I Love You My Boss

I Love You My Boss
Kekhawatiran Melliza



**Maaf teman teman telat up karena satu dan lain hal. Novel ini tetap berlanjut tapi kemungkinan tidak akan up setiap hari. Mohon untuk dimengerti. Terimakasih untuk yang selalu menunggu dan membaca novel ini.


Happy Reading**~


Semakin hari Melliza semakin dekat dengan Alvi dan sudah tidak canggung lagi, mereka menjalin hubungan yang sebagai mestinya yaitu hubungan yang baik antara CEO dan Sekretarisnya, meski ketika mereka berdua selalu memanggil lu gua karena telah terbiasa dengan panggilan itu bukan berarti tidak sopan, tapi ketika di depan umum mereka selalu profesional


Sedangkan dengan Clara, Alvi sudah tidak ingin menjalin hubungan lagi dengannya. Clara selalu menghubungi Alvi dan selalu datang ke appartement nya Alvi, tapi Alvi selalu menolaknya sehingga membuat Clara malu dan memutuskan untuk berhenti mengejar Alvi dan pergi kembali ke London


seperti biasa mereka kini sedang melakukan aktivitas bekerja dikantor, Melliza kini pergi keruangan alvi dengan sangat gugup karena dia ingin mengatakan sesuatu kepada alvi


sebelum masuk ke dalam ruangan Alvi dia terlihat seperti setrikaan yang terus bulak - balik di depan pintu ruangan Alvi "duhh gimana nih gua bilangnya, gua salah lagi kenapa ga bilang dari kemarin - kemarin melliza?" ucapnya bingung


tapi sebelum dia masuk Alvi terlebih dahulu membuka pintu dan keluar "lagi ngapain?" tanya Alvi bingung melihat melliza berada di depan pintu ruangannya


"aah anu pak" jawab Melliza gugup


"anu apa melliza?" tanya Alvi


"itu hmm, saya lupa bilang saya besok tidak bisa menemani pa Alvi pergi ke Singapura" jawab Melliza kembali


yaa besok seharusnya Melliza menemani Alvi pergi ke Singapura untuk urusan pekerjaan yang ada disana, keberangkatan mereka besok tidak direncakan, karena tiba tiba pihak yang berada di singapur menghubungi Alvi untuk meeting


"kenapa?" tanya alvi bingung


"karena hari Sabtu saya akan wisuda pa, dan saya harus pulang besok" ucap Melliza


"gimana sih? kenapa baru bilang sekarang?" tanya Alvi dengan nada sedikit tinggi


"iyaa maaf, kan ga tau kalau jumat akan ke singapura pa jadi saya ga bilang" jawab melliza


"ya harusnya tau dong, mentang mentang di jadwal hari jumat ga ada meeting terus ga izin?" ucap Alvi mulai kesal


"maaf pa" ucap melliza menunduk


"udah deh pokonya besok ikut. ga mau tau! " ucap Alvi


"tapii?" tanya melliza


"ga ada tapi tapian Melliza ! " ucap Alvi meninggalkannya


Melliza pun kembali duduk di kursinya "masih aja rese tuh, ga ngerti banget sih" gumam Melliza


Tania yang melihat itu langsung bertanya "duh duh kenapa lu syaa? kayanya kesel gituh" ucap Tania


"gimana ga kesel ka, sabtu itu aku wisuda. masa iya aku ga dateng" jawab Melliza


"hari ini ada telpon dari Singapur dan minta besok (Jumat) ke sana, gimana coba?" tanya Melliza


"yaudah tinggal minta izin aja ke Pa Alvi gampangkan" ucap Tania


"udah, dan dia tetep nyuruh aku ikut kesel kan? emang tuh ga pernah berubah masih aja rese" Ucap Melliza


Kemudian Alvi kembali dan mendengar perkataan Melliza dengan Tania akhirnya obrolan Tania dan Melliza pun selesai karena melihat Alvi, dan Tania pun kembali ke tempatnya sedangkan Melliza hanya menunduk ketika Alvi menatapnya


"masuk ke ruangan" perintah Alvi kepada Melliza, kemudian Melliza pun masuk ke dalam ruangan Alvi


"besok lu tetep ikut ke singapur, karena ga mungkin gua sendiri dan Johan ga bisa dia harus stay disini ngurus semua, karena besok ada kontrak besar dan itu harus di approve langsung sama dia" ucap Alvi sedangkan Melliza hanya terdiam kesal


"tenang aja, bakalan gua selesaian dengan cepet dan gua bakalan langsung anter lu pulang" ucap Alvi kembali menenangkan Melliza


"baiklah" jawab Melliza


setelah keluar dari ruangan Alvi, Melliza memang sedikit lega tapi tetap dia memikirkan bagaimana jika urusan disana lama? dan dia tidak bisa hadir dalam acara pentingnya itu?


hari sudah malam sekarang Melliza berada di appartement nya, kini dia sedang menjawab panggilan dari ibu nya


๐Ÿ“ž "iyaa ma, Melliza juga udah bilang tapi gimana dia orangnya bener bener ga bisa ngerti banget, gimana coba kalau Melliza ga bisa hadir diacar nanti?" rengek Melliza


๐Ÿ“ž "yaudah sayang kan dia udah bilang gituh kamu percaya sama bos kamu, kamu juga berdoa supaya urusan disana cepet selesai biar kamu bisa hadir di acara yang kamu tunggu tunggu itu, udah ah jangan khawatir gituh mamah yakin kamu pasti bisa datang" ucap icha menenangkan anaknya


panggilan pun telah berakhir Melliza pun tertidur karena besok dia tidak ingin terlambat


.


.


.


.


.


.


.


Jangan Lupa Like dan Komen๐Ÿ’•


mohon maaf jika ada penulisan yang typo๐Ÿ™