I Love You My Boss

I Love You My Boss
Minta Maaf



Pagi hari Melliza dan Alvi sudah siap untuk pergi ke kantor. Alvi dan Melliza langsung turun bersama, namun ternyata supir sudah lama menunggu mereka di bawah.


Sesampai nya di perusahaan, mereka mengadakan meeting yang bahkan sampai waktu yang cukup lama. Setelah selesai Alvi dan Melliza kembali ke apartement nya.


"Lu kerjain ini, kalau ga ngerti lu bisa tanya ke Johan atau minta tolong Tania buatin buat lu. Terus nanti lu cek lagi sesuai data ini" ucap Alvi dingin dengan wajah kesal.


Memang seperti nya suasana Alvi sekarang kurang bagus semenjak selesai meeting tadi, itu karena perusahaan nya mengalami problem yang sangat besar dan itu membuat Alvi kesal harus menyelesaikan nya.


Melliza pun akhirnya meminta bantuan kepada Tania dan Johan. Dia mulai mengerjakan tugas yang Alvi berikan, tapi ntah kenapa mungkin memang mood Alvi yang tidak bagus membuat Alvi menjadi tidak sabaran, baru saja lima menit Alvi sudah meminta hasil tugas Melliza.


"Mana, gua liat udah selesai belum?" tanya Alvi.


"Belum Pak, ini saya masih ngeinput data nya dulu. Sebentar lagi selesai" jawab Melliza.


Tiba-tiba Alvi memukul meja di depan Melliza.


"Lu tuh lelet ya dari tadi ngapain coba? Cepet dikit lah!" Ucap Alvi.


Melliza kaget melihat dan mendengar Alvi seperti itu.


"Iyaa Pak, baik sebentar lagi saya selesaikan" ucap Melliza mencoba tenang.


Akhirnya Melliza selesai dan memberikan itu kepada Alvi, tapi saat Alvi melihat dan membaca nya tiba-tiba Alvi melemparkan dokumen yang telah Melliza buat.


"Lu gimana sih? Lu tanya Tania sama Johan ga? Masa lu ga bisa gituh-gituh aja? Ini salah, harus nya lu ga usah masukin ini" ucap Alvi dengan nada sedikit tinggi.


"Maaf Pak, biar saya perbaiki" ucap Melliza mencoba sabar dan tenang menghadapi Alvi.


"Gara-gara Johan nih jadiin anak kuliah belum lulus langsung jadi sekretaris, jadi ginih kan kerjaan nya ga bener" ucap Alvi kesal.


Melliza yang mendengar itu kesal dan mulai berkaca-kaca "Maaf kan saya Pak, tapi saya akan perbaiki dan akan saya pastikan tidak ada kesalahan lagi" ucap Melliza kembali.


"Udah ga perlu, gua aja yang kerjain. Kalau lu yang ngerjain malah lama, lelet, salah lagi ntar" ucap Alvi yang membuat Melliza semakin kesal.


"Jangan-jangan Johan pilih lu cuman karena lu menuhin satu kriteria, cantik doang tapi ...." perkataan Alvi terpotong karena Melliza menyanggahnya.


"Saya minta maaf. Saya bakalan perbaiki itu, dan tolong jangan mempersulit saya Pak?" ucap Melliza.


"Saya minta maaf soal waktu itu saya sama temen-temen di puncak, soal saya ngatain Pak Alvi om-om, tapi beneran saya ga ada maksud apa-apa, itu hanya ledekan karena saya kesal Pak Alvi bilang gadis kecil. Tolong maafkan saya" ucap Melliza berkaca-kaca.


Melliza mengatakan itu karena dia berpikir jangan-jangan Alvi sengaja berbuat ini dan sengaja mempersulit dia karena dia tidak terima ejekan Melliza waktu itu.


Sehingga Melliza memberanikan diri untuk meminta maaf dengan tujuan agar Alvi tidak mempersulitnya lagi.


Alvi yang mendengar itu langsung mendekati Melliza dengan seperti ini.



Kemudia Melliza kaget karena melihat Alvi bertingkah seperti itu dan Alvi malah tersenyum, membuatnya semakin takut.


"Kenapa lu minta maaf? Takut? Dulu aja lu nantang gua banget, sekarang lu kenapa melow ginih? Cuman di bentak dikit doang" ucap Alvi tersenyum sadis.


Melliza gugup karena ditatap seperti itu untuk yang kedua kali nya setelah kejadian bertabrakan di hotel waktu itu.


"Hmm sa ssayaa cuman ga mau ada salah paham aja, biar ga ngerasa canggung lagi makannya minta maaf" ucap Melliza jujur.


"Yaudah nih lu kerjain lagi, awas kalau salah" ucap Alvi kepada Melliza dan meninggalkan nya.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih teman teman yang sudah baca


Jangan lupa like dan komen