I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 132



Haii guyss apa kabar?


Semoga kalian sehat-sehat terus yaa...


Jangan lupa dong di komen yang banyak, di like eps ini dan sebelumnya terus di vote juga sebanyak-banyaknya pake poin yaa.. Ohya di share juga dong ke GC.


Selamat Membaca ya semoga suka sama eps kali ini✨


***


Siang ini Melliza dan Mitha sedang duduk di sofa kamar VIP pasien rumah sakit untuk menjenguk anak sahabatnya yang beberapa jam lalu melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat lucu.


"Tante mau coba gendong dong Lun" ucap Mitha pada anak sahabatnya yang sedang menggendong bayinya.


"Boleh dong Tan" ucap Luna memberikan anaknya pada Mitha.


Mitha pun menggendongnya. Melliza terus memperhatikan ibu mertuanya itu, tampak senyum bahagia dari raut wajah Mitha. "Tuh Syaa, Mamah kamu udah kebelet pengen punya cucu kayanya" ledek Wulan ibunya Luna.


Melliza hanya tersenyum tanpa membalas perkataan Tante Wulan. Melliza pun bangkit dari duduknya lalu menghampiri Mitha yang sedang asik menimang bayi lucu itu. Dia pun mengelus-ngelus pipi bayi itu dengan jari-jarinya.


"Uhh lucu sekali" ucap Melliza girang saat melihat bayi itu tersenyum karena elusan tangannya.


"Makanya cepetan bikin sama Alvin, Syaa" ucap Luna.


Kedua wanita parubaya yang ada disana membenarkan ucapan Luna dengan menganggukan kepala mereka dan lagi-lagi Melliza hanya tersenyum.


"Coba deh kalau udah ada baby kamu bakalan seneng banget, kaya aku sekarang ngerasa pernikahan dan hidup ini udah lengkap. Kehidupan kita sebagai wanita benar-benar sempurna" sambung Luna dibalas dengan senyuman oleh Melliza.


Mendengar ucapan anaknya, Wulan langsung menghampirinya dan memeluk sang putri. Sedangkan kini Melliza terdiam, berpikir tentang apa yang baru saja Luna katakan.


"Dan jangan lupakan dengan adanya anak bisa membuat suami istri semakin terikat, anak akan menjadi kekuatan dalam rumah tangga kalian" ucap Wulan menasehati kedua perempuan muda yang ada dihadapannya yaitu Luna dan Melliza.


Mungkin Melliza egois jika dia pada saat itu berpikir untuk menunda memiliki anak hanya demi karirnya. Dia tidak memikirkan ada suami, orang tua dan mertuanya yang menginginkan seorang bayi yang lahir dari rahimnya.


Pertemuan hari ini dengan teman Mamah mertuanya sedikit banyak memberikan pencerahan bagi Melliza. Semua yang dikatakan Luna dan Wulan dicerna baik-baik olehnya.


Sore hari setelah pulang menjenguk, Melliza membantu Mitha dan pelayan memasak untuk makan malam nanti. Mitha pun memberitahu dan mengajari Melliza cara memasak makanan yang Alvi sukai.


Setelah dua jam lamanya dia bergelut di dapur, akhirnya menu makanan yang mereka masak sudah tertata rapi di meja makan. Melliza langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Setelah selesai melaksanakan ritual mandinya dengan cepat dia memakai pakaian casualnya lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan membuka ponsel pintarnya untuk mencari artikel online tentang dampak dari menunda kehamilan setelah menikah.


Membaca artikel itu membuatnya sedikit merinding. Kesuburan yang menurun, itulah dampak yang Melliza takuti dan cemaskan. Dia menjadi berpikir dua kali untuk menunda kehamilan. "Duh ko ngeri juga ya kalau sampai menurun kesuburannya" gumamnya.


Dia tak hanya membaca artikel hanya dari satu sumber tapi membacanya dari beberapa sumber artikel online yang berbeda. Setelah membaca dan merenungkan perkataan Luna dan Wulan tadi siang Melliza akhirnya memutuskan untuk tidak menunda kehamilan. Dia akan menyerahkan semua kepada-Nya. Walaupun tidak menunda, belum tentu juga kan dirinya akan langsung hamilkan.


***


Kalau like, komen dan votenya banyak, upnya bakalan cepat!!! hihi


**Jangan lupa dong di komen yang banyak, di like eps ini dan sebelumnya terus di vote juga sebanyak-banyaknya pake poin yaa.. Ohya di share juga dong ke GC.


Terimakasih💛💛💛**