I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 69



"Akting Lu bagus, thank untuk hari ini" ucap Alvi saat dalam perjalanan menuju appartement Melliza


"Hmm" balas Melliza dengan tersenyum


Tiba tiba ponsel Alvi pun berdering dan ternyata itu panggilan dari Ayahnya


"Ada apa nih Papah? barusan baru ketemu juga" ucap Alvi dalam hati kemudian langsung menjawab panggilan itu


📞 Ada apa Pah?


📞 Mamah dan adik mu ingin ke puncak besok sebelum lusa Elvina kembali ke London, ajak juga Melliza


📞 Tapi Aku harus kerja kan Pah, Melliza juga


📞 Kamu ini gimana sih, itu perusahaan Papah dan Papah meminta Kamu serta Melliza besok tidak harus kerja tapi ke puncak bersama kami


📞 Ga bisa mendadak gituh dong Pah, Gimana kalau Melliza ga bisa?


📞 Papah ga mau tau, kamu harus membujuknya ini kemauan Mamahmu


Ayahnya Alvi pun menutup panggilan itu, Alvi tau jika Ayahnya menyuruh sesuatu maka dia tidak dapat menolaknya


Sedangkan kini Melliza bingung karena namanya disebut sebut oleh Alvi, Melliza pun memberanikan diri bertanya pada Alvi


"Ada apa Pa?"


"Papah dan Mamah minta Lu ikut ke puncak besok sama Gua"


"Hah?" teriak Melliza kaget


"Jangan teriak juga Gua ga budek"


"Maaf"


"Pulang dari sini lu harus siap siap buat besok, inget jangan sampai ketauan sandiwara kita, di depan mereka kita harus sangat dekat seperti pasangan pada umumnya"


Melliza hanya diam saja dia takut akan sandiwaranya terbongkar dan takut jika Melliza harus bersama Alvi dan menjalankan perannya akan membuat dia sangat sulit untuk membuang jauh perasaannya


Alvi pun telah mengantarkan Melliza sampai appartementnya, Melliza pun kini sedang mengemasi barang yang akan dia bawa besok sambil curhat lewat telpon kepada Salsa dan Audi


📞 Gila sih Syaa, Lu mau aja jadi pacar pura pura dia lagi


📞 Iyaa katanya Lu mau move on, kalau gituh kapan move on nya


📞 Iya gimana dong, kalian itu jangan salahin Gua, Gua juga ga mau tapi gimana lagi


📞 Gua harap lu bisa profesional dan ga bikin Lu tambah cinta sama tu cowo


📞 Bener tuh apa yang dikatain Audi, Lu jangan sampe baper inget Lu harus move on


📞 Iyaiyaa, yaudah gua tidur yaa takut besok kesiangan


Setelah selesai menelpon kedua sahabatnya Melliza pun langsung tertidur


Esok harinya sekitar pukul Sepuluh Pagi Melliza sudah dijemput oleh Alvi untuk pergi ke puncak bersama orangtua dan adiknya


Setelah sampai di villa mewah milik keluarga Alvi yang berada di puncak Melliza langsung ke dalam menyapa Ibu dan Ayah Alvi yang terlebih dulu sampai


"Melliza maaf ya tante ngajak kamu dadakan ginih"


"Ga apa apa Tante" jawab Melliza sambil tersenyum


"Abisnya besok Elvina ke LN dia pengen ke puncak sebelum pergi yaudah tante sekalian aja ngajakin kamu biar lebih deket sama calon mantu"


Deg astaga hati Melliza begitu berbunga bunga ketika mendengar Ibu dari laki laki yang dia cintai berkata seperti itu, namun sayang walaupun sepertinya Ibu Alvi menyukai Melliza tapi anaknya itu tidak, dan itu membuat Melliza tersadar bahwa dia tidak akan menjadi menantu keluarga Sanjaya


"hehee Tante ini" ucap Melliza canggung


"Andai aja Gua beneran jadi pacar Alvi pasti seneng banget udah dapet restu ginih" ucapnya dalam hati


Alvi yang mendengar perkataan Ibu nya itu hanya tersenyum dan melihat wajah Melliza mulai bingung harus merespon apa disetiap perkataan yang Ibu nya lontarkan dengan segera Alvi mengalihkan pembicaraan


"Sayang ayo aku antarkan ke kamar, lebih baik kamu istirahat dulu" ucap Alvi yang mengejutkan Melliza karena panggilan Sayangnya


