I Love You My Boss

I Love You My Boss
ILYMYB Episode 160



Setelah pertengkaran yang terjadi kepada mereka tempo hari membuat keduanya semakin mesra, mungkin benar apa yang dikatakan banyak orang jika kesalah pahaman dalam rumah tangga merupakan hal yang biasa dan justru itu adalah bumbu rumah tangga yang akan membuat mereka semakin harmonis lagi.


Tepat hari ini Alvi berulang tahun dan tentunya Melliza mempunyai kejutan untuknya. Walaupun rencana awal gagal tapi semoga rencana ini bisa membuat Alvi bahagia.


Seperti pagi biasanya, Melliza membuatkan sarapan untuk Alvi walaupun dia kewalahan karena rasa mual yang sesekali muncul ketika mencium aroma dari makanan yang dia masak tapi tetap perempuan itu ingin dia yang memasak walaupun beberapa kali Bi Imas melarangnya.


"Bi cake yang semalam aku bikin di simpan dimana ya? Tolong dibawa Bi" ucapnya sambil menata makanan di meja makan.


Semalam setelah Alvi tertidur secara diam-diam Melliza membuat cake ulang tahun yang dibantu oleh Bi Imas. Sebenarnya dia tidak terlalu handal untuk membuat hal seperti itu, tapi karena niat akhirnya Melliza mencari referensi tentang membuat cake ulang tahun di media sosial.


"Ini Non" ucap Bi Imas dengan membawa cake yang semalam mereka buat.


"Makasih Bi, aku ke atas dulu ya. Doain semoga dia suka" ucap Melliza tersenyum.


Dengan membawa cake buatannya Melliza masuk ke dalam kamar dan terlihat jika Alvi masih lelap tertidur. Melliza menyalakan lilin yang telah dipasang di atas cake itu. Lalu dia menyanyikan sebuah lagi ulang tahun.


Happy birthday to you


Happy birthday


Happy birthday


Happy birthday to you


Mendengar suara itu Alvi langsung membuka kedua matanya begitu terkejutnya dia melihat Melliza ada di sampingnya dengan membawa sebuah cake ulang tahun.


Dengan cepat Alvi mengubah posisi menjadi duduk. Senyuman manis terus terukir di bibir tipisnya, dia sangat bahagia ini adalah ulang tahun pertamanya dengan Melliza.


"Happy birthday my husband" ucap Melliza.


"Terima kasih sayang"jawab Alvi mengecup kepalanya.


"Ayo tiup dulu lilinnya dan jangan lupa make a wish" ucapnya mengingatkan.


Alvi pun memejamkan matanya menyebutkan semua doa dan harapan untuk dia, istri dan calon anak mereka. Dia hanya meminta kepada Tuhan agar keluarga kecil mereka selalu dilindungi dan hidup bahagia bersama.


"Semoga semua doa-doa yang kamu panjatkan dapat terkabul, semoga semakin bertambah usia, kamu juga bertambah dewasa, semoga menjadi imam dan ayah yang baik ya sayang" ucap Melliza memeluk Alvi.


"Amin, terima kasih sayang. Ini kapan kamu belinya?" tanya Alvi karena setau dia istrinya itu selalu berada di rumah, bahkan janji akan membawa mobilnya yang ada di appartement Salsa pun Melliza batalkan dan menyuruh Salsa mengantarnya sendiri karena rasa mual yang terus menghampiri Melliza selama dua hari ini.


"Aku yang bikin dong sayang, pas semalam kamu tidur aku bikin ini sama Bi Imas. Ya walau pun hasilnya ga sebagus dan seenak cake yang ada di toko-toko" jawab Melliza.


"Aku ga masalah sama hasilnya, lagian ini bagus ko. Yang terpenting itu adalah niat dan cara kamu yang bikinnya pakai perasaan" ucap Alvi membelai lembut pipi Melliza.


"Nah itu kamu tau" ucap Melliza tersenyum.


"Ohya aku hari ini masak semua makanan kesukaan kamu, semuanya ada lengkap deh pokoknya" ucap Melliza bangga.


"Serius? Emang kamu ga mual gituh sayang?" tanya Alvi khawatir.


"Sedikit sih, tapi untungnya aku bisa tahan, dedek bayinya bisa aku ajak kerjasama" ucap Melliza mengelus perut ratanya.


