
Pagi ini tidak seperti biasanya Melliza begitu lama saat merias diri. Dia sedari tadi sedang mengamati dirinya dibalik pantulan cermin yang kini ada di hadapannya. Dia terus memperhatikan bentuk tubuhnya, terutama bagian perut.
"Lagi ngapain sih sayang?" ucap Alvi memeluk tubuh Melliza dari belakang.
"Ga ngapa-ngapain ko sayang" jawabnya memegang tangan Alvi yang kini berada diatas perutnya.
"Kamu tumben weekend bangun pagi" ucapnya sambil memutar tubuh, berbalik menghadap suaminya lalu mengalungkan tangan pada leher Alvi.
"Aku mau ngajakin kamu olahraga bareng" ucapnya.
"Ga mau ah, kan aku udah mandi. Nanti keringetan lagi".
"Yaudah nanti mandi lagi aja sayang, ayo dong kan biar sehat kamu sama dedek bayinya" bujuk Alvi agar Melliza mau ikut lari pagi dengannya.
Dengan terpaksa Melliza pun mengganti kembali pakaiannya dengan pakaian olahraga. Lalu kini mereka pergi ke taman komplek. Satu sampai dua putaran Melliza masih kuat untuk lari santai bersama suaminya, tapi ketika akan putaran ke tiga dia merasa tubuhnya lelah.
Memang selama hamil ini Melliza sangat mudah mengalami lelah pada tubuhnya, sehingga wanita itu lebih banyak menghabiskan waktu di kamar, bermalas-malasan.
"Sayang, aku nunggu aja ya disini. Cape banget" ucap Melliza yang sudah mulai berkeringat.
"Iya, kamu tunggu disini dulu ya. Aku tanggung sayang" ucap Alvi yang masih ingin berolahraga.
Akhirnya Melliza pun duduk sendirian di taman, dia memainkan ponselnya sambil sesekali merekam kegiatan lari pagi suaminya yang terlihat sangat tampan dan seksi ketika ada keringat di wajahnya.
Lalu tiba-tiba datang tiga perempuan yang kini duduk disampingnya. Melliza rasa mereka masih remaja, hanya saja penampilannya seperti dewasa dan menggoda. Ketiga remaja itu hanya menggunakan tanktop dan legging.
"Kita ikut duduk ya, Mbak" ucap mereka meminta izin.
"Oh ya, silahkan" jawab Melliza yang kini sedikit bergeser, takut jika ketiga gadis itu tidak kebagian tempat duduk.
"Ih liat deh, ada cogan lagi lari sendirian" ucap salah satu dari mereka.
"Tuh kan kata gue juga apa, makanya kita harus sering lari pagi biar ngeliat yang seger-seger gituh" balas temannya.
"Bener sih ga sia-sia gue bangun pagi ginih" ucapnya.
"OMG hello !!! Dia senyum ke gue, mimpi apa aku semalam Tuhan." ucap temannya satu lagi dengan heboh ketika melihat Alvi lewat dihadapannya dan tersenyum. Padahal Alvi tersenyum untuk Melliza karena dia ada disampingnya.
Mendengar ocehan dari ketiga gadis itu membuat Melliza ingin tertawa dan ingin mengatakan jika cowok ganteng yang mereka maksud itu tersenyum untuknya. Tapi Melliza hanya diam dan menggelengkan kepalanya, memaklumi kehebohan tiga gadis itu.
"Ga usah ke pedean kali loe. Di sini tuh bukan loe aja, bisa jadi dia senyum ke gue, atau senyum ke mbak dipinggir loe tuh" ucap temannya dengan pelan namun masih bisa terdengar oleh Melliza.
"Nah temen loe pintar" ucap Melliza dalam hati.
"Ehem" deheman kencang dari Melliza mampu menghentikan obrolan mereka.
"Loe kalau bicara pelan-pelan kenapa, dia denger tuh".
"Bisa juga cowok tadi tuh senyum ke mbak disamping loe, karena dia istrinya" ucap temannya yakin.
"Ga mungkinlah, masa Kakak tampanp tadi mau nikah sama mbak-mbak itu" jawabnya.
"Kurang ajar tuh, udah bilang gue gendut. Sekarang gue dipanggil Mbak lagi, sedangkan Alvi dia panggil Kakak" kesal Melliza dalam hati.
"Ayo sayang" ucap Alvi yang kini sudah berapa dihadapannya.
"Iya ayo sayang" ucap Melliza manja lalu menggandeng tangan suaminya posesif.
"Adek-adek, saya permisi pulang duluan ya sama suami" ucapnya dengan penuh penekanan di ujung kalimat.
"Oh i-iyaa" ucap mereka gugup karena tidak percaya.
Melihat wajah gugup dan tidak percaya dari ketiga gadis itu membuat Melliza senang dan tersenyum puas. "Tuh kan, kata gue juga apa? Dia istrinya" teriak temannya.
"Mati loe, mana tadi loe bilang biasa aja" celetuk temannya satu lagi.
"Bodo deh, gue ga kenal ini" ucapnya menenangkan diri.
**
"Kamu kenapa sayang? Ko senyum-senyum sendiri gituh" tanya Alvi yang memperhatikan Mellizza.
"Ga apa-apa sayang" jawabnya menggelengkan kepala.
"Yakin?" tanyanya memastikan.
"Yakin. Udah ah ayo pulang, nanti kamu jadi bahan cuci mata cewek-cewek kalau terus ada disini" ucap Melliza dengan semakin posesif menggandeng tangan suaminya.
**
Jangan lupa Like, Komen, Vote yang banyak.
Terimakasih💚💚💚