
Teman teman tidak ada bosannya aku meminta dukungan dari kalian semua, karena Like, Komentar, dan Vote dari kalian sungguh berpengaruh pada Aku, jangan bosen buat like komen dan vote ya karena semakin banyak itu semakin semangat juga aku nulis novel ini. Terima kasih...
Selamat Membacađź’•
Malam harinya Melliza berniat akan tidur lebih cepat dari biasanya, karena rasa lelah setelah pulang dari Puncak. Tapi baru saja dia mematikan lampu kamarnya agar dia bisa terlelap tidur tiba tiba ponselnya berbunyi, Melliza pun segera melihat pesan masuk dari ponselnya
"Siapa sih ganggu aja Gua kan mau tidur" gerutu Melliza
Saat dilihat isi pesan itu ternyata malah membuat Melliza mengurungkan niat tidurnya
~0856******89
Hai Sya..
Key
Melliza pun mulai membalas pesan Key tampaknya kemunculan Key membuat Melliza senang, bagaimana tidak Key adalah laki laki yang sangat baik, tampan, kaya dan yang terpenting Key tidak pernah menyakiti Melliza seperti mantan mantan Melliza sebelumnya
Sampai akhirnya chat itu terus berkepanjangan hingga larut malam, bahkan Key yang sekarang telah mengetahui bahwa Melliza berada dikota yang sama dengannya tak segan mengajak Melliza makan siang bersama dan itu disetujui oleh Melliza
Tampak terlihat senyum bahagia diwajah cantik Melliza, tidak tau alasan Melliza bisa bahagia ketika diajak makan siang bersama Key. Mungkinkah Melliza masih menyimpan perasaan untuk cinta pertamanya itu? atau karena Melliza bahagia diajak makan siang oleh seorang pria yang sudah dia anggap sebagai Kakanya sendiri? Ntahlah. Tapi Melliza memang menganggap Key seperti Kakak nya setelah mereka putus
Keeseokan harinya seperti biasa Melliza pagi pagi pergi ke kantornya, saat sampai dan akan menuju ruangannya tiba tiba ada seseorang yang menepuk pundak Melliza membuatnya kaget sehingga menoleh ke belakang dan ternyata itu Tania
"Kakak ngagetin aja deh" kesal Melliza
"Hahaa sorry sorry Sya, eh btw kemana kemarin?"
Melliza hanya diam tak menjawab, apakah dia harus menceritakan pada Tania tentang dirinya yang menjadi pacar bohongan Alvi
"Pa Alvi juga ga ada, ah kalian pergi bareng ya?" goda Tania
"sssttt Ka, jangan berisik"
"Kenapa? Ada apa? benerkan? haha lagian santai aja belum pada datengkan" jawab Tania sambil melirik kiri kanan melihat situasi
"Iyaa tenang aja aman sama Gua, eh Lu ko mau aja sih Syaa?"
"Ya gimana lagi dong Ka? udahlah yang penting semoga cepet berakhir aja"
"Hahaa tapi ga apa apa ko kalau lama juga, kan biar bisa deket deket doi ya ga? hahaa" ucap Tania menggoda Melliza
"Apaan sih Ka?" jawab Melliza malu
"Nih Syaa, manfaatin aja moment ini buat dia bisa jatuh cinta sama kamu biar ga bertepuk sebelah tangan ya ga?"
"Ngga Ka, percuma ga bakalan bisa. Udah ah lagian aku juga udah beneran mau move on ga mau punya rasa ini lagi ga enak cinta sendirian" lirih Melliza
Mereka pun telah sampai didepan ruang kerja Tania
"Yaudah semangat move on Syaa hahaa" ledek Tania
Melliza pun hanya tersenyum dan berjalan menuju ruangannya
Seperti biasa Melliza mulai mengerjakan pekerjaannya, dia terus menatap layar komputer didepannya dan sesekali melirik ke arah dokumen yang ada di sampingnya tak jarang juga dia menerima panggilan untuk dia sambungkan pada Alvi
Perut Melliza sudah mulai berdemo karena ini sudah mendekati waktunya makan siang, yaampun Melliza lupa bahwa hari ini dia sudah janji makan siang bersama Key bahkan Melliza belum melihat ponselnya dari pagi, hufh apakah Key ada menghubunginya? ternyata benar ada pesan masuk dari Key yang berisi bahwa Key akan segera pergi menuju restoran yang sudah mereka sepakati
"Untunglah Ka Key baru mau pergi" ucap Melliza pelan
Melliza takut jika Key sudah ada disana, ternyata Key baru saja akan pergi. Untungnya restoran tempat mereka akan makan siang itu masih sekitar kantor tempat Melliza bekerja jadi dia tidak perlu terburu buru
Melliza pun mulai merapihkan dokumen yang berada dimejanya, dia pergi ke toilet untuk merapikan riasannya dengan menambahkan sedikit bedak dan menambahkan lipstiknya kembali agar terlihat fresh lagi, tak lupa dia pun menyemprotkan parfum dengan wangi elegant khas dirinya.
Melliza mulai keluar dari toilet, dan bertemu dengan Tania yang akan masuk ke dalam toilet
"Ka aku makan siang duluan ya, ada janji" ucap Melliza pada Tania dengan mengedipkan salah satu matanya
"Iyaa sana good luck" ucap Tania tersenyum genit seolah dia tau jika Melliza akan makan siang bersama laki laki karena terlihat jelas wajah bahagia Melliza