
Kini Melliza sedang merevisi dokumen yang tadi, dengan wajah sedikit kesal. "Huhf kalau tau bakalan gituh, gua ga usah minta maaf tadi tuh" ucap Melliza dalam hati.
Sedangkan Alvi kini berada di kamar nya, ternyata dia sedang telponan bersama Clara. Rupanya Clara terus mendekati Alvi, dia tak akan menyerah sampai Alvi dapat menerima nya kembali.
Sekarang sudah hampir malam, Alvi berniat akan pergi ke restoran favorite nya saat ada di Singapura. Saat keluar dia tak sengaja melihat pintu kamar Melliza yang terbuka, lantas Alvi melihat nya, ternyata Melliza tidak ada di dalam. Lalu dia mengetuk pintu kamar mandi dan pas di buka pintu nya tidak di kunci dan Melliza tidak ada di situ.
"Pergi kemana tuh cewe?" gumam Alvi, Alvi pun pergi keluar dari kamar Melliza, dan ternyata Melliza sedang berada di balkon. Alvi memperhatikan Melliza secara diam-diam yang sedang menikmati suasana malam.
Dan ternyata Melliza menyadari ada nya Alvi, pikir Melliza mungkin Alvi ingin menanyakan pekerjaan nya sudah selesai atau belum.
"Saya sudah menyelesaikan nya, dan tadi pas mau saya kasih tapi Pak Alvi lagi telponan, jadi saya balik lagi" ucap Melliza. Yang memang tadi saat Melliza akan memberikan hasil revisi, pintu kamar Alvi terbuka dan dia mendengar Alvi sedang berbicara dengan seseorang, tapi Melliza tidak tau dengan siapa Alvi berbicara dan akhirnya dia tidak jadi memberikan dokumen nya.
"Ohh yaudah mana gua liat" jawab Alvi, kemudian Melliza mengambil dokumen itu dan memberikan nya kepada Alvi. "Oke udah bener" jawab Alvi dingin.
"Yaudah kalau gituh saya ke kamar dulu, nanti kalau ada yang kurang panggil aja Pak" ucap Melliza.
"Lu udah makan?" ucap Alvi yang memberhentikan langkah Melliza. "Saya?" tanya Melliza bingung karena tumben sekali bos nya menanyakan hal itu.
"Iyaa Elu, masa siapa lagi?" ucap Alvi ketus.
"Udah kan tadi siang" ucap Melliza karena tadi siang setelah meeting mereka makan bersama dengan pegawai lain yang berada di Singapura.
"Yaudah lu sekarang ikut gua makan" ajak Alvi kepada Melliza.
Akhirnya mereka pun pergi untuk makan malam, ntah kenapa Melliza tidak dapat menahan rasa bahagia ketika Alvi menanyakan diri nya sudah makan atau belum, mungkin itu hal biasa bagi orang lain dan wajar saat bos mereka mengajak makan bersama tapi berbeda dengan Melliza, mengingat Alvi adalah orang yang Melliza suka dan karena sikap Alvi yang sangat dingin sekarang bisa perhatian terhadap bawahan nya.
"Kenapa lu?" tanya Alvi tertawa mengejek.
"Hmm ga apa-apa Pak" jawab Melliza celingak-celinguk dengan tangan mengusap bagian pinggir lehernya karena merasa malu dan bingung memberi jawaban atas pertanyaan Alvi.
"Apa sih lu Pak- Pak aja, emang gua bapak lu?" ucap Alvi kembali ketus.
"Ya kan Bapak atasan saya, terus saya harus manggil apa?Oooo..." Tiba-tiba ucapan Melliza terhenti. "Hmm sorry Pak, Pak Alvi ga seperti yang saya bilang waktu itu ko" lanjut Melliza takut.
"Jelas semua orang juga tau dan bisa liat, lu aja yang ngatain gua om, mana ada om-om ganteng kaya gua ginih" Ucap Alvi menatap Melliza.
"Astaga ini orang di balik ke cool an nya, ternyata dia amat sangat narsis. Tapi emang bener sih, gua aja buta ngehina nya ga sesuai fakta. Cowo ganteng, cool gituh gua bilang om-om" ucap Melliza dalam hati.
Tiba-tiba makanan yang mereka pesan akhirnya datang sehingga menghentikan obrolan nya dan mereka fokus pada makanan masing-masing.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih yang sudah membaca semoga kalian selalu suka atas apa yang telah saya tulis💕
Jangan lupa like dan komen