"hmmm?" ucap Melliza sambil melihat Alvi dan melirik ke Ibunya


"Iyaa betul lebih baik kamu istirahat dulu, nanti malam kita akan bakar bakar yaa"


"Iyaa baiklah tante, kalau gituh Melliza permisi dulu ya Om Tante"


Melliza pun diantarkan ke kamarnya dilantai atas yang terletak diantara kamar Elvina dan kamar Alvin


Alvi pun ikut masuk ke dalam kamar bersama Melliza dan membuat Melliza khawatir


"Tenang, Gua ga tidur disini sama Lu ko"


"Ss-siapa juga yang mikir kaya gituh" ucap Melliza gugup karena memang benar dia takut Alvi masuk ke dalam kamar bersamanya untuk tidur bersama


"Ko Lu gugup? haha"


"Engga kata siapa? Yaudah sana keluar deh Pa!"


"Santai dong lagian ini villa Gua, Eh iyaa Gua mau ngasih tau Lu jangan panggil Gua Pa terus nanti bisa bisa orang tua gua curiga, lagian dulu aja pas ketemu ngotot banget bilang "Lu" ke Gua"


"Udah deh Pa, Aku kan udah minta maaf soal itu, lagian kan waktu itu karena belum tau kalau Pa Alvi bakalan jadi atasan aku"


"Yaudah sekarang jangan panggil Pa, tapi panggil SAYANG" ucap Alvi penuh penekanan di kata Sayang sehingga membuat Melliza terkejut


"Apa?" teriak Melliza dan seketika di tutup mulutnya oleh telapak tangan Alvi


Melliza pun memberontak karena mulutnya ditutup tapi Alvi malah terus menatapnya


"Shitt kenapa hati Gua deg degan ginih deket dia?" ucap Alvi dalam hati


Melliza menginjak kaki Alvi yang berada di depannya dan membuat Alvi seketika tersadar dan melepaskan Melliza


"Lu tuh jangan berisik, di kamar yang sebelah kiri adik Gua lagi tidur nanti dia denger. Lagian biasa aja kali ga usah kaget gituh, itu emang panggilan yang wajarkan buat pasangan"


"Terus Lu mau gituh kita jadi pasangan beneran?" Goda Alvi


Seketika Melliza terdiam mendengar pertanyaan dari Alvi


"hahaa Nanti ya kalau udah ga ada yang suka sama Gua, baru Gua pacaran sama Lu" sambung Alvi


Degg seketika hati Melliza terasa teriris sangat sakit sekali mendengar ucapan dari Alvi


"Siapa juga yang mau pacaran sama situ" ucap Melliza lalu berlalu pergi ke kamar mandi meninggalkan Alvi


Didalam kamar mandi Melliza hanya terdiam menatap cermin yang ada di depannya


"Kenapa sih Gua ga bisa lupain dia dari dulu? Gua benci karena dia tau Gua suka dia dan malah bikin gua dipermaluin ginih, Rese emang tuh cowo ga punya perasaan bilang gituh sama Gua. Oke fix walaupun karena sandiwara ini bakalan bikin Gua susah lupain dia tapi gua harus bisa lupain dia gimanapun caranya karena perasaan ini ga bakalan terbalaskan, dan juga Gua ga mau dia besar kepala dan seenaknya karena tau gua suka dia" ucap Melliza kesal


Saat Melliza keluar dari kamar mandi ternyata Alvi sudah tidak ada dan dia telah pergi ke kamar nya sendiri


Sedangkan dibawah tepatnya diruang tamu Ibu dan Ayah Alvi sedang membicarakan hubungan anaknya dengan Melliza


"Pah mamah suka deh sama Melliza, dia anaknya baik cantik juga cocok sama Alvi, menurut Papah sih gimana?"


