
"tuh gua nepatin janji gua kan" ucap Alvi
"iyaa makasih ya udah mau nganterin udah bikin kaya ginih juga" ucap Melliza tersenyum
"eits itu ga gratis ya" ucap Alvi
raut wajah Melliza berubah seketika mendengar ucapan Alvi tadi
"huh gua udah kesenengan eh tau nya gua harus bayar ini semua" ucap Melliza dalam hati
Alvi yang melihat itu merasa gemas sehingga mencubit pipi Melliza
"ngga ko ngga lu tenang aja" ucap Alvi tersenyum
Melliza yang diperlakukan seperti itu merasa kaget "Salsa, Audi tolong gua dong baper banget nih, kalau ginih caranya gua ga bakalan bisa move on seumur hidup" ucap Melliza dalam hati sambil melamun
sedangkan kini banyak sekali orang orang yang melihat ke arah mobil Alvi, mereka penasaran siapa orang yang turun dari mobil sport semewah ini, bahkan mobil sport milik Alvi bisa dihitung keberadaannya di Indonesia
"lah ko malah ngelamun? sana turun ntar telat lagi" ucap Alvi membuat Melliza tersadar
"ah iyaa, yaudah ayo Pa Alvi juga" jawab Melliza
"ga perlu, gua langsung balik aja" ucap Alvi
"yah masa baru datang udah balik, udah dari Singapur langsung nganterin ke sini pasti cape banget mending Pa Alvi disini dulu, atau saya pesankan hotel. Gimana?" tanya Melliza
"ga perlu" jawab Alvi
kemudian tiba tiba telpon Melliza berbunyi dan itu dari orang tua Melliza
"sayang kamu dimana?" ucap Icha
"aku udah nyampe ko mah, aku di parkiran. mamah dimana?" tanya Melliza kembali
"mamah juga disini, tapi mamah ko ga liat kamu?" tanya Icha
"oke bentar, aku keluar dari mobil nih mah" jawab Melliza kemudian turun dari mobil
terlihat Icha dan Raka mengabaikan tangan kepada Melliza, dan dibalas lambaian tangan kembali oleh Melliza
"ohh jadi itu orang tuanya" ucap Alvi yang melihat orangtua Melliza dari dalam mobil
Alvi pun langsung keluar dari mobil tidak sopan langsung pergi tanpa menyapa karena melihat Ayah dan Ibu Melliza yang berjalan akan menghampiri mereka
"eh itu Melliza ya? cantik banget dia"
"wahhh ganteng banget tuh"
"pantesan Melliza nolak Endy, cowo nya lebih keren"
"mobilnya keren, apalagi orangnya tuh" ucap semua orang yang melihat disana
lalu Icha dan Raka pun bergantian memeluk Melliza
"ohh anak mamah kamu cantik banget sih" puji ibunya
Melliza hampir lupa memperkenalkan Alvi kepada orangtuanya, dia baru sadar saat Ayah nya memberikan kode berupa lirikan pada Alvi
"ah iyaa Pah, Mah kenalin ini Boss Melliza namanya Pa Alvin Sanjaya" ucap Melliza
kemudian Alvi pun berjabatan tangan berkenalan satu sama lain dengan orang tua Melliza
"terima kasih Pa Alvin sudah repot repot mengantarkan anak saya" ucap Raka
"tidak apa apa Pa, lagian ini semua karena diluar kendali saya yang mengajak paksa Melliza pergi ke Singapur jadi saya harus melakukan ini agar dia bisa menghadiri acara ini" ucap Alvi sopan
"beruntung sekali anak mamah ini punya boss masih muda baik hati lagi" puji Icha
Alvi yang mendengar itu hanya tersenyum, sedangkan dalam hati Melliza "mamah ga tau aja dulu dia kaya gimana, eh sekarang juga masih kaya gituh ko dingin kaku canggung deh"
tiba tiba kedua sahabat Melliza datang menghampirinya
"waww Princess kita cantik banget nih" ucap Salsa
"eh eh ko gaunnya beda ya sama yang lu liatin ke kita?" tanya Audi
"hmm iyaa gua ga sempet pulang ke rumah, tapi ini tetap oke kan" jawab Melliza
"oke bangett sih syaa" jawab Audi dan Salsa
"tunggu tunggu, Alvi?" ucap Salsa
Alvi hanya terdiam saat kedua sahabat Melliza menatapnya bingung, sedangkan Melliza berkedip kepada dua sahabatnya itu mencoba untuk memberikan kode agar mereka diam
"Pa Alvi nganterin gua kesini, dia juga yang udah bikin gua cantik kaya gini" ucap Melliza kepada kedua sahabatnya
"ohhhh" jawab mereka berdua kompak
