
Okee karena berdasarkan pertanyaan aku kemarin. Banyak yang ngasih alasan karena upnya terlalu lama, dan minta buat up cepat dan ga masalah walaupun sedikit.
Baiklah sayang-sayangku ini aku udah up, maaf ya cuman segini. Tapi aku sudah mencoba berusaha🙏
Selamat Membaca, semoga suka✨
***
Ini adalah hari ke empat Melliza melakukan proses pingitan, dia mulai mengikuti berbagai proses yang telah dibuat oleh ibunya. Melliza tampak menikmati setiap proses yang dia lakukan walaupun terkadang memang rasa rindu kepada Alvi sering kali muncul tapi dia bisa mengendalikan itu.
Berbeda dengan Alvi yang selalu uring-uringan pada Mitha, ibunya. Bahkan kemarin malam Mitha memergoki anak laki-lakinya itu akan pergi ke rumah Melliza. Mitha tak habis pikir dengan Alvi yang seperti itu.
Lihat saja kali ini, Alvi bersikap manja dan memohon kepada Mitha untuk mengizinkannya pergi menemui Melliza. "Ayolah Mah, aku kesana sekarang ya? Kalau kalian nanti aja pas hari pernikahan, asal Alvi sekarang ya"
Mitha menggelengkan kepalanya yang berarti dia menolak permintaan Alvi. Dia pun menggeleng karena benar-benar heran dengan anaknya ini, Mitha belum pernah melihat Alvi seperti itu jika bukan karena sakit. Bahkan bisa dibilang sebagai anak, Alvi terkesan cuek. Tapi sungguh berbeda, cinta bisa membuat seseorang berubah.
"Udah deh sabar aja, tinggal tiga hari lagi ko. Nanti kalau udah sah bisa puas-puasin tuh ketemu Melliza" ucap Mitha.
"Masih lama Mah tiga hari lagi tuh, Alvin kan pengennya sekarang" ucap Alvi manja seperti anak kecil dengan tangannya yang terus menggoyahkan tangan ibunya.
Kelakuan Alvi seperti ini seketika mengingatkan Mitha saat Alvi masih anak-anak, dulu ketika Alvi menginginkan sesuatu pasti saja dia membujuk Mamahnya dengan sikap seperti itu. "Kamu kalau ginih jadi ngingetin mamah pas kamu kecil. Mamah ga nyangka Vin. Dulu kamu masih mamah manja-manja, eh sekarang bentar lagi mau nikah".
"Anak mamah udah dewasa. Berarti mamah juga udah tua ya?" sambungnya menatap Alvi. Dia pun membalas tatapan ibunya, dan dapat Alvi lihat kedua mata wanita itu mulai berkaca-kaca.
"Walaupun mamah udah tua, tapi mamah tetap cantik ko" ucap Alvi benar adanya.
"Kalau udah nikah, kamu masih sayangkan sama mamah?" tanya Mitha.
Perbincangan mereka kini mulai berubah, yang tadinya Alvi terus merengek ingin bertemu Melliza. Kini malah membahas hal seperti itu yang membuat dirinya malah tak tega dengan Mitha. Tapi bukannya Mitha sendiri yang dari awal menginginkan anaknya untuk segera menikah.
"Mamah ini nanya apaan sih? Ya jelas dong Mah, Alvin bakalan tetap sayang mamah" jawabnya.
"Mamah takut kalau nanti kamu udah nikah, kamu ga sayang lagi sama mamah. Mamah takut kamu ga perduli sama mamah lagi" ucap Mitha dengan tanpa sadar air matanya terjatuh.
"Iyaa memang mamah yang minta, tapi mamah cuman takut aja" jawabnya.
"Asal mamah tau, mungkin Alvin emang anak yang cuek ga bisa tunjukin rasa sayang Alvin ke mamah. Mamah ga usah takut, Alvin sayang sama mamah. Mamah ga akan tergantikan. Mamah, Elvina dan Melliza itu perempuan yang sangat Alvin sayangi dan ingin Alvin lindungi sampai kapan pun" tuturnya.
"Uhh anak mamah" ucapnya sambil memeluk sang putra.
"Nanti kalau udah sah, langsung bikinin mamah cucu ya. Terus kasih ke mamah, biar mamah yang urus. Laki-laki kalau bisa, biar mamah ga ngerasa kehilangan kamu" sambungnya.
"Udah beres, tenang aja. Abis nikah Alvin bakalan kasih mamah cucu. Eh tapi ya ga Alvin kasih ke mamah juga, itukan anak Alvin, kalau mamah nanti mau main tinggal datang aja ke rumah"
"Emang kamu ga bakalan tinggal dirumah mamah gituh?" ucap Mitha menatap Alvi dengan kembali memasang wajah sedih.
"Mah kan udah lama juga Alvin tinggal sendiri di appartement, jadi mamah harusnya udah biasakan. Lagian Alvin udah beli rumah, rencananya Alvin dan Melliza akan tinggal dirumah baru yang Alvin beli" jelasnya.
"Tapikan walaupun kamu tinggal di appartement, kamu sering bulak-balik ke sini. Emang kamu beli rumah dimana? Nanti pasti jarang kesini" ucap Mitha dengan mata mulai berkaca-kaca kembali.
Duh Mitha benar-benar membuat Alvi merasa bingung dan tak tega, kenapa dia menjadi seperti ini? Apakah begini sikap seorang ibu ketika anak laki-lakinya akan menikah?
"Rumah yang Alvin beli dekat ko mah dari sini, tenang aja nanti kita bakalan sering kisini" ucap Alvi.
"Kamu pas udah nikah tinggal dulu sama mamah ya sayang, please" pinta Mitha, Alvi sejenak diam untuk mempertimbangkannya.
"Ayolah, satu minggu deh" sambung Mitha.
"Oke, nanti kita tinggal disini dulu. Tapi cuman satu minggu ya Mah" ucap Alvi setuju. Tampak ada sebuah senyuman di bibir ibunya.
***
Aku kan sudah berusaha, jadi tolong yaa untuk di Like, komen, dan vote vote yang banyak pake poin.
Terimakasih 💛