
"Udah deh Syaa, makan tuh nanti keburu dingin lagi." ucap Salsa yang melihat Melliza hanya mengaduk makanannya.
"Gue kangen Alvi, Sal." rengeknya.
"Syaa, dia baru pergi tadi malam loh. Lagian barusan juga loe udah telponan kan sama dia." ucap Salsa.
"Tapi kan masih kangen, gue masih pengen liat wajah dia."
Astaga, Salsa benar-benar tidak mengerti dengan sahabatnya itu, andai saja Melliza tidak hamil pasti sudah diteriaki 'Lebay' olehnya. Hanya saja Salsa tidak berani, karena mengingat wanita hamil itu sensitif.
"Kalau loe mau terus-terusan telpon, nanti yang ada kerjanya ga kelar Sya. Terus lama pulang deh, mau loe?." tanya Salsa.
"Enggalah." jawabnya cepat.
"Yaudah loe cepetan makan, nanti kita jalan-jalan. Gue belain cuti nih dua hari cuman buat nemenin bumil." ucap Salsa bangga.
"Iyaa makasih uuh sahabatku sayang." ucap Melliza mencium pipi sahabatnya.
"Eh tapi kan tetap di gaji loe ga masuk pun." ucap Melliza yang membuat Salsa tertawa.
Salsa memang sengaja mengambil cuti untuk menemani sahabatnya itu, tenang saja walaupun dia masih pegawai baru tapi itu tidak masalah. Asal kalian tau Salsa bekerja di perusahaan yang tak lain adalah anak perusahaan dari keluarga Sanjaya. Sehingga kekuasaan diperusahaan itu berada ditangan Alvi, suami Melliza.
**
Malam ini Melliza dan Salsa sedang berada di ruang keluarga, Salsa asik menonton tv sedangkan Melliza kini tengah bahagia melakukan panggilan video call dengan suaminya. "Tadi siang kamu ngapain aja sayang?." tanya Alvi disebrang sana.
"Aku tadi nyalon, terus liat-liat ke Mall." ucapnya jujur.
"Ketemu siapa disana?." tanya Alvi takut jika istrinya bertemu kembali dengan Endy.
"Ga ketemu siapa-siapa ko." jawab Melliza jujur.
"Kamu hari ini ngapain aja?." tanya Melliza.
"Aku meeting dari pagi sampai siang terus sorenya aku ke lokasi proyek sayang." jawab Alvi.
"Sama siapa? Pasti kamu ketemu cewek cantik sekretaris rekan bisnis kamu lain ya?." ucapnya curiga.
"Iya, cantik-cantik tau sayang, apalagi sekratarisnya Pak Kuncoro, beugh mantap sayang." ucap Alvi menggoda istrinya.
"Tuh kan, tau ah. Kesel aku sama kamu, udah yah ga usah pulang sekalian." kesal Melliza cemberut.
"Yakin nih aku jangan pulang? Nanti kangen lagi." goda Alvi tersenyum melihat wajah istrinya yang kesal dan cemberut.
"Ga bakalan." ucapnya ketus.
Melihat Melliza yang sepertinya semakin marah dan kesal, Alvi pun kini tertawa. "Becanda Syaa, sekretaris Pak Kuncoro itu cowok ko. Tenang aja secantik apapun dia ga bakalan aku tergoda. Kan aku udah suka sama sekretaris Melliza, eh mantan sekretaris."
"Ish ga lucu tau, jangan gituh becandanya aku ga suka ya. Gimana nanti kalau candaan kamu itu jadi beneran." kesal Melliza.
"Iyaa maaf deh sayang. Udah minum susu sama vitamin belum?." tanya Alvi mengalihkan pembicaraan.
"Udah ko sayang." jawabnya.
Melliza menuruti apa kata sahabatnya, saat waktu dirasa sudah malam Alvi meminta izin memutuskan panggilan video call tersebut. Tapi Melliza menolaknya dan tetap ingin seperti itu sampai dirinya tertidur.
Alvi tersenyum ketika melihat wajah tenang Melliza di layar ponselnya yang sedang tertidur. "Good night sayang, love you." ucap Alvi kemudian mematikan video call tersebut.
***
Melliza tidak sabar menunggu suaminya datang, katanya Alvi akan tiba di rumah sore hari ini. Sambil menunggu kedatangan Alvi, Melliza pun kini memasak karena tadi pagi Alvi menghubunginya ingin makan masakannya, dia memasak dibantu oleh Salsa dan Bi Imas.
"Aww." teriak Melliza ketika tangannya terluka oleh pisau.
"Kenapa, Syaa?." tanya Salsa khawatir.
"Ga apa-apa, cuman berdarah dikit. Gue tadi ga hati-hati." jawabnya.
"Udah non tunggu aja. Biar Bibi yang masak." ucap Bi Imas.
"Ga usah Bi, tadi Alvi minta aku yang masak jadi biar aku aja. Kalian bantu aja potongin bahannya ya." ucapnya.
"Nih obatin dulu." ucap Salsa mengobati jari Melliza yang luka.
"Sal, ko perasaan gue ga enak ginih ya." ucapnya pelan saat Salsa mengobati lukanya.
"Ga enak gimana? Mungkin itu perasaan loe doang kali Sya." ucap Salsa.
"Ga enak aja, gue takut Alvi kenapa-kenapa. Dia juga belum ada nelpon gue lagi, cuman tadi pagi doang." ucapnya mulai resah.
"Loe berdoa, semoga ga terjadi apa-apa. Udah loe mending istirahat aja, ini biar gue sama Bibi." ucap Salsa menenangkan sahabatnya.
Namun sayang Melliza bersikeras untuk memasak, alhasil dia kembali melanjutkan acara memasaknya itu.
****
Hari sudah malam, tapi Alvi masih belum datang. Melliza terus menunggunya di ruang tamu. "Loe lagi apa, Sya? Kenapa mondar-mandir gituh terus?." tanya Salsa bingung.
"Lagi telpon Alvi, tapi dia ga jawab dari tadi siang." ucapnya gelisah.
"Masih di pesawat kali Syaa." ucap Salsa.
"Masa sih? Kan dari tadi."
"Loe coba deh hubungin sekretarisnya yang berangkat sama dia." ucap Salsa.
"Udah, pada ga diangkat. Gue kirim pesan pun ga pada di balas." jawabnya.
****
Segitu dulu yaa. Besok lanjut lagi, like yang banyak ya biar cepat up, komen dan vote juga.
Terimakasih💚💚💚