti dan Udang Segar
Alvi pun mulai mengeluarkan bahan bahan tersebut tapi rupanya Melliza sedikit ragu pada Alvi
"Udahlah aku aja yang masak"
"Kamu ini ga percaya sama aku? aku ga bakalan kasih kamu racun Syaa"
"Bukan gituh, yaudah kita bikin bareng aja"
Merekapun mulai memasak bersama sambil beberapa kali Alvi menjahili Melliza dengan menakut nakutinya seperti miniup kuping Melliza sampai Melliza merinding dan beberapa kali teriak kesal dan mencubit Alvi sedangkan Alvi hanya tertawa puas bahagia karena disuasana gelap seperti ini bisa mendekatkan dirinya dengan Melliza
Tak lama jadilah masakan mereka berdua yaitu Aglio Olio Udang, Melliza pun membawakan dua piring makanan tersebut ke meja makan sedangkan Alvi sedang menyalakan lilin di atas meja makan
Ternyata ada nya pemadaman listrik membuat mereka menjadi dekat bahkan mereka saat ini sedang menikmati masakan mereka dengan suasana romantis hanya dengan penerangan lilin yang dinyalakan oleh Alvi
Ketika setelah selesai makan dan setelah membereskan semuanya, juga karena ada kesempatan Alvi yang penasaran akan hubungan Melliza dengan Key menanyakan kembali pada Melliza
"Syaaa"
"Iyaa?"
"Aku boleh nanya sama kamu?"
Melliza pun menganggukan kepalanya sebagai tanda dia mengizinkan Alvi bertanya kepadanya
"Apa kamu sama Key udah pacaran?"
"Emang kenapa?"
tanya Melliza dingin
"Ga apa apa cuman pengen tau aja"
"Syaa kalau pun kamu sama Key pacaran, aku ga bakalan nyerah sama kamu. Aku bakalan buktiin ke kamu kalau aku bener bener sayang dan cinta sama kamu, Aku ga akan nyerah selama diantara kalian belum ada ikatan suci, bahkan aku ga akan biarkan itu terjadi."
ucap Alvi dengan yakin
Melliza yang mendengar itu hanya diam, tapi dalam hati nya dia sangat bahagia ketika mendengar Alvi berbicara seperti itu. Namun untuk saat ini Melliza tak ingin terburu buru dia masih ingin melihat kesungguhan Alvi. Melliza takut jika dia hanya dipermainkan oleh Alvi
Lampu pun tiba tiba kembali menyala sehingga dengan jelas dapat Melliza lihat kesungguhan dari kedua mata Alvi
Namun karena tak mampu lagi menatap kedua mata Alvi, Melliza pun memutuskan untuk kembali naik ke kamarnya
"Aku permisi, mau tidur"
ucap Melliza
"Syaa tunggu"
ucap Alvi menghentikan Melliza
"Apa?"
"Good Night, mimpi indah ya"
ucap Alvi lembut
.
.
.
.
Nihh readers gimana eps kali ini? sesuai mau kalian aku udah panjangin nih ceritanya
semoga kalian suka ya😍
Ohhya jangan lupa LIKE dan VOTE ya dukung terus novel ini biar aku semangat nulisnya😘
Terimakasih💕