I Love You My Boss

I Love You My Boss
Akhirnya



Pagi ini Melliza begitu semangat, dia bersiap menggunakan pakaian yang begitu rapih, make up yang dia gunakan sangat pas terlihat natural dan cantik. Dia keluar dari hotel dan segera menuju perusahaan Sanjaya Sentosa Land, hanya perlu waktu dua puluh menit untuk sampai ke kantor itu.


Melliza keluar dari mobilnya menghela nafasnya


"sSemangatt Melliza, lu pasti bisa!! Oke jangan lupa senyum"


katanya dalam hati, menyemangati diri sendiri. Kemudian dia menunjukan senyum cantiknya


Dia kini berjalan memasuki kantor tersebut, sepanjang jalan dirinya merasa ditatap oleh semua orang sehingga membuat dirinya tak nyaman.


"Astaga kenapa orang orang pada ngeliatin gua ya? Apa gua makeup ketebelan? Atau karena penampilan gua?" gerutunya dalam hati


Namun pandangan semua orang tersebut adalah pandangan kagum melihat Melliza yang begitu cantik, berkulit putih mulus. Dia terus berjalan dan menaiki lift untuk menuju lantai tiga perusahaan ini, karena interview akan dilaksanakan dilantai tiga. Akhirnya dia sekarang telah duduk bersama dengan yang lainnya yang akan melakukan interview juga. Melliza begitu tegang saat menunggu namanya dipanggil.


"Melliza Anantasya, silahkan masuk"


Ketika mendengar itu Melliza langsung berdiri dan sangat tegang, namun dia berusaha untuk menutupi itu dengan senyum cantiknya. Dia pun masuk ke dalam sebuah ruangan yang besar, terlihat hanya ada dua orang disana, yang satu laki laki dan yang satu adalah perempuan yang tadi memanggil Melliza.


"Selamat pagi Pak, Bu"


sapa Melliza dengan sopan dan memberikan senyumnya


"Iyaa pagi"


"Baik Melliza, silahkan ceritakan tentang diri anda sendiri"


Melliza pun menceritakan tentang dirinya, mulai dari latar belakang pendidikannya dan dia pun menceritakan bahwa dirinya telah lulus skripsi lebih awal dari temannya yang lain, karena itu merupakan suatu kebanggaan dan prestasi bagi Melliza.


Pertanyaan pertanyaan terus dilontarkan oleh pria itu, yang tak lain dia adalah Johan, sekretaris dari sang CEO. Melliza pun terus menjawab pertanyaan pertanyaan dengan relax yang Johan berikan kepadanya.


"Ohh oke berarti kamu sekarang masih belum sah ya lulusnya? Karena masih belum wisuda"


ucap Johan sambil tertawa kecil agar suasana tidak terlalu tegang


"Iaa Pak, tapi sekitar tiga bulan lagi Saya diwisuda ko" katanya sambil tersenyum, dia tidak ingin dirinya ditolak karena alasan dia yang masih belum diwisuda


"Baik Pak, Saya tidak keberatan"


"Kamu akan bertugas untuk membantu saya, untuk itu saya tempatkan kamu menjadi sekretaris pribadi CEO, kamu juga bisa mendampingi CEO pergi ketika saya tidak bisa menemaninya"


"Baiklah pa"


Johan menceritakan bahwa dirinya selama ini kewalahan atas tugasnya sebagai sekretaris eksekutif sekaligus sekretaris pribadi CEO, dia pun diberikan amanat oleh CEO nya untuk merekrut orang menjadi sekretaris pribadinya, yang tentu memiliki beberapa syarat yang wajib yaitu cantik dan pintar. Sehingga dirinya memutuskan bahwa Melliza adalah orang yang tepat untuk dijadikan sebagai sekretaris pribadi sang CEO.


"Kalau gituh kamu bisa masuk kerja mulai Senin depan, karena selama satu minggu ini CEO kita sedang pergi keluar negeri untuk pekerjaan bisnis disana, jadi kamu akan masuk ketika CEO telah kembali ke perusahaan, dan nanti saya akan mengarahkan kamu terlebih dahulu tentang tugas tugas yang harus kamu kerjakan"


"Baik Pak, terima kasih"


ucapnya tersenyum sambil bersalaman


"Nanti Rina, resepsionis ini akan menghubungi kamu untuk selanjutnya"


ucapnya sambil menunjuk kepada wanita yang tadi memanggil Melliza


Rina dan Melliza pun hanya mengangguk dan tersenyum keapda Johan. Melliza pun keluar dari ruangan tersebut dengan wajah yang dipenuhi senyum bahagia.


.


.


.


.


jangan lupa LIKE dan komen teman teman


Terimakasih💕