"Wahh pinter banget dong, harus baik-baik ya sayang. Jangan nyusahin Mamah, kasian" ucap Alvi mendekatkan wajahnya pada perut Melliza serta memberikan sentuhan lembut disana.


Ponsel Alvi berdering menandakan seseorang menelpon dan itu adalah panggilan video dari sang Ibu. Langsung saja Alvi menjawabnya. "Haii selamat ulang tahun anak tampan" ucap Mitha heboh.


"Terima kasih Mamah cantik" jawabnya.


"Mamah apa kabar, Mah?" tanya Melliza.


"Baik sayang, kamu gimana? Sini dong kangen nih Mamah, serasa ga punya anak tau semua ga ada yang ngunjungin Mamah" ucap Mitha dengan nada dibuat sedih.


"Melliza ga boleh cape-cape, kalau dia ke sana pasti sama Mamah diajakin shopping keliling Mall" ucap Alvi.


"Lah ya bagus dong, Mamah kan kasian sama mantu Mamah. Dia tuh bosen tau Vin dirumah terus" ucap Mitha.


"Tapi nanti kasian dedek bayinya kecapean" ucap Alvi.


"Dedek bayi siapa?" tanya Mitha yang belum sadar.


"Dedek bayi aku sama Melliza lah, masa dedek bayi Mamah sama Papah" ucapnya malas.


"Astaga, jadi Melliza lagi hamil?" tanya Mitha tak percaya.


"Iyaa Mah, bentar lagi Mamah jadi nenek-nenek" ledek Alvi.


"Ah yaampun, Mamah seneng banget sayang. Mamah ga masalah jadi nenek-nenek, yang pasti Mamah bakalan jadi nenek kece buat calon cucu Mamah" ucap Mitha girang.


Melliza hanya tersenyum ketika layar ponsel Alvi menunjukkan raut wajah bahagia Mitha, akhirnya dia bisa memberikan kebahagian untuk orang-orang disekitarnya. Sedangkan Alvi kini tampak malas ketika mendengar Ibunya akan menjadi nenek kece. Narsis sekali.


"Ohyaa jaga kesehatan ya sayang. Kalau ada apa-apa bilang sama Mamah, kalau pengen sesuatu bilang sama Alvin. Pokoknya kalau kamu ga nurutin kemauan istri kamu, awas aja ya. Mamah ga mau nanti cucu Mamah ngeces" ucap Mitha.


"Ya ampun iya-iya Mah. Papah mana?" tanya Alvi.


"Pah Pah, bentar ya tunggu. Mamah ke ruang kerja Papah dulu" teriak Mitha pada suaminya.


"Pah yang ulang tahun mau kasih kabar bahagia nih" ucap Mitha.


"Wah apa Mah? Happy birthday ya Boy" ucap Putra pada Alvi.


"Thank Pah, Melliza hamil, sebentar lagi Papah bakalan punya cucu" ucap Alvi tersenyum.


"Benerkah itu Syaa?" tanya pada Melliza.


"Benar Pah" jawab Melliza dengan disertai anggukan kepala dan senyuman manis.


"Akhirnya Papah punya penerus. Jaga baik-baik Vin mereka berdua" ucap Putra bahagia.


"Siap. Tanpa Papah suruh, Alvin dengan senang hati menjaga mereka berdua" ucap Alvi menatap Melliza.


Setelah selesai melakukan panggilan video dengan kedua orang tua Alvi, tak lama Raka ayah Melliza menelpon Alvi memberikan ucapan selamat ulang tahun pada menantunya, disaat itu juga Alvi dan Melliza memberitahu kabar kehamilan Melliza.


Kedua orang tua Melliza sangat senang ketika mengetahui jika sebentar lagi mereka akan mempunyai cucu. Melliza merengek ingin menemui kedua orang tua nya karena rindu, dan itu disetujui oleh Alvi jika mereka berdua akan pergi hari minggu nanti.


Tapi Ayah dan Ibu Melliza menolaknya karena khawatir jika Melliza akan kelelahan terlebih lagi usia kandungannya masih muda. Oleh sebab itu merekalah yang akan mengunjungi ke sini hari Minggu nanti. Dan itu sangat membuat Melliza bahagia.


***


Jangan lupa di Like, Komen dan vote yaa.


Yang belum kasih rate tolong kasih bintang lima nya yaa.


Terimakasih💚💚💚