Alvi pun melirik pada Melliza, Melliza hanya terdiam dan tersenyum
"iyaa tuhh" ucap Salsa ikut menjawab, langsung saja di cubit oleh Audi
"hmm baiklah Pa" jawab Alvi menyetujui itu
"mimpi apa gua semalem, impian gua wisuda ada yang nemenin cowo ganteng kesampaian juga, ya walaupun dia bukan pacar gua" ucap Melliza dalam hati bercampur aduk perasaan senang dan sedih mengingat Alvi datang ke wisuda dirinya sebagai atasannya bukan sebagai seorang kekasih
kini Alvi pun ikut bersama kedua orangtua Melliza menyaksikan wisuda sekretaris pribadinya itu
acara telah dimulai, begitu bahagianya Melliza ketika nama nya disebut sebagai mahasiswa terbaik dengan mendapatkan nilai cumlaude
bukan hanya Melliza tapi Raka dan Icha pun merasa bangga atas prestasi yang diraih oleh anak semata wayangnya itu, sedangkan Alvi tak menyangka bahwa Melliza ternyata sehebat itu
"ternyata bukan hanya cantik tapi dia juga smart, ga salah Johan milih Melliza jadi sekretaris gua" ucap Alvi dalam hati
setelah acara selesai kedua Orangtua Melliza dan Alvi langsung menghampiri Melliza memberikan ucapan selamat
"Selamat ya sayang mamah bangga deh sama kamu" ucap Icha mencium anaknya
"anak papah memang hebat" ucap Raka memeluk Melliza
"ini semua berkat doa mamah sama papah aku bisa jadi kaya ginih" saut Melliza
Alvi yang merasa malu dan gengsi mengucapkan selamat kepada Melliza kini mencoba memberanikan diri
"selamat ya" ucap Alvi mengulurkan tangan sambil tersenyum kaku
"makasih pa" jawab Melliza senang
"ayo ayo foto dulu yu" ajak Icha
mereka pun berfoto bersama tak lupa Melliza pun berfoto dengan kedua sahabatnya Audi dan Salsa
Salsa merasa sadar jika Melliza belum berfoto berdua bersama Alvi diacara yang sangat penting ini bagi Melliza, dengan santainya Salsa berbicara "Syaa foto dong sama Pa Alvi buat kenang kenangan, bawahan mana coba yang wisudanya di hadirin sama CEO nya langsung"
Alvi hanya berekspresi datar saat mendengar perkataan Salsa, tapi didalam hati dia juga merasa senang atas ucapan sahabat Melliza itu karena dirinya bisa berfoto bareng dengan Melliza yang sangat terlihat cantik dan mempesona
"ohhiyaa sayang bener tuh kata Salsa, ayo Pa Alvi bisakan berfoto bersama Melliza? hanya satu kali saja tidak apa" ucap Icha ibu Melliza
"baiklah" ucap Alvi
mereka berdua akhirnya berfoto bersama walau keduanya tampak dengan senyuman yang canggung dan jarak yang berjauhan
"coba deketan dikit dong" ucap Audi yang memfoto mereka
"sial nih Audi rese bikin gua deg degan aja, tapi gua suka hahaa" girang Melliza dalam hati
"Syaa deketan dong, Pa Alvi bisa kan senyum relax ga usah kaku gituh?" ucap Audi datar dengan beraninya bicara seperti itu kepada Alvi
"sial tuh anak emang dia paling prontal kalau ngomong, pake bilang gua kaku segala lagi" kesal Alvi dalam hati
akhirnya Salsa turun tangan mengarahkan agar Alvi dan Melliza sedikit berdekatan dan langsung di foto oleh Audi
"oke tiga..dua..satuu" ucap Audi
"duhh jantung gua kenapa ga kontrol ginih sih? bisa bisa dia denger nih" ucap Melliza dalam hati
"kenapa gua tambah deg degan ginih deket dia" ucap Alvi dalam hati
"satu kali lagi yaa, yang lebih relax dong" ucap Audi
setelah selesai berfoto dan hendak pulang ke rumah Ayah Melliza mengajak Alvi untuk mampir ke rumah mereka "Pa Alvin, jika anda tidak keberatan bagaimana kalau mampir dulu ke rumah kami? saya akan sangat senang jika anda mau" ucap Raka
Alvi merasa bingung jika dia menolak itu seperti sombong dan tidak menghargai ajakan orangtua Melliza tapi jika dia ikut dia merasa sungkan
"iyaa Pa Alvin mari mampir dulu ke rumah kami, sebagai ucapan kami kepada Pa Alvin" ucap Icha
"hmm baiklah Pa, Bu" jawab Alvi
.
.
.
.
.
.
Gimana nih tanggapan kalian tentang novel ini? Komen dibawah ya😉