
Jantung Melliza sangat berdebar ketika tadi dia dan Alvi saling tatap, andai hujan tidak turun mungkin adegan romantis saling tatap kemudian kissing seperti di drama akan terjadi.
"Kenapa jantung gua deg degan cepet ginih ya Allah" ucap Melliza dalam hati.
"Please Melliza jangan nunjukin diri banget dong! Tenang Syaa tenang" ucapnya kembali dalam hati.
Alvi dan Melliza kini tengah duduk bersama menunggu hujan redam "Duhh kenapa mesti ujan ginih sih? Jadi canggung kan malah diem-dieman ginih" ucapnya dalam hati, tiba-tiba Melliza mengingat bahwa diri nya ingin menyampaikan sesuatu kepada Alvi yang sempat tertunda waktu itu. "Kaya nya ini waktu yang tepat deh" gumamnya.
"Hhmm Pak".
"Apa?" jawab Alvi menatap Melliza.
"Saya mau bilang sesuatu".
"Yudah tinggal ngomong aja, ga perlu izin segala".
Melliza ragu untuk mengatakan nya kepada Alvi karena dia takut Alvi tidak akan percaya dengan ucapan nya apalagi ?Melliza tidak memiliki bukti.
"Hmm Pak Alvi balikan lagi sama Clara?".
"Iyaa kenapa emang?".
"Ginih, heem beberapa hari lalu saya liat Ka Clara sama cowok lain di coffe shop, mereka kaya akrab dan deket banget gituh".
Ucapan Melliza membuat Alvi menatapnya tak percaya. "Lu ini jangan ngarang deh" ucap Alvi tertawa mengejek.
Alvi tak percaya dengan ucapan Melliza, karena dilihat dari tingkah laku Clara yang memohon balikan kepadanya, itu sangat tidak mungkin Clara lakukan.
"Saya ga ngarang Pak, bahkan saya liat jelas wajah laki-laki nya, saya beneran liat ga boong".
"Udah deh, gua tau lu bilang ginih cemburu kan? Ga suka liat gua sama Clara".
"Saya cemburu?" tanya melliza pura-pura.
"Iyaa lu cemburu, gua tau ko lu suka sama gua kan?" ucapnya sombong.
"Ya engga mungkinlah Pak" ucap Melliza bohong.
"Udah deh lo ga usah pura-pura lagi, gua tau semua nya Melliza! Gua denger lo cerita sama Tania di restoran pas kalian makan siang".
Deg.... Melliza hanya diam tak merespon perkataan Alvi, dia bingung harus bagaimana, sekarang Alvi telah mengetahui bagaimana perasaannya kepada Alvi selama ini.
Alvi yang saat itu sedang makan siang sendirian tiba-tiba dia mendengar dua orang wanita yang duduk di belakangnya berbicara. Suaranya tidak asing lagi di telinga Alvi dan benar saja itu adalah Melliza dan Tania bawahannya, dia mengetaui nya karena mereka saling memanggil nama saat mengobrol, tapi Alvi mengabaikannya dan fokus pada makanan yang dia pesan.
Tapi saat Melliza dan Tanuia menyebut namanya, kini Alvi menjadi fokus mendengarkan obrolan Melliza dengan Tania, Takk di sangka curhatan Melliza kepada Tania (eps. kejujuran melliza) membuat Alvi kaget, tapi itu malah membuat Alvi terus penasaran dan terus mendengarkan obrolan Melliza dengan Tania sampai mereka pergi dari sana.
"Kenapa lu diam aja? Ini kan alasan lu bilang Clara sama cowok lain, karena lu cemburu? Lu ga suka gua balikan sama Clara kan?" tanya Alvi kepada Melliza yang diam saja.
"Iyaa saya akui saya menyukai Pak Alvi sejak lama, bahkan sebelum saya tau bapak adalah atasan saya, tapi saya bener-bener ga ada niatan sama sekali untuk menjelekan Clara hanya karena saya cemburu atau ga suka ngeliat Pak Alvi balikan lagi, ga sama sekali ! " jawab Melliza tegas.
.
.
.
.
.
.
.
itsss penasaran ga nih sama kelanjutannya? tunggu terus ya teman teman🤗
saya ucapkan terima kasih untuk yang selama ini sudah setia membaca dan memberikan dukungan💕
jangan lupa untuk tetap like, komen dan juga vote👋💛