I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 158



Setelah mendengarkan saran dari Salsa, cukup membuat Melliza sejenak berpikir. Benar kata sahabatnya itu, jika dia menghindar seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah. Sama seperti dirinya, Alvi pun marah tentu ada alasannya.


Melliza pun akhirnya pulang bersama Salsa, tapi saat tiba di rumah dia tidak melihat mobil milik suaminya. Dia pun mengetuk pintu rumah dan muncullah Bi Imas. "Duh Non, kemana aja? Den Alvi lagi nyariin Non" ucap Bi Imas khawatir.


"Aku abis ketemu temen dulu Bi" jawab Melliza dan muncullah Salsa yang ada di belakangnya dengan senyuman manis sebagai sapaan pada Bi Imas.


"Yaudah Bibi ke dapur dulu ya buatin minum" ucap Bi Imas hendak pamit namun di cegah oleh Salsa.


"Ga usah repot-repot Bi, saya mau langsung pulang ko" ucap Salsa.


"Ohh baik Non" jawab Bi Imas pergi meninggalkan mereka.


"Gue mau pulang sekarang ya Syaa, udah malem banget nih" ucapnya.


"Yaudah loe bawa aja mobil gue, besok gue yang ambil sendiri ke appartement loe" ucap Melliza.


"Oke. Inget Syaa selesaikan masalah loe baik-baik. Jangan banyak pikiran. Loe ga cuman sendiri, tapi ada dia juga di perut loe" ucap Salsa mengingatinya.


"Iyaa sahabat gue paling bawel. Makasih yaa Sal" ucapnya sambil memeluk Salsa.


"Yaudah gue pamit. Bye" ucap Salsa.


Melliza pun pergi ke kamarnya, dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dia merasa tubuhnya lemas, mungkin itu karena efek menangis tadi. Tak terasa Melliza pun akhirnya tertidur.


**


Tidurnya sedikit terusik ketika merasakan sebuah usapan lembut pada punggungnya. Dia tau siapa yang melakukan itu padanya, Alvi. Laki-laki itu terus mengelus punggung Melliza dan berulang kali meminta maaf.


Dengan jelas Melliza mendengar semua yang Alvi kata kan, namun dia tetap memejamkan matanya berpura-pura jika dirinya masih tertidur.


Lama kelamaan, Melliza tidak lagi mendengar suara Alvi. Dia memberanikan diri berbalik untuk melihat suaminya. Ternyata dia sudah tertidur, Melliza amati wajah tampan suaminya itu. Tapi tiba-tiba dia teringat saat Alvi mengucapkan menyesal telah menikahinya dan itu membuat Melliza kembali meneteskan air matanya.


"Kenapa kamu harus bilang gituh sih?" tanyanya pelan.


"Aku tau kamu ga sengaja dan ga bermaksud bilang itu, tapi tetap aja rasanya nyakitin" ucapnya pelan.


***


Pagi ini senyuman manis terukir di wajah tampan seorang Alvin Sanjaya, dia merasa senang ketika membuka mata, Melliza tertidur dengan posisi memeluk dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik Alvi.


Perlahan tangan Alvi merapikan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya. Melliza tidak sama sekali merasa terganggu, yang ada dia semakin memeluk erat Alvi, membuat tubuh mereka semakin dekat.


"Tidurlah lagi, ini masih sangat pagi" ucap Alvi pelan sambil mengelus punggung Melliza.


Setelah beberapa menit, dengan perlahan Alvi melepaskan tangan Melliza yang melilit pada pinggangnya. Kemudian dia pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah itu Alvi tidak langsung memakai seragam kerjanya tapi dia hanya memakai pakaian casual.


Alvi bergegas pergi dengan mengendarai mobilnya, dia mencari mini market yang sudah buka tapi sudah beberapa mini market yang dia lewati masih tutup. Itu semua karena sekarang masih menunjukkan pukul enam pagi. Dia pun membuka ponselnya dan mencari mini market yang buka selama dua puluh empat jam.


Akhirnya Alvi menemukannya, dengan segera dia membeli beberapa varian rasa susu ibu hamil untuk Melliza. Ketika sampai dirumah, Alvi langsung pergi ke dapur untuk membuatkan Melliza susu yang telah tadi dia beli.


"Tapi rasa apa ya? Strawberry, Vanilla, Coklat, Madu, Jeruk atau Kacang hijau?" gumamnya sambil memaikan jari telunjuk pada dagunya.


"Strawberry aja kali ya? Melliza kan suka sama strawberry" ucap Alvi.


Alvi pun membuka pintu kamar dengan segelas susu ibu hamil rasa strawberry yang berada di tangannya. Alvi pikir Melliza masih tertidur, tapi ternyata wanita itu sedang duduk di tempat tidur dengan tangan yang sibuk mengikat rambutnya.


