I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 95



Setelah itu kedua orang tua Melliza langsung pulang, karena memang mereka tak akan menginap di appartement Melliza karena besoknya mereka ada kesibukan. Sedangkan Melliza kini diantarkan oleh Alvi ke appartementnya.


Di dalam mobil Melliza kini memikirkan betapa besar keinginan orang tua Alvi agar anaknya segera menikah. Bukannya Melliza tidak bersyukur telah dicintai oleh Alvi dan telah disayang oleh kedua orang tuanya. Hanya saja hatinya belum yakin, dia takut jika Bossnya itu hanya mempermainkannya.


Apalagi mengingat yang suka terlebih dahulu adalah dirinya, dan hubungan mereka berawal dari pacar kontrak.


Melliza takut jika Alvi melakukan semua ini hanya untuk kedua orang tuanya, oleh karena itu Melliza tak ingin menikah secepat itu dengan Alvi.


Selain itu Alvi juga merupakan seorang CEO muda yang tampan, pasti memiliki penggemar dimana-mana. Melliza sendiri pun tidak tau Alvi diluar sana seperti apa, dan bagaimana hubungannya dengan para perempuan yang tidak dia ketahui selain dengan Clara.


Bagaimana pun seorang perempuan itu ingin pembuktian, apalagi mereka baru saja resmi berpacaran. Menikah bukanlah suatu hal yang mudah, dimana harus menyatukan dua pikiran manusia yang berbeda. Oleh karena itu, Melliza akan siap untuk menikah dengan Alvi ketika hatinya sudah yakin pada Boss tampannya itu.


Karena merasa tak enak kepada Alvi, Melliza pun meminta maaf sebelum dirinya turun menuju appartement. Melliza mengatakan alasan yang selama ini dia menolak untuk dinikahi Alvi. Dengan pengertian Alvi menerima semua alasan yang Melliza ucapkan kepadanya, karena Alvi pun menyadari bahwa tak akan mudah membuat Melliza percaya jika dirinya serius.


"Hmm maaf bukannya aku ga mau nikah sama kamu. Aku cuman belum siap, jujur aja aku belum yakin. Aku takut" Ucap lirih.


"Ga apa-apa Syaa, aku ngerti. Ini pasti susah buat kamu, tapi aku bakalan buktiin terus sama kamu. Sampai kamu yakin dan mau nikah sama aku. Lagian orang tua aku juga ga maksa kita buat nikah cepet-cepet lagi kan" ucap Alvi menggenggam tangan Melliza.


"Yaudah aku turun ya, kamu hati-hati dijalan. Jangan lupa kalau udah sampe kabarin aku"


"Iyaa Sayang" ucap Alvi mengusap kepala Melliza.


Akhirnya Melliza pun keluar dari mobil Alvi, Alvi pun melajukan mobilnya menuju appartementnya.


Sepanjang jalan Alvi terus memikirkan cara agar bisa membuat Melliza benar-benar yakin kepadanya. Tapi ini memang kesalahan Alvi yang selama ini selalu menyangkal perasaan suka kepada Melliza, andai saja Alvi tak memiliki gengsi yang sebesar itu, mungkin dia dan Melliza akan berpacaran dari dulu.


Selain itu, Alvi pun menyesali sikap dinginnya yang selama ini selalu dia tunjukan kepada Melliza sehingga membuat Melliza makin tak percaya jika Alvi yang dingin itu kini telah berubah mencintai dirinya bahkan rela melakukan apapun agar Melliza percaya pada cintanya.


Tapi sebagai laki-laki Alvi yakin dan bertekad bahwa suatu saat nanti akan membuat Melliza percaya dan tak akan menolaknya lagi ketika Alvi melamarnya kembali.


Alvi pun kini telah sampai di appartementnya.


Sesuai dengan perkataan Melliza, Alvi pun menelpon memberitahu kekasihnya itu jika dirinya telah sampai diappartement. Niatnya hanya memberitau kabar, tapi nyatanya kini mereka malah telponan sampai keduanya tak lagi bersuara menandakan bahwa mereka telah tertidur. Mungkin ini akan menjadi kebiasaan mereka telponan hingga keduanya terlelap tidur.