
Pagi hari sekali Alvi sudah berada di appartement tunangannya dia sengaja datang untuk menjemput Melliza. Rencananya setelah pulang kantor mereka akan langsung menuju Bandara karena akan pergi ke Bali sore hari.
Alvi pun keluar menuju mobilnya dengan membawa koper milik Melliza. Mereka berdua pun langsung menuju kantor melakukan aktivitas seperti biasa yaitu bekerja. Saat mereka sampai Alvi langsung melepaskan seatbelt yang berada pada Melliza, kemudian tiba-tiba Andre menghampiri dan mengetuk jendela kaca mobilnya.
"Morning, calon manten" sapa Andre tersenyum pada sahabatnya saat kaca mobil itu diturunkan oleh Alvi.
"Ini anak pagi-pagi udah ganggu aja. Ga tau apa kalau gue mau romantis-romantisan dulu" kesal Alvi dalam hati.
Alvi dan Melliza pun langsung turun keluar dari mobil itu karena tak enak ada Andre.
"Apa lu?" tanya Alvi ngegas.
"Wih pagi-pagi udah ngegas aja lu, gue cuman mau nanya kita jadi kan ke Bali sore ini?" tanyanya cengengesan.
"Heem" jawab Alvi malas.
"Aku masuk duluan ya" ucap Melliza pada kedua laki-laki itu.
Melliza pun masuk ke dalam bangunan mewah dan tinggi itu meninggalkan Alvi dan Andre yang masih berada di basement tempat mobil mereka terparkir. Melliza langsung menyimpan tas dan beberapa dokumen yang dia bawa diatas meja. Dia pun langsung pergi ke dapur kantor menyiapkan kopi dan cookies untuk Bossnya yang tak lain Alvi tunangannya sendiri.
Sedangkan Alvi kini masih berada di basement bersama Andre, dia sedang menggerutu kesal pada sahabatnya karena telah mengganggunya. Sedangkan Andre hanya santai menanggapi protesan Alvi pada dirinya.
"Lu tuh ngapain sih Dre? Ganggu gue aja, ga tau apa kalau gue mau romantis-romantisan dulu" kesal Alvi.
"Yeh gue emamg ga tau, makanya nanti kalau ga mau diganggu kasih tulisan tuh di depan mobil Jangan ganggu lagi PA CA RAN" ucap Andre dengan penekatan diujung kalimatnya.
Mendengar itu Alvi langsung berjalan masuk ke dalam kantor meninggalkan Andre sendirian disana.
"Gituh aja ngambek kaya cewek pms lu, ga ngaca dulu suka recokin gue pacaran. Bahkan lu dengan sengaja" ucap Andre bersuara keras pada Alvi.
Perkataan Andre itu benar, dulu saat Andre berpacaran tapi bukan dengan Tania, Alvi selalu mengganggunya karena saat itu Alvi sedang menjomblo dan galau berat karena diputuskan oleh Clara.
***
Sekarang Alvi maupun Melliza sedang sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. Begitu juga dengan Tania, sedangkan Andre kini berada di tempat lain untuk mengawasi proyek baru mereka.
"Syaa, pergi makan yu" ajak Tania pada Melliza.
"Kakak duluan aja, aku masih nanggung nanti aku nyusul ko" Tolaknya karena memang pekerjaannya hari ini terasa lebih banyak dari pada hari biasanya. Akhirnya Tania pun pergi makan siang bersama rekan kerja yang lainnya.
Alvi keluar dari ruang kerjanya dan melihat tunangannya yang masih fokus menatap layar komputer didepannya. Alvi tau jika Melliza pasti belum makan siang sama seperti dirinya, karena sebelum dia keluar dari ruangannya, Alvi sempat melihat kamera cctv yang melihatkan Melliza tak beranjak sama sekali dari tempat duduknya.
"Ehemm" suara Alvi berdehem membuat Melliza menoleh melihat ke arah sumber suara.
"Ada apa Pak?" tanya Melliza.
"Ayo kita makan dulu" ajak Alvi.
"Aku belum lapar, kamu sendiri saja ya? Lagian aku masih banyak pekerjaan" ucap Melliza kembali menatap layar komputernya.
"Jangan siksa perutmu seperti itu. Aku ga mau nanti pas kita nikah kamu jadi kurus" ucap Alvi.
"Aku ini atasan kamu, jadi tidak masalah kalau kamu tidak menyelesaikan pekerjaannya" sambung Alvi karena ucapannya tadi tak direspon Melliza.
"Tapi kan ini tanggung jawab aku, aku harus menyelesaikan ini" balas Melliza.
"Ini perintah, aku menyuruh mu makan siang. Lagian nanti bisa dilanjutkan lagi" ucap Alvi mulai kesal karena kekasihnya itu keras kepala.
Walaupun Alvi memang atasannya tapi Melliza tidak pernah mencampurkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi. Dia sangat profesional tak pernah memanfaatkan atau meminta kepada Alvi agar beban pekerjaannya dikurangi.
Akhirnya dengan terpaksa Melliza pun mematikan komputernya dan ikut makan siang bersama Boss sekaligus tunangannya itu. Tapi memang karena Melliza juga saat ini sudah merasakan jika perutnya sudah mulai berdemo karena jam makan siangnya sudah terlewat.
.
.
LIKE, KOMEN, dan VOTE yaa🙏