
Kini mereka duduk kembali, Alvi masih terus menggenggam kedua tangan Melliza sambil menatap kedua mata nya tak percaya apa yang telah di ucapkan gadis itu tadi
"Syaa jadi kamu mau kan jadi pacar aku?"
ucap Alvi kembali memastikan
"Engga"
ucap Melliza cemberut
Alvi yang mendengar itu merasa aneh dengan Melliza bahkan kini wajah Alvi seperti sedang sedih dan juga bingung, sedangkan Melliza tak tahan lagi melihat wajah Alvi yang menurutnya sangat menggemaskan itu, dia pun tak bisa lagi menahan tawanya
"Hahaa Engga ko, aku ga salah mau jadi pacar kamu"
ucap Melliza tersenyum puas karena berhasil mengerjai Alvi
"Syaaa!"
ucap Alvi gemas karena sikap jahil Melliza sedangkan Melliza hanya tersenyum dan mengangkat tangannya memberikan tanda pis✌
"Kamu tuh bikin aku jantungan tau ga, aku udah hampir mau pasrah karena kamu nolak aku terus"
"Ya masa cuman gituh doang mau pasrah sih huhh cemen, lagian aku kan pengen liat keseriusan kamu"
ucap Melliza cemberut
"Aku kurang serius apalagi Syaa, ayo kalau kamu sekarang masih kurang percaya aku serius, sore ini kita ke rumah orangtua kamu, kita nikah besok"
ucap Alvi serius dan sangat yakin
"Ya kali nikah bisa dadakan"
"Bisa kalau kamu mau, gampang ko aku tinggal nyuruh orang persiapin aja. Tapi percuma kamu nya ga mau"
ucap Alvi sedih
"Bukan gituh, aku ga mau terburu buru. Apalagi aku tuh baru aja lulus kuliah masa mau langsung nikah. Lagian lebih baik kita saling mengenal dulu"
"Iyaiyaa aku ngerti, aku bakalan nunggu kamu terus sampai kamu siap"
"Hmm masaa?"
Goda Melliza
"Aku seriusan Syaa, Aku bakalan nungguin kamu. Aku minta kamu jangan berpaling ke yang lain walau pun cowo itu lebih tampan dari aku"
"Iyaiyaa, Kamu juga tuh. Jangan cuman aku"
"Siap My love secretary"
"Ohhiyaa aku tetap pengen kamu jelasin yang sebenarnya sama orang tua kamu soal kita"
"Iyaa aku bakalan jelasin semuanya ke mereka, aku juga bakalan bilang kalau kita udah pacaran beneran dan nanti aku mau nikahin kamu"
ucap Alvi tersenyum
"Ohhyaa hubungan kamu sama cowo itu apa?"
sambung Alvi dengan nada tak suka
"Tapi ko Kaka perhatian banget sih? kamu tau kan aku ga suka liat kamu sama dia"
ucap Alvi manja seperti anak kecil
"Ka Key emang pernah nembak aku tapi aku tolak, harusnya kamu berterima kasih ke dia karena dia udah ngeyakinin aku kalau kamu itu beneran serius sama aku"
ucap Melliza
Karena Alvi penasaran Melliza pun menceritakan bahwa Key sengaja mengantar jemput Melliza bahkan bermesraan di depannya agar Key dan Melliza tau keseriusan Alvi, karena jika Alvi merasa cemburu maka dia benar benar mencintai Melliza
"Kamu tau ga sih gimana rasa nya kesel, marah, sakit hati dan ga rela nya aku ngeliat kamu sama dia? Gila bener tuh orang, bisa bisa nya dia bantuin kamu dengan cara itu"
kesal Alvi
"Tapi kalau ga gituh mana mungkin aku yakin sama kamu dan sampe kaya ginih"
Benar apa yang di katakan Melliza bahwa Key membantunya dan Alvi harus berterima kasih pada Key karena tanpa Key, Melliza tak mungkin yakin pada kesungguhan cinta Alvi dan Alvi tak mungkin mengakui perasaannya pada Melliza jika dia tak dikompori rasa cemburu
Setelah selesai makan mereka melanjutkan menonton film pergi ke bioskop seperti pasangan lainnya yang sedang di mabuk cinta, mereka jalan jalan berdua saling berpegangan tangan. Terlihat dari kedua mata mereka yang memancarkan cahaya bahagia dan penuh cinta
Tak terasa ternyata hari sudah malam Alvi pun mengantarkan Melliza ke appartementnya, dan setelah sampai Alvi ikut masuk mengantarkan Melliza sampai di depan pintu kamar appartemennya
Alvi yang tak ingin Melliza dekat dengan pria lain memintanya agar Melliza tidak lagi diantar jemput oleh Key karena mulai besok yang akan melakukan itu semua adalah Alvi yang sudah sah sebagai kekasihnya
"Pokonya besok dan seterusnya aku yang bakalan antar jemput kamu, bukan lagi Key"
"Iyaiyaa ih, udah sana pulang"
Setelah diusir, sebelum pulang Alvi pun tak lupa juga dia memberikan ucapan selamat malam dengan begitu manis pada Melliza dan membuatnya tersenyum senyum sampai sekarang tak bisa tidur karena terbayang wajah Alvi yang begitu tampan
"Aduhh ko gua jadi bucin ginih sih"
ucap Melliza berbaring di atas kasur menertawakan dirinya sendiri
Melliza benar benar tak menyangka dia yang dulu hanya mengagumi Alvi dan sekian lama tak melihat kemudia dipertemukan dan kini dia bisa mendapatkan cinta dari laki laki yang sudah dari dulu dia kagumi itu, walaupun jalan ceritanya tidak semudah yang Melliza bayangkan tapi dia tetap merasa bersyukur dan bahagia karena cintanya telah terbalaskan
Alvi yang sekarang sudah berada di appartement nya merasa sangat bahagia karena Melliza telah mau menjadi kekasihnya, baru saja berpisah kini Alvi sudah merasakan rindu pada Melliza, dan tak sabar ingin bertemu besok pagi
Tapi karena tak bisa menahan rasa rindu itu lagi, setelah selesai mandi dia langsung melakukan panggilan video call kepada Melliza, Alvi pun mengungkapkan rasa rindunya, mereka pun terus mengobrolkan banyak hal, mulai dari flashback saat pertama kali bertemu di kampus dan kejadian yang mengesalkan saat di puncak dan di hotel saat Melliza akan interview kerja di tempat Alvi
Melliza tertawa begitu bahagia mendengarkan candaan Alvi, ternyata Alvi sosok yang Melliza tau sangat cool bisa sehumoris itu sampai membuatnya tertawa lepas.
Melliza yang sudah mulai mengantuk tak sengaja tertidur dan itu dapat di lihat oleh Alvi melalui ponselnya karena panggilan video call mereka masih belum berakhir, Karena melihat wajah polos dan damainya Melliza, Alvi tak bersuara dia memilih diam dan ternyata ikut tertidur dengan panggilan video call yang masih terhubung menampakkan keduanya sedang tertidur.
***
Uhuyy ada ga nih readers yang suka video call sama doi sampe ketiduran dan ga pernah dimatiin? ciee samaan dong sama Alvi dan Melliza
Jangan Lupa terus
Like Like Like
Komen komen
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE