
Setelah terlihat tampan dan oke, Alvi langsung pergi menuju kamar orang tuanya. Dia ingin menemui Ibunya, meminta penjelasan maksud dari mengundang kedua orang tua Melliza makan malam bersama yang secara tiba-tiba ini.
"Mah? Mamah ko ga ngasih tau Alvin dulu, kalau mau ngundang orang tua Melliza?" ucap Alvi yang berdiri disamping Ibunya yang sedang bercermin.
"Tadi kan Mamah udah bilang, karena kamu ga mau yaudah Mamah sendiri yang samperin Melliza dan orang tuanya" ucap Mitha santai.
"Terus maksud Mamah ngundang mereka makan malam apa? Mah, aku sama Melliza itu masih pengen pacaran dulu. Kita ga mau terburu-buru"
"Iya Mamah tau, udah ah ayo turun. Papah udah nunggu tuh di ruang tamu" ucap Mitha sambil menepuk pundak anaknya.
"Terus Mamah mau ngebicarain apa sama orang tua Melliza?" ucap Alvi sambil berjalan mengejar Ibunya yang telah keluar, dia penasaran maksud dan tujuan Mitha yang mengundang mereka makan malam.
"Ga ada maksud apa-apa, udah deh tuh kayanya mereka udah datang" ucap Mitha karena mendengar para pelayannya telah menyambut Melliza dan orang tuanya.
Melliza dan kedua orang tuanya telah sampai di depan kediaman orang tua Alvi yang sangat mewah. Mereka langsung disambut oleh para pelayan dan langsung di dampingi untuk bertemu tuan rumah yang telah menunggu mereka di ruang tamu.
Kini mereka semua telah berkumpul di ruang tamu, Ayah Alvi yang baru pertama kali bertemu dengan kedua orang tua Melliza merasa sangat cocok dan meyakini bahwa sepertinya perempuan pilihan anaknya itu berasal dari keluarga yang baik-baik serta dari keluarga yang terpandang.
Sedangkan Melliza dan Alvi kini berada di taman, membiarkan kedua orang tua mereka mengobrol.
Alvi saat ini sedang menanyakan kepada Melliza tentang kejadian Ibunya yang mendatangi dia. Melliza pikir Alvi mengetahui tentang semua ini, ternyata tidak. Memang ada-ada saja ulah Ibunya Alvi, sepertinya Mitha benar-benar ingin mereka segera cepat menikah.
Namun dibalik itu semua, Alvi dan Melliza merasa senang karena kini kedua orang tua mereka sudah saling mengenal keluarga kekasih anaknya. Dan jika dilihat dari sikap orang tua masing-masing sepertinya orang tua mereka merestuinya.
Alvi dan Melliza pun kembali ikut bergabung bersama orang tua mereka. Tiba-tiba sesuai rencana Mitha. Mitha meminta Melliza untuk menjadi menantunya kepada Raka dan Icha.
"Begini, sebenarnya saya ingin berbicara kepada Pak Raka dan Bu Icha. Saya sangat menyukai Melliza, dia anak yang baik. Saya ingin kalian merestui hubungan Melliza dan anak kami. Saya juga ingin meminta kepada kalian sebagai orang tuanya untuk menjadikan Melliza sebagai menantu saya"
Alvi terkejut dan hanya bisa diam karena Ibunya itu tak berkompromi dulu dengannya. Bukannya Alvi tidak mau. Tapi, Alvi takut jika Melliza marah. Karena selama ini saat Alvi mengajaknya menikah, Melliza menolak dengan alasan belum siap.
Tak hanya Alvi, tapi Melliza dan kedua orang tuanya pun sama-sama terkejut. Tapi Ayah Alvi biasa saja, karena dia sudah diberitau sebelumnya jika sang istri akan mengatakan hal ini dan Mitha pun telah mendapatkan persetujuan dari suaminya.
Kedua orang tua Melliza saling bertatapan, mereka bingung harus menjawab apa. Karena bagi mereka, untuk urusan percintaan tentang anaknya semua keputusan ada ditangan Melliza.
"Saya merestui jika Melliza berhubungan dengan nak Alvi. Tapi untuk hubungan yang lebih jauh lagi, saya serahkan semua sama Melliza, saya tidak ingin memaksakan dia untuk cepat-cepat menikah" ucap Raka melihat Melliza, karena tau anaknya tidak ingin menikah terlalu cepat.
"Iya Mah, aku dan Melliza tidak ingin terburu-buru. Kita masih pengen nikmatin masa-masa pacaran dulu, ya kan Sya?" ucap Alvi disenyumi oleh Melliza.
"Kita juga tidak akan memaksa kalian, karena bagaimana pun yang menjalani hubungan kalian bersama. Mamah dan Papah hanya ingin meminta izin kepada orang tua Melliza terlebih dahulu selagi mereka ada disini kan? Biar kita semua tau dan saling mengenal keluarga masing-masing. Betulkan Pak Raka?" tanya Ayah Alvi.
"Saya sama sekali tidak mempermasalahkan bahwa Melliza bawahan Alvi, yang penting dia anak yang baik dan sopan. Dan karena saya benar-benar menyukai dan menginginkan Melliza untuk bersama anak saya" jelas Mitha.
Terlihat senyum bahagia dari kedua orang tua Melliza karena orang tua Alvi terutama Ibunya sangat menyukai anak mereka. Terlihat juga senyum lega dari wajah Melliza dan Alvi karena kedua orang tuanya tidak akan memaksa mereka untuk cepat menikah, tapi membiarkan hubungan mereka mengalir begitu saja sampai keduanya siap untuk melangkah menuju pelaminan.
Mereka pun terus mengobrol kesana kemari. Sampai-sampai Mitha lupa untuk mengajak mereka makan bersama.
"Mari, sebaiknya kita makan dulu" ajak Mitha.
.
.
.
Buat yang masih bingung ini namanya siapa sih?
Alvin atau Alvi?
Ginih teman-teman jadi namanya Alvin Sanjaya.
Orang tua dan teman Alvi memanggilnya Alvin.
Tapi karena Melliza awal taunya Alvi jadi keterusan memanggilnya Alvi. Ingetkan saat Melliza tau nama Alvi?
Terima kasih, semoga kalian sudah tidak bingung lagi yaa.
Kira-kira ginih penampilan Alvi dan Orang tuanya.
Jangan lupa terus Like, Vote dan Komen💕