
Melliza masih saja berdiri melihat Alvi yang mulai pergi menjauh dari pandangannya.
"Ah kenapa harus ketemu orang itu lagi sih?"
Gumamnya kesal, sambil pergi karena ia merasa lapar
Dulu setelah Melliza mengetahui Alvi sudah tidak lagi ngekos didekat kampusnya, dia selalu berharap agar bisa bertemu dengan Alvi lagi. Namun kini ketika bertemu dengan Alvi lagi, Melliza malah berharap untuk tidak pernah bertemu, karena menurutnya Alvi tidak seperti yang dia bayangkan selama ini. Melliza sangat tidak suka akan sikap dan perlakuan Alvi ketika mereka bertemu waktu itu, sehingga itu membuat Melliza kesal.
Kini setelah selesai makan, Melliza kembali ke kamarnya. Dia berpikir, Apakah Alvi tidak pernah mengingatnya? Ya walaupun selama di kota S, selama Alvi ngekos didekat kampus Melliza, mereka memang tidak pernah berbicara satu sama lain. Tapi beberapa kali bahkan dapat dikatakan mereka sering berpapasan, masa Alvi tidak merasa pamiliar dengannya?
"Itu orang ngerasa pernah liat gua ga ya? Masa sih, kita kan sering papasan, masa dia ga inget gua sama sekali? Aah tapi mana mungkin tuh cowo inget, kalau diliat dari sikap dia sekarang, ga mungkin inget. Apalagi itu udah hampir dua tahun yang lalu"
Gumamnya dalam hati ketika akan memasuki kamar hotelnya
Melliza merasa jenuh, karena dia hanya sendirian disana, Akhirnya dia pun melakukan video call dengan kedua sahabatnya, menceritakan kejadian bahwa dia bertemu kembali dengan Alvi
"Hah lu serius Sya?"
kata Salsa dengan terkejut ketika Melliza memberitahu mereka, bahwa dia bertemu dengan Alvi
"Gua serius, dan parahnya itu cowo tambah songong. Udah salah ga minta maaf, malah sengaja bikin gua tambah emosi"
ujar Melliza
"Ko lu bisa sih ketemu dia?"
kata Audi penasaran
Mellizapun menceritakan semua kejadian tadi secara rinci kepada sahabatnya, sampai cerita bahwa dia merasa Alvi sangat tampat ketika menggunakan jas berwarna merah, dan itu membuat kedua sahabatnya terkejut.
"Yahh Syaa, jadi selama ini lu itu belum move on dari Alvi?" kata Audi dengan spontan
"Euu ngga ko"
kata Melliza gugup karena mendengar pertanyaan dari Audi
"Boong ya lu?"
kata Salsa dengan nada meledek
"Engga girls. Lagian mau move on apa coba? Orang gua sama dia ga deket, jadi apa yang harus dilupain? Gua kan cuman naksir aja waktu itu"
"Yaa maksud kita, move on buat ga berharap sama Alvi Syaa"
"Hmmm, gua setelah tau dia ga ngekos disitu juga, gua udah ga berharap bisa kenal dia, ga berharap bisa liat dia lagi "
"Sabar yaa Syaa. Mungkin doa doa lu yang dulu, baru terkabulin sekarang"
kata Salsa tersenyum meledeknya
"Tapi kenapa ketemu nya mesti dengan cara kaya ginih? Ini mah jauh sama ekspetasi gua dulu"
"Emang dulu lu bereksperasi kaya gimana Syaa? Kayanya lu dulu berdoa, supaya orangtua lu ngejodohin sama dia gituh ya? Terus dia suka lu duluan? Kaya ftv gituh"
ucap Audi tertawa meledek
"Ko lu tau sih Ayy"
balasnya kembali
"Jadi serius? lu dulu berharap gituh Sya?"
kata Salsa
"Kaga segitunya juga kali Sal, udah ah gua mau tidur girls. Thank udah nemenin kesepian gua, jangan lupa juga doain gua ya supaya besok lancar"
Salsa dan Audi pun memberikan semangat untuk Melliza, tak lupa memberikan doa agar sehabatnya itu selalu diberikan kelancaran. Tapi dibalik itu, Salsa dan Audi meminta Melliza mentraktirnya jika dia berhasil diterima kerja disana.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like dan komen nya teman teman