"Papah juga setuju, walaupun usianya dibawah Alvi tapi sepertinya dia dewasa dan mandiri. Papah juga sudah mencari tau identitas Melliza ternyata dia lulusan terbaik dikampusnya dan berasal dari keluarga yang berkecukupan tapi dia malah memilih bekerja diperusahaan kita bukan di perusahaan kedua orangtunya, ya walau pun memang perusahaan kita berada di atas mereka. Berarti dia ingin membangun karirnya sendiri tanpa bantuan orangtuanya"


"Wahh luar biasa ya Melliza, Mamah bangga karena jarang sekali anak jaman sekarang yang mau merintis karisnya sendiri dari nol" puji Ibu Alvi


"Sebaiknya kita harus mengundang orangtua Melliza Pah"


"Jangan dulu Mah, bagaimana pun biarkan mereka berdua yang memutuskan jangan memaksa mereka untuk cepat cepat menikah"


Kedua orangtua Alvi pun terus berlanjut membicarakan Melliza


Tak terasa kini sudah sore hari Melliza pun bangun dan mandi lalu turun ke lantai bawah tapi ternyata tidak ada orang disana


"Non, Tuan dan Nyonya sedang menyiapkan bakar bakar untuk nanti ditaman, mari Saya antar"


Melliza pun diantarkan oleh salah satu pelayan disana, dan melihat orangtua Alvi sedang membakar jagung, sosis dan seafood. Melliza pun segera menghampiri mereka


"Tante Om maaf ya Melliza baru bangun"


"Tidak apa apa sayang, lagian Alvi dan Elvina pun belum bangun kamu santai saja kami berdua memang ingin menyiapkan ini lebih awal agar nanti kalian bangun kalian tinggal memakannya" ucap Ibu Alvi


"Tapi tidak akan seru Tante jika kita tidak ikut membakarnya sendiri"


"Benar tuh Mah apa kata Melliza, Dia ini memang seperti itu Melliza selalu memanjakan kedua anaknya" ucap Ayah Alvi


"Papah kan kali kali lagian dulu kita selalu sibuk dengan pekerjaan dan apa salahnya jika sekarang Mamah menyiapkan ini untuk mereka"


"Hmm iyaiyaa baiklah"


Melliza hanya diam menyimak pembicaraan kedua orangtua Alvi


"Sayang lebih baik kamu bangunkan Alvi suruh dia turun sekarang, biar Elvina nanti pelayan yang bangunkan"


"Gimana ini? masa gua bangunin Alvi? Nanti kalau dia ngamuk gimana?"


"Melliza" ucap Ibu Alvi menyadarkan lamunannya


"Ohhiyaa Tante, Melliza bangunin Alvi dulu ya" ucap Melliza pergi menuju kamar Alvi


Melliza pun kini berada di depan kamar Alvi yang berada di sebelah kanan kamarnya dia terus berbolak balik karena tak berani masuk


"Ah udah deh Gua masuk aja lagian disuruh Ibunya kalau marah tinggal Gua bilang aja"


Melliza pun kini masuk ke dalam kamar Alvi dan mendapatkan Alvi yang sedang tertidur pulas diatas ranjangnya


Melliza mengamati wajah Alvi yang tenang damai saat tidur, sehingga membuat Melliza tidak tega membangunkannya


'Pa Alvi bangun" ucap Melliza menggoyangkan pundak Alvi namun Alvi tak merespon, beberapa kali Melliza membangunkan Alvi tapi tetap tidak ada respon dari Alvi


"Bangun woyy" ucap Melliza sedikit keras ditelinga Alvi karena kesal dari tadi Alvi tidak bangun bangun


Karena merasa terganggu Alvi menarik tangan Melliza dan membuat wajah Melliza berada di dada Alvi, dengan cepat Melliza mengangkat wajahnya menatap Alvi


Alvi yang baru membuka matanya begitu terpesona saat bangun tidur langsung melihat Melliza yang cantik ada di hadapannya, tapi Melliza langsung menjauhkan diri dan langsung berdiri sehingga membuat Alvi tersadar


"Lu itu bikin Gua kaget tau ga?"ucap Alvi dengan nada suara khas bangun tidur


"Ya abisnya dibangunin dari tadi ga bangun bangun"


Alvi segera bangun dan duduk diranjangnya sambil merapihkan rambutnya


Melliza yang melihat itu merasa Alvi sangat keren saat bangun tidur apalagi saat sedang merapikan rambutnya itu


"Ada apa?" tanya Alvi


"Itu cepet turun Orangtua Pa Alvi nungguin"


"Yaudah nanti gua nyusul mau mandi dulu"


Melliza pun keluar dari kamar Alvi dan menuju taman kembali


.


.


.


.


Jangan Lupa Like, Komen, Berikan Tip dan juga jadikan Favorite agar kalian ga ketinggalan saat novel ini up


Terimakasih untuk yang selalu setia menunggu dan membaca novel ini


Terimakasih yang telah memberikan tipnya


Semoga kalian selalu suka yaa💕