"Kamu udah bangun?" ucap Alvi yang sebenarnya tidak tau harus berbicara seperti apa pada Melliza.


"Ini buat kamu" ucap Alvi.


"Makasih" jawab Melliza cuek sambil mengambil susu dari tangan Alvi.


"Sama-sama. Ayo minum" ucapnya.


Tanpa banyak bicara, Melliza pun meminum susu tersebut. Tapi sayangnya rasa susu itu malah membuat perutnya menjadi mual. Dengan cepat Melliza berlari ke dalam kamar mandi dan menumpahkan semua cairan susu yang barusan dia minum.


Alvi panik melihat itu. "Apakah itu tidak enak?" gumamnya sambil menghampiri Melliza.


Melihat Melliza seperti itu, membuat Alvi menjadi tidak tega. Tapi kenapa semalam dia dengan teganya mengucapkan suatu kalimat yang melukai perasaan Melliza. "Maafin aku" ucap Alvi sambil memijat punggung leher istrinya.


Melliza benar-benar merasa jika tubuhnya sangat lemas, bahkan dia menempelkan tangannya pada sisi wastafel untuk menahan tubuhnya sendiri. Setelah selesai membersihkan mulutnya, Alvi langsung menggendong tubuh Melliza ala bridal style.


Melliza tidak menolak karena kondisinya saat ini sangat lemas, dia hanya bisa memejamkan matanya ketika Alvi menggendong dirinya.


Kemudian Alvi merebahkannya di atas tempat tidur lalu menyelimuti Melliza. "Kamu mau ke dokter?" tanya Alvi yang dibalas gelengan kepala olehnya, setelahnya Melliza memunggungi Alvi.


"Syaaa" panggilnya yang hanya dibalas deheman oleh Melliza.


"Syaa" panggilnya lagi dan berhasil membuat Melliza menoleh dan mengubah posisi menghadapnya.


"Apa?" jawab Melliza singkat.


"Syaa" ucap Alvi sambil menggenggam tangan Melliza.


"Maafin aku, aku tau aku salah. Aku menyesal mengatakan itu, aku terlalu emosi. Aku minta maaf karena aku egois ga mendengarkan penjelasan kamu" ucap Alvi penuh penyesalan dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Iyaa ga apa-apa" Melliza menatap kedua mata suaminya, sepertinya Alvi sungguh-sungguh menyesal dengan perbuatannya semalam.


Melliza sadar betul jika perlakuan Alvi semalam kepadanya itu semua karena ulahnya sendiri. Jadi apa salahnya dia memaafkan Alvi dan melupakan ucapan menyakitkan yang keluar dari mulut suaminya.


"Aku juga minta maaf, maaf karena aku udah menyembunyikan dia dari kamu. Aku ga bermaksud apa-ap...." ucapnya terpotong oleh Alvi.


"Kamu ga salah, kamu lakuin ini untuk aku. Maaf karena aku udah salah paham dan rencana kamu jadi gagal karena kebodohan aku" ucap Alvi.


"Sumpah, aku menyesal mengatakan hal bodoh itu. Aku ga sungguh-sungguh. Aku bahkan sangat bersyukur mendapatkan kamu, aku cinta sama kamu. Maafin aku, kamu boleh marah. Tapi tolong jangan ninggalin aku" ucapnya sampai meneteskan air mata.


Melliza mengubah posisinya menjadi duduk, lalu dia memegang wajah Alvi dan mengusap air mata Alvi dengan ibu jarinya. "Aku tau, aku udah maafin kamu. Pasti semalam sakit ya?" ucapnya sambil mengelus pipi Alvi yang semalam dia tampar.


Alvi hanya tersenyum. "Maaf, abisnya aku kesel kamu ga kasih aku kesempatan buat ngejelasin, aku juga kesel kamu bicara kaya gituh. Makanya aku ga sengaja nampar kamu" ucapnya lirih lalu menundukkan kepala.


"Hei ga apa-apa, ga masalah. Aku mengerti karena aku pantas mendapatkan itu. Kalau kamu masih belum puas kamu bisa pukul aku sesuka kamu" ucap Alvi dengan memegang wajah Melliza dengan kedua tangannya.


"Ga perlu, semalam udah cukup ko. Aku mau kamu peluk" jawab Melliza yang langsung memeluk Alvi.


Alvi merasa sangat senang karena Melliza telah memaafkannya. "Kita harus lebih dewasa lagi, malu kan sebentar lagi bakalan jadi orang tua" ucap Melliza dalam pelukan Alvi.


****


Jangan lupa di like, komen dan vote yaa๐Ÿ™๐Ÿ™


Yang belum kasih rate tolong kasih bintang lima yaa๐Ÿ™


Terimakasih๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š