
Setelah Mitha pergi, kini kedua orang tua Melliza menanyakan bagaimana anaknya bisa dekat dengan Ibunya Alvi, sedangkan Melliza tidak pernah cerita kepada mereka tentang kedekatannya itu.
"Sayang, ko kamu ga pernah cerita ke Mamah, kalau kamu deket sama Mamahnya Alvi"
Melliza pun menceritakan bahwa dia pernah dibawa oleh Alvi bertemu kedua orang tuanya, dia juga bahkan pernah diajak berlibur bersama. Betapa terkejutnya kedua orang tua Melliza ketika tau anaknya sudah sedekat itu.
"Anak Mamah udah deket sama calon mertuanya aja" Goda sang Ibu.
Tapi Melliza tak menceritakan bahwa saat itu dia bertemu orang tua Alvi masih dalam status pacar bohongan. Melliza tak ingin kedua orang tuanya mengetahui itu, karena baginya yang terpenting sekarang dia telah menjadi kekasih Alvi sesungguhnya. Dia tak ingin orang tua mereka tau jika dulu mereka berawal dari pacar pura-pura.
Icha kini meminta Melliza untuk menemani dia pergi ke Mall berbelanja. Karena memang tak berniat menginap sehingga tak membawa pakaian ganti, Icha pun memutuskan untuk membeli pakaian untuk nanti malam bertemu dengan kedua orang tua Alvi diacara makan malam bersama.
"Sayang ayo kita ke Mall, temenin Mamah beli baju. Masa nanti Mamah sama Papah ga ganti baju sih pas ketemu calon besan"
"Mamah, apaan sih" ucap Melliza malu.
Sedangkan Raka hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat anak dan istrinya.
Melliza pun pergi dengan Ibunya ke Mall untuk berbelanja. Sedangkan Ayahnya memilih menunggu mereka di appartement.
Karena sedang bersama Ibunya, Melliza tak ingin menghilangkan kesempatan. Dia pun mengambil beberapa pakaian dan barang lain yang di perlukan.
Setelah tiga jam di Mall, akhirnya merekapun memutuskan kembali pulang ke appartement.
Sesampainya di appartement, ternyata Raka sedang tertidur. Karena acara makan malam masih sangat lama mereka pun memutuskan untuk tidur dahulu. Mereka tidur bertiga di kasur tempat tidur Melliza, bukan hal aneh bagi mereka tidur bersama diatas ranjang. Karena walaupun sudah besar, ketika Melliza ketakutan atau sedang dalam mode manja, Melliza selalu tidur bersama kedua orang tuanya seperti dia saat masih kecil.
Dirumah Alvi, setelah pulang dari appartement Melliza. Mitha sekarang sedang sibuk memasak dibantu dengan para pelayannya. Dia begitu semangat sampai-sampai dia sendiri yang menyiapkan segala hal untuk menyambut kedatangan Melliza dan orangtuanya.
"Ohya Bi, apa Alvi ada turun? Apa dia sudah makan?"
"Ada, sudah Bu. Den Alvin tadi makan tak lama sebelum Ibu datang" ucap salah satu pelayan.
"Tolong lanjutkan dulu, saya mau ke kamar Alvin"
Mitha pun kini pergi ke kamar anaknya, ternyata anak tampannya itu sekarang sedang tertidur. Sehingga dia tak jadi memberitau Alvi jika dia telah mengundang Melliza dan keluarganya makan malam bersama. Alvi tidur karena dia kesal pesannya tidak dibalas oleh Melliza. Oleh karena itu, agar dirinya tidak semakin badmood dia memilih tidur dan mematikan handphonenya.
Melliza tak membalas pesan Alvi karena memang dia tidak ingin memainkan ponselnya terus-terusan ketika ada kedua orang tuanya.
Astaga, tapi kini Mitha melupakan jika anaknya belum diberitahu. Karena, ketika Mitha akan memberitau, Alvi sedang tertidur jadi dia tak mau mengganggu anaknya.
"Papah, udah siap kan? Tolong bangunin Alvin dulu, Pah!"
Pintanya kepada sang suami.
"Mamah ini gimana sih, masa baru ngasih tau Alvin"
"Mamah tadi ga tega banguninnya. Udah deh mending Papah bangunin dia gih"
Akhirnya Ayah Alvi pun pergi ke kamar anaknya, dilihat ternyata anaknya malah sedang asik menonton televisi.
"Pah?" ucap Alvi kaget saat Papahnya masuk.
Ayahnya pun memberitau Alvi, jika Ibunya mengundang Melliza dan kedua orang tuanya makan malam bersama. Sehingga Alvi harus segera bersiap-siap karena mereka akan segera datang.
Alvi begitu terkejut saat Ayahnya memberitau hal itu, dia tak percaya jika Ibunya benar-benar melakukan apa yang tadi dikatakannya.
"Ternyata Mamah beneran ngajak orang tua Melliza" Gumam Alvi.
Alvi pun segera mengaktifkan ponselnya, ternyata ada pesan masuk dari Melliza yang mengatakan jika Ibunya telah datang dan mengajak mereka makan malam bersama.
Alvi pun langsung lari masuk ke kamar mandi, karena dia tak mungkin mau berpenampilan biasa saja seperti ini ketika bertemu kekasih dan orang tua kekasihnya.
Kini Melliza dan Icha sedang bersiap-siap merias diri untuk pergi ke rumah Alvi. Sedangkan Raka sebagai laki-laki tak ribet dalam urusan berdandan telah siap menunggu mereka diruang tamu.
Inilah Penampilan Melliza dan Kedua orang